Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Suka


__ADS_3

"Kita kesulitan mendekati Istri Tuan muda Luke, Nyonya. Wanita itu memiliki pengawal pribadi yang sangat hebat dan selalu dikawal ke manapun ia pergi" Ucap asisten pribadinya Soraya Donovan.


"Aku akan bersabar. Aku yakin pasti akan ada celah bagiku untuk mencelakai istrinya Luke dan menghancurkan Luke" Sahut Soraya Donovan dengan seringai keji di wajah cantiknya.


Maria Donovan mengajak Ibunya Embun ke butik langganannya dan sesampainya di butik tersebut, Maria langsung berkata, "Silakan pilih sendiri baju yang Anda sukai, Bu Lastri"


Saat tuan mudanya masih memeluk erat nyonya mudanya, Rendy dengan cepat menyobek kertas yang ada tulisan tangannya, lalu meremas kertas itu dan memasukannya ke dalam kantong kemejanya.


"Luke Donovan! Kenapa kau malah memeluk wanita mungil dan kurus itu?! Aku ini kekasihmu, kan?" Wanita yang bernama Alice Norman berucap sembari melangkah lebar mendekati Like untuk menarik pundak Luke.


Mendengar kata kekasih, entah kenapa hati Embun menjadi terusik. Ada perasaan aneh seketika itu menyusup masuk ke dalam hatinya dan perasaan itu terus mendesak dia untuk menyemburkan, "Kekasih apa?!" Embun lalu mendorong tubuh Luke dan melangkah melintasi suami tampannya yang tengah bengong, untuk berhadapan dengan Alice Norman.


Embun kembali menyemburkan, "Kekasih apa?!"


"Kau?! Kau hanya pegawai rendahan di sini. Kau hanya seorang sekretaris rendahan. Kenapa kau berani membentak aku dan mendelik kayak gitu?" Alice menunjuk-nunjuk dada Embun.


Saat Rendy melangkah maju untuk melerai perdebatan yang tampak kian memanas itu, Luke langsung menahan lengan Rendy sambil berucap, "Aku masih ingin melihat sejauh mana Embun cemburu. Jangan lerai mereka! Lihatlah! Istriku keren banget, kan?"


Rendy menoleh ke tuan mudanya untuk bertanya, "Keren? Istri Anda mungil dan lawannya tinggi besar, Tuan. Anda yakin akan membiarkan mereka berdebat panas kayak gitu?"


Luke terus mengawasi Embun dan menyahut, "Hmm" Tanpa menoleh ke Rendy.


Rendy menghela napas panjang dan masih berani berkomentar, "Kalau Nyonya muda kenapa-kenapa, Anda dan saya bisa kena damprat Nyonya besar"


"Tenang! Aku nggak akan biarkan siapapun melukai Istri dan anakku. Aku akan bertindak di waktu yang pas" Luke berucap tanpa melepaskan pandangannya dari Embun.


Embun menepis tangan Alice Norman dengan sinis sembari berkata, "Darimana kau dapatkan kata kekasih itu? Kapan kau merasa kalau Mas Luke adalah kekasih kamu?"


Luke tersenyum semringah saat ia mendengar Embun memanggilnya Mas Luke di depan wanita lain. Sikap posesifnya Embun yang dadakan itu membuat Luke bergumam, "Ternyata aku ini penting bagi dia" Luke kemudian mengulum bibir dengan wajah semringah. Lalu, Luke menoleh ke Rendy, "Kau lihat itu? Embun, Istriku, menyebut Mas Luke. Ah! Kenapa dia sangat menggemaskan begitu"


Rendy menatap tuan mudanya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya dan bergumam di dalam hatinya, cinta itu memang aneh. Bisa buat orang cemberut lalu tiba-tiba membuat orang tiba-tiba semringah. Cinta, oh, cinta, semua serba tiba-tiba.


"Hei! Mas Luke?! What!! Are you kidding me?! Kau berani memanggil Tuan kamu dengan sebutan, Mas?! Ngaca Lo! Kamu itu cuma sekretaris biasa dan hanyalah seorang wanita mungil yang kurus kering dan astaga! Lihat dirimu! Tzk! Kau bukan tidak memakai makeup. Sekretaris macam apa yang tidak memakai makeup dan ........."


"Kamu yang ngaca! Kamu itu cuma wanita tukang halu, nggak tahu malu! Ngaku-ngaku kekasihnya Mas Luke. Tzk! Ngaca Lo!" Embun berkacak pinggang dan melotot ke Alice Norman.


Luke terus semringah karena ia senang melihat Embun tampak begitu menggemaskan ketika Embun menunjukkan ketegasan kepemilikan atas Luke Donovan dan Embun mengulas wajah sinis, karena cemburu.


Alice Norman sontak melotot, "Kau..........."


"Cukup! Aku akan bawa Istriku pergi dari sini" Luke langsung membopong Embun.


Embun tersentak kaget dan langsung berteriak, "Mas! Turunkan aku! Kenapa tiba-tiba menggendongku? Aku masih belum selesai menyadarkan wanita tidak tahu malu itu!"


Alice Norman sontak menyemburkan tanya dengan wajah tidak percaya, "Is........Istri?"


Luke yang masih membopong Embun langsung tersenyum dan berkata, "Iya. Ini Istriku. Namanya Embun Sanjaya. Dia calon Ibu dari anakku"


"Mas! Turunkan aku! Wanita itu perlu disadarkan dulu kalau dia bukan kekasih kamu"


Luke mencium kening Embun dan berkata, "Iya. Dia bukan kekasihku"


Alice Norman melotot dengan kedua bola mata hampir keluar dari tempatnya, sewaktu ia melihat Luke mencium kening wanita mungil itu.

__ADS_1


"Aku permisi dulu. Aku perlu menenangkan Istri mungilku yang keren dan menggemaskan ini" Luke berucap sembari berputar badan dan dengan masih membopong istri mungilnya, ia melangkah pergi begitu saja meninggalkan ruang rapat, meninggalkan Alice Norman dan meninggalkan Rendy.


Rendy sontak berteriak, "Tuan! Makanannya gimana? Sebentar lagi makanannya datang ke sini!"


"Kamu makan aja sama cewek itu. Aku akan makan siang bersama Istriku yang sangat imut ini di ruanganku" Teriak Luke sambil terus berjalan membopong istri mungilnya dan tanpa menoleh ke belakang


"Lalu rapatnya gimana nih, Tuan?!" Rendy segera berteriak sebelum punggung Luke menghilang dari pandangannya.


"Kau handle.dulu! Kalau Istriku sudah tenang, aku akan balik lagi ke sini"Teriak Luke dengan santainya.


Alice bergegas berteriak sebelum punggung Luke benar-benar menghilang dari pandangannya,, "Aku akan batalkan kerja sama kita! Kalau kamu nggak balik ke sini, aku akan batalkan semuanya Luke Donovan!!!!!"


Luke mengentikan langkahnya, berputar badan, menatap Alice untuk berucap, "Aku sudah menemui Papa kamu. Papa kamu yang handle kerja sama ini, kan? Aku nggak bodoh. Kamu nggak bisa membatalkan kerja sama Grup Donovan dengan Grup Norman. Kalau kamu batalkan, kamu akan kena amuk Papa kamu. Karena Papa kamu, akan kena pinalti sepuluh kali lipat"


Alice Norman langsung menjejakkan kakinya ke lantai dengan wajah kesal dan hanya bisa diam seribu bahasa. Sepuluh kali lipat yang Luke katakan adalah jumlah yang sangat fantastis dan papanya akan mengamuk kalau sampai kena pinalti sebanyak itu.


Luke berputar badan dan melanjutkan langkahnya untuk keluar dari ruang rapat itu.


Alice menghunus tatapan tajamnya ke Rendy dengan bertanya, "Istri? Anak? Maksudnya apa?"


"Yang barusan dibopong oleh Tuan Luke adalah Nyonya muda kami. Istri sahnya Tuan Luke Donovan dan cucu menantu kesayangannya Nyonya Maria Donovan.


"Cu....cucu menantu kesayangannya Nyonya Maria Donovan?"


Rendy mengangguk mantap.


"Lalu, aku dengar soal anak tadi. Kapan Luke menikah dan kenapa bisa ada anak? Anaknya umur berapa sekarang? Lalu, wanita itu tampak masih sangat muda kenapa dia bisa punya anak di umur semua itu dan..........."


Alice Norman terhenyak lemas di kursi dan sontak bergumam kesal di dalam hatinya, sial! Aku bahkan tidak bisa mengancam Luke dengan kerja sama bisnis ini karena semuanya udah dihandle sama Papa. Andai aku bisa mengancam Luke dengan kerjasama bisnis ini, aku masih bisa merebut Luke dari wanita liar itu. Sial, sial, sial!!!!


Luke berjalan tanpa menurunkan Embun dari gendongannya sambil bertanya, "Kenapa kau tiba-tiba marah tadi?"


"Karena wanita cantik dan seksi itu menyebut Mas, kekasihnya. Mana ada seperti itu?"


"Berarti kamu memercayai aku?.Kamu percaya kalau aku bukan kekasih wanita itu?"


"Tentu saja aku percaya sama Mas, Eh, tapi apa Mas beneran bisa dipercaya? Wanita itu bukan kekasih kamu, kan, Mas?"


"Wanita itu menyukaiku, tapi aku tidak menyukainya. Jadi, dia bukan kekasihku dan aku bisa dipercaya. Aku tidak pernah bohong sama kamu selama kita menikah" Luke menyahut sambil menurunkan Embun di lantai lift khusus untuk CEO dan Presdir tepat di saat pintu lift itu menutup sempurna.


Pria tampan suaminya Embun itu, tanpa menunggu lama mendorong pelan tubuh Embun sampai punggung Embun membentur pelan.dinding lift. Telapak tangan Luke dengan sempurna melindungi bagian belakang kepalanya Embun dari benturan dinding lift.


Luke menatap dalam kedua bola mata Embun dan sembari mengusap lembut pipi Embun dengan punggung tangan, ia berkata, "Kau sangat menggemaskan tadi. Saat kau berkata sinis dan mempertegas kepemilikanmu atas aku, kamu tampak sangat menggemaskan" Luke lalu mencubit dagu Embun dan mengusap bibir Embun dengan ibu jarinya.


"Mas mau melakukan apa? Kita ada di dalam lift sekarang"


"Lift ini nggak ada kamera CCTV dan akan langsung terbuka di ruang kerjaku. Jadi, aku bisa melakukan apapun yang aku mau di sini" Luke lalu mengecup bibir Embun.


Embun tiba-tiba memukul dada bidangnya Luke dan sembari mendelik dia bertanya, "Berapa banyak wanita yang Mas perlakukan seperti ini? Berapa banyak wanita yang pernah Mas cium di lift ini?"


Luke sontak menengadahkan kepalanya ke atas untuk melepas tawa riangnya.


"Kenapa malah tertawa? Aku nggak sedang melucu, Mas"

__ADS_1


Luke menunduk kembali untuk menatap dalam mata Embun, lalu presdir super tampan itu berucap sembari mencubit dagu Embun, "Kamu yang pertama kali"


"Bohong! Mas pasti pernah punya pacar, kan? Aku yang mungil, kurus kering, dan hanya wanita biasa aja punya pacar. Jadi, orang yang setampan dan sehebat Mas pasti punya pacar, kan? Mas tahu pacarku, tapi aku nggak pernah tahu soal pacar Mas"


Luke yang masih menatap dalam matanya Embun mengusap bibir Embun dengan ibu jarinya sambil berucap,"Iya aku punya pacar dan aku belum putus Aku belum putuskan dia karena dia ada di luar negeri saat ini. Aku akan putuskan dia pas dia balik lagi ke sini. Dan sejak menikah denganmu, aku nggak pernah menghubunginya"


Embun mengerucutkan bibir sambil bergumam lirih, "Kalau nggak pernah balik ke sini, nggak pernah putus dong"


Luke langsung menunduk untuk memagut bibir Embun dan berkata di sana, "Aku akan setia. Dan saat ini aku hanya ingin fokus untuk memberimu hadiah atas sikap keren kamu tadi"


Saat kedua tangan Embun bergerak ingin menggapai wajah Luke, Luke langsung mengangkat kedua tangan Embun ke atas sampai melampaui kepala Embun dan menekan kedua tangan itu di dinding lift tanpa melepaskan bibirnya Embun.


Luke menggigit pelan bibir Embun agar Embun membuka bibir. Di saat Embun membuka bibir, lidah Luke langsung melesat masuk dan menari-nari indah untuk menjelajahi rasa manis yang ada di mulut Embun.


Saat Luke melepas tangan Embun, Embun langsung menggelungkan kedua lengannya di tengkuk Luke di saat kedua kakinya melemas. Seketika itu juga, Luke mengerang lirih dan langsung membopong tubuh mungil istrinya. Luke terus mengajak Embun berciuman sambil membuka pintu lift.


Embun melenguh dan membiarkan Luke menyanderanya dengan lidah dan membiarkan suami tampannya itu menjelajahi mulutnya dengan bebas. Saat Luke sudah merasa bosan dengan mulutnya Embun atau karena ingin mengambil napas, Luke menarik bibirnya dari bibir Embun dan merebahkan tubuh Embun terlentang di atas kasur.


Lalu, pria tampan itu menyusupkan wajah ke leher Embun dan memberikan hiburan kecil di sana hingga membuat Embun merintih lirih.


"Berteriaklah kalau kau ingin berteriak! Tidak akan ada yang mendengar" Luke berkata di atas kulit lehernya Embun sebelum ia menggigit lagi kulit lehernya Embun. Embun sontak berteriak kaget dan membenamkan kuku jari jemarinya di punggung Luke yang entah kapan sudah tidak dibalut sehelai kain pun.


Luke menyeringai senang, lalu ia menurunkan bibirnya hingga sampai di dada. Dia memainkan bibirnya di sana sambil membuka satu per satu kancing blusnya Embun.


Tanpa permisi, Luke menarik blus Embun dan melemparkannya ke sembarang arah.


Embun menjerit kaget dan langsung menutup dadanya dengan menyilangkan tangan di depan dada


Luke tersenyum geli melihat keluguannya Embun dan sambil berkata, "Ngapain ditutupi? Aku sudah lihat semuanya semalam" Ia melepas pelan silangan tangan Embun itu.


Embun sontak memerah wajahnya dan Luke sontak menggemakan tawanya di udara bebas, lalu berkata, "Kenapa kamu bisa selugu ini dan bisa sangat menggemaskan begini"


Karena ia tidak ingin Luke terus memandangi wajahnya, Embun menarik tengkuk Luke dan mengajak Luke untuk bericuman lagi. Luke membiarkan Embun mengambil inisiatif dan menguasai ciuman itu.


Luke kemudian membiarkan Embun mendorong dadanya di saat ia merasakan istrinya itu perlu untuk mengambil napas. Luke langsung menunduk untuk memagut puncak dadanya Embun, satu per satu sampai kedua puncak itu menyerah penuh kepadanya


Luke kemudian berbaring di sisinya Embun dengan tangan menangkup dada Embun dan sambil memainkan puncaknya dia menatap Embun yang berbaring miring memandanginya, pria tampan itu berkata, "Aku menyukai saat-saat seperti ini"


Embun meletakkan kedua tangannya di dada suaminya dan bertanya, "Saat-saat ini?"


"Saat bangun tidur bisa melihat wajah kamu seperti ini, saat kita saling menjelajah diri kita seperti ini dan saat kau menatapku seperti ini. Apa kau tahu, kau memiliki ketiak yang indah dan lekuk tubuh yang sempurna" Luke berucap sambil terus memainkan puncak dadanya Embun.


Embun langsung memajukan tubuhnya untuk memeluk pinggang Luke dan menyembunyikan wajah memerahnya di dada Luke.


Luke mengusap rambut Embun dengan tawa bahagia. Setelah mencium pucuk kepala Embun, dia menyelimuti Embun sambil bangun.


Sewaktu Luke memakai kembali kemejanya, Embun langsung bertanya, "Mas mau ke mana?"


"Mengambil makan siang. Kita, kan, belum makan siang"


"Kita akan makan siang di ranjang?"


"Iya. Karena setelah makan nanti, aku masih ingin mengeksplore tubuh kamu" Luke mengedipkan mata dan Embun langsung menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang merona malu. Luke melangkah keluar dari kamar dengan tawa bahagia dan bergumam, "Istriku memang sangat menggemaskan"

__ADS_1


__ADS_2