
Daniel mengantarkan Chika ke rumah sakit setelah ia dan Chika berganti baju di rumahnya Luke. Daniel meminjam bajunya Luke seijin Maria Donovan.
Maria Donovan duduk di sebelah Luke yang tengah menunggu Embun di ruang tunggu UGD sewaktu Embun diperiksa oleh dokter jaga UGD.
Luke menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan yang bertumpu pada siku yang diletakkan di atas pahanya.
"Embun pasti baik-baik saja. Istri kamu anak baik. Dia pasti dijaga oleh Tuhan dan akan baik-baik saja"
Luke bergeming dan kembali terisak.
Saat Embun dinyatakan selamat dan kondisinya stabil, Alex Norman yang menunggu di kejauhan tersenyum penuh syukur dan pria tampan berambut gondrong itu melangkah meninggalkan UGD untuk kembali bekerja.
Maria langsung merangkul bahu Luke dan mengelus-elus bahu cucu kesayangannya dalam diam dengan rintik air mata.
Sesampainya di rumah sakit, Daniel langsung berkata ke Chika saat dokter memeriksa wanita itu, "Aku tinggal sebentar. Aku laper mau beli makan"
"Aku juga mau. Belikan aku sandwich dan lemon tea hangat, ya" Sahut Chika.
"Oke" Sahut Daniel dan ia langsung meninggalkan Chika yang tengah mendapatkan perawatan oksigen dan infus vitamin di ruang One Day Care. Pria tampan itu bergegas mencari Luke Donovan ke ruang rawat inap VVIP.
Selang beberapa menit, Daniel diijinkan masuk ke dalam ruang rawat inap VVIP itu untuk menemui Luke Donovan.
Daniel melihat Luke tengah duduk di tepi ranjang dan tangan Luke terus menggenggam erat tangan Embun.
Luke terpaksa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Embun untuk menatap Daniel dan bertanya, "Ada apa?"
"Aku ingin melihat kondisi Kakak ipar dan syukurlah kalau Kakak ipar selamat. Semoga Kakak ipar cepat pulih" Sahut Daniel.
"Terima kasih" Sahut Luke dengan wajah dan nada suara sedih.
"Aku juga mau melaporkan sesuatu, Kak"
"Apa itu?"
"Ini soal Chika"
__ADS_1
"Bagiamana keadaannya? Makasih kamu sudah menyelamatkan dia tadi"
"Chika baik-baik saja. Dia hanya menelan dikit banget kaporit dan saat ini dia ada di ruang One Day Care di lantai satu rumah sakit ini"
"Syukurlah"
"Chika pembohong besar, Kak. Dari dulu ia wanita yang egois. Kakak Jangan percaya lagi sama dia mulai sekarang"
"Kau kenal baik dengan Chika?"
"Iya. Kami satu kelas dulu waktu kami masih SMA. Aku dan dia juga pernah berpacaran waktu SMA, tapi cuma sebentar. Aku nggak tahan dengan sikap manja dan egoisnya"
Luke diam tertegun.
"Kakak lihatlah rekaman ini kalau Kakak masih ragu denah. apa yang aku katakan"
Luke menerima ponselnya dengan tangan kiri karena tangan kanannya masih belum rela melepaskan tangan Embun.
"Chika bisa berenang. Dia pura-pura tenggelam saat ia melihat Kakak berlari ke kolam renang. Chika juga yang telah menarik Kakak ipar ke tepi kolam renang dan mendorongnya sampai Kakak ipar jatuh terjengkang ke kolam renang"
Luke menyerahkan ponselnya Daniel kembali ke pemiliknya dan masih diam membisu.
Mendengar kata Alex Norman, Luke refleks mengepalkan tangan kirinya. Namun, pria super tampan itu masih malas untuk bersuara.
"Lalu, tiba-tiba anak buahnya Reyhan berteriak kalau Chika berlari keluar alih-alih duduk di panggung untuk melakukan pemotretan"
"Terima kasih untuk info kamu. Aku akan menyikapinya nanti"
"Baiklah, Kak. Aku permisi dulu kalau gitu" Sahut Daniel.
"Hmm" Sahut Luke.
Tiga puluh menit berikutnya, Daniel masuk ke ruang One Day Care dan langsung mendapatkan semprotan, "Kenapa lama sekali?!"
"Antri lah. Kamu minta dibelikan sandwich dama lemon tea hangat, kan? Nih!" Daniel langsung menyodorkan paper bag mini ke Chika.
__ADS_1
Chika menerima paper bag itu dan berkata, "Bantu aku mencari Luke. Dia pasti bawa Embun ke sini. Ini, kan, rumah sakit miliknya Nyonya Maria Donovan. Ada di lantai berapa kamar rawat inapnya Embun?" Chika berucap sembari sesekali menyeruput lemon tea hangat.
"Kak Luke udah ada rapat di luar kota beberapa hari ini"
"Hah?! Kok dia nggak bilang dan pamit ke aku?"
"Berangkatnya dadakan. Aku aja yang kasih tahu Rendy"
"Kalau gitu, antar aku ke kamarnya Embun. Aku ingin lihat dia"
"Kamarnya dijaga ketat. Kamu tidak diijinkan masuk karena kamu yang sudah bikin Kak Embun celaka"
Chika langsung mendengus kesal dan akhirnya berkata, "Antarkan aku pulang kalau gitu"
"Ke mana?" Tanya Daniel.
"Ya, ke rumah Luke lah. Aku, kan, tunangannya. Aku juga harus berada di sana, jadi pas Luke pulang dari luar kota nanti, aku bisa langsung menyambutnya untuk melepas rindu" Chika tersenyum lebar.
Daniel tersenyum lalu berkata, "Oke lah. Terserah kamu saja"
Luke kembali menoleh ke Embun saat ia mendengar Embun berteriak cukup keras dengan kepala bergerak-gerak ke kanan dan ke kiri, "Mas Luke, Mas, Mas Luke! Jangan tinggalkan aku! Aku sangat rindu padamu Mas Luke.
Luke sontak menangkup wajah Embun untuk mengehentikan gerakan kepala Embun, lalu ia mengecup bibir Embun dan berkata, "Aku di sini, Mbun. Aku di sini. Ayo buka mata kamu dan lihatlah aku!"
Namun, Luke harus menghela napas kecewa saat ia melihat Embun belum juga membuka kedua kelopak matanya.
Maria Donovan masuk ke kamar rawat inapnya Embun setelah menemui tim dokter yang menangani Embun. Wanita itu menepuk punggung Luke, "Nenek tadi dengar Embun memanggil nama kamu"
"Iya, Nek. Tapi, dia masih belum membuka matanya" Luke berkata dengan wajah murah dan nada sedih.
"Kamu yang sabar, ya? Nenek akan menjemput Dino. Kamu Nenek tinggal sebentar nggak papa, kan?"
"Hmm. Bawa Dino ke sini, ya, Nek. Siapa tahu kalau Embun mendengar suara Dino, Embun langsung membuka kedua matanya"
"Iya" Sahut Maria Dominan.
__ADS_1
Sepeninggal neneknya, Luke menempelkan keningnya ke kening Embun dan berkata di sana, "Benar apa kata kamu, Mbun. Otakku menyuruhku untuk terus membenci kamu. Tapi, hatiku terus berkata tidak. Terbukti saat ini, Mbun. Otakku tidak menyimpan memori adanya keberadaan kamu di hidupku. Tapi, hatiku terasa sangat pedih dan sangat sedih melihatmu terbaring lemah seperti ini. Cepatlah sadar..........Sayang. Hatiku menyuruhku memanggilmu Sayang di saat otakku menyuruhku meninggalkanmu dan aku menuruti kata hatiku, Sayang. Jadi, cepatlah sadar. Buka mata kamu dan lihatlah aku! Aku masih setia menjagamu, Sayang"
Kata sayang terakhir yang keluar dari mulut Luke berhasil membuat Embun membuka Kedua kelopak matanya.