Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Extra Part


__ADS_3

Monalisa pacarnya Rendy kembali dibuat geram. Saat ia berkencan asyik dengan Rendy di sebuah gedung bioskop, telepon genggamnya Rendy kembali berdering dan Rendy kembali meninggalkannya sendirian.


Monalisa langsung bergumam geram, "Dasar Luke Donovan gila! Dia selalu saja menganggu kencanku dengan Rendy"


Saat Chika berlari keluar dari dalam kamar sambil bergumam kebingungan, "Kenapa aku bisa tidur dengan pria jelek itu? Di mana Luke?" Seorang pria bertopi dan berjaket kulit hitam langsung mencekal lengan Chika sambil berkata, "Ikut saya ke kantor polisi!"


Chika sontak berteriak, "Lepaskan aku! Apa salahku kenapa aku dibawa ke kantor polisi? Lepaskan aku!!!!!!"


Pria bertopi dan berjaket kulit hitam itu memborgol tangan Chika sambil berkata, "Anda menyebabkan Tuan Luke Donovan menuntut Anda atas semakin parah amnesianya karena Anda memberikan kapsul kosong ke Tuan Luke Donovan selama tiga tahun belakangan ini, Anda sengaja mencelakai Istri Tuan Luke Donovan dengan mendorongnya ke kolam renang, Anda juga terbukti memberikan obat perangsang untuk Tuan Luke Donovan hari ini di kamar VVIP nomer lima belas. Sekarang ikut saya ke kantor polisi!" Pria itu menyeret paksa kedua tangan Chika yang sudah diborgol. Chika terus berusaha menahan langkahnya sambil berteriak, "Aku tidak mau dipenjara! Lepaskan aku!!!!!"


Sementara itu di kamar VVIP nomer lima belas, Embun terbangun di jam sebelas siang. Dia mendongak dan jari telunjuknya menyentuh alis, bulu mata Luke, lalu menyusuri hidung mancungnya Luke. Setelah jari telunjuk itu menyentuh lembut bibir Luke, Embun mendaratkan ciuman di pipi Luke dengan senyum lebih cinta. Kemudian wanita cantik berambut panjang bergelombang itu turun perlahan dari tempat tidur dan berjingkat ke kamar mandi. Doa mandi air hangat untuk meredakan pegal-pegal di sekujur badannya setelah suami tercintanya menghajar tiga ronde di malam hari dan dia ronde di pagi hari.


"Mas Luke ternyata perkasa banget. Dia nggak ada lelahnya kalau soal pergulatan panas di ranjang" Embun menggosok tubuhnya dengan sabun sambil tersenyum penuh cinta.


Lima belas menit kemudian, Embun keluar dari dalam kamar mandi sambil mengusap rambut basahnya dengan handuk kecil. Luke yang tengah menelepon di depan televisi langsung mematikan ponselnya dan menarik Embun untuk duduk di atas pangkuannya. Luke kemudian mengambil handuk dari tangan Embun dan membantu Embun mengeringkan rambut istri cantiknya dengan handuk itu.


"Kamu ternyata kalau dikasih lampu hijau langsung tancap gas dan tak kenal kata lelah, Mas" Embun menatap suaminya dengan wajah merona malu.


Luke tersenyum penuh cinta dan berbisik di telinga Embun, "Kalau dikasih lagi aku mau"


Embun langsung mencubit kedua pipi Luke dengan mesra sambil berkata, "Aku bisa masuk angin kalau disuruh keramas lagi"


Luke langsung menggemakan tawa riangnya.


Lalu pria tampan itu berucap, "Aku juga nggak tega melihat kamu kecapekan seperti ini. Maafkan aku, ya, Sayang"


Embun langsung memeluk kepala suaminya dan berkata, "Karena kamu sangat tampan dan hebat di ranjang, aku memaafkan kamu, Mas"


Luke kembali menggemakan tawa riangnya.


Luke kemudian menarik kepalanya dari dekapan Embun untuk berkata, "Aku mau mandi, tapi bantu aku gosok punggungku. Aku merindukan momen kamu menggosok punggungku"


"Ayo!" Embun langsung bangkit berdiri dan menarik tangan Luke menuju ke kamar mandi.


Saat mereka pasangan suami istri yang dimabuk cinta itu keluar dari dalam kamar mandi, langsung terdengar jerit riangnya Dino, "Ayah! Bunda!" Anak kecil tampan itu langsing melompat dan Luke sontak menyambar tubuh Dino sambil berkata, "Ayah kangen banget sama Dino"


Dino menggelungkan lengan mungilnya di leher kokoh ayahnya dan dengan wajah semringah ia berkata, "Dino juga kangen banget sama Ayah"

__ADS_1


"Sama Bunda, nggak?" Embun memeluk tubuh Dino yang masih digendong Luke, dari arah belakang.


Dino menoleh ke belakang dan berkata, "Tentu saja kangen. Dino kangen banget sama Bunda"


Luke langsung memandang Dino dengan semringah, lalu bertanya, "Dino mau punya adik?"


Dino langsung menatap ayahnya dan berkata, "Mau!!!! Mau banget"


Embun langsung mencubit pinggang Luke dengan gemas dan Luke langsung mengaduh, "Aduh!"


Dino menautkan alisnya dan bertanya, "Kenapa, Yah?"


Luke langsung memasang wajah mewek sambil berkata, "Ayah dicubit Bunda"


Dino langsung menoleh ke belakang dan berkata, "Bunda kenapa mencubit Ayah?"


"Karena, Ayah kamu jahil"


"Ayah nggak boleh jahil sama Bunda!" Dino langsung menoleh ke ayahnya dan Luke langsung menggemakan tawanya dan sambil menciumi wajah tampan putra kecilnya ia berkata, "Ayah gemas banget punya anak secerdas ini"


Lalu, Luke mengajak anak dan istrinya sarapan di restoran hotel tersebut.


"Syukurlah. Aku akan memberikan tuntutan yang seberat-beratnya karena ia sudah berani membuatku hilang ingatan dan berani tidak memberikan obat selama ini ke aku. Yang lebih membuatku geram adalah ia sudah berani mencelakai Embun"


"Iya benar. Nenek setuju kalau kamu akan berikan tuntutan dengan pasal berlapis. Biar Chika dipenjara cukup lama dan bisa bertobat di dalam penjara"


"Hmm" Sahut Luke.


Luke kemudian memegang tangan Dino dan Embun sambil berkata, "Nek, aku ingin ajak Dino dan Embun berlibur"


"Baiklah. Berlibur sana! Nenek akan mengurus semua permasalahan di sini"


"Tapi, liburannya setelah syuting kelar, Mas. Nggak enak kalau aku tidak menyelesaikan syuting. Aku bukan tipe orang yang suka lari dari tanggung jawab"


"Iya, kamu boleh selesaikan syuting dan kapan itu?"


"Besok, kan, Nek"

__ADS_1


"Iya, besok. Cuma butuh tiga hari Nenek kira"


"Oke, aku ijinkan"


"Makasih, Mas"


"Tapi, aku akan menemani kamu terus selama syuting berlangsung"


"Hah?! Kan, nggak enak sama yang lain kalau Mas terus menunggui aku syuting"


"Pokoknya aku harus tungguin kamu. Ada Alex Norman, kan? Aku nggak mau pria itu macam-macam sama kamu. aku udah ingat semuanya. Pria itu pernah suka sama kamu dan kalau pria itu belum punya cewek sampai sekarang, berarti dia masih suka sama kamu"


"Iya benar. Om Alex Norman pernah......." Dino tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena Embun langung menutup mulut Dino.


"Pernah apa?" Luke langsung menautkan kedua alisnya.


"Pernah membelikan Dino es krim, lalu membelikan Dino mainan dan ajak Dino jalan-jalan. Iya, kan, Dino?"


Dino yang masih ditutup mulutnya dengan telapak tangan bundanya hanya bisa mengangguk-angguk polos.


Maria Donovan langsung mengulum bibir menahan geli dan Dino langsung menyahut saat Embun menarik tangannya, "Aku juga mau ikut menemani Bunda syuting"


Embun langsung menoleh ke Maria Donovan untuk berkata, "Punya dua bodyguard kayak gini ternyata susah juga, ya, Nek"


Dan keesokan harinya, Luke beneran mengantarkan Embun ke lokasi syuting dan langsung menarik Embun masuk ke ruang khusus untuk Presdir.


Luke mengangkat tubuh Embun di atas meja dan Embun langsung berteriak kaget, "Mas! Ada banyak orang di sini. Jangan macam-macam! Lagian sebentar lagi aku harus berganti kostum dan berdandan"


"Aku cuma mau membetulkan tapi sepatu kamu" Luke berjongkok dan membetulkan tapi sepatu Embun yang lepas. Namun, bukanlah Luke kalau tidak jahil. Dia menyusurkan bibirnya dari pangkal kaki Embun sampai ke atas. Embun mengelus rambut suaminya dan sambil tersenyum dia berkata, "Tuh, kan, katanya cuma membetulkan tapi sepatu"


"Hahahaha, habisnya kamu wangi banget dan........."


"Ehem!"


Mendengar suara orang berdeham, Luke sontak bangkit berdiri dan lututnya membentur bangku cukup keras. Luke berdiri tegak dan sambil mengaduh ia menoleh ke asal suara.


Alex Norman berdiri di tengah pintu yang terbuka lebar dan berkata, "Syuting akan segera dimulai. Kamu harus ke ruang ganti, Mbun"

__ADS_1


Luke mengecup bibir Embun di depan Alex Norman dan Embun langsung merosot turun lalu berlari kecil meninggalkan Alex dan Luke.


Alex dan Luke bersitatap dalam diam.


__ADS_2