Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Sukses


__ADS_3

Maria Donovan dan Embun hanya bisa menghela napas panjang ketika Dino terus menempel ayahnya.


"Sayang, Ayah butuh istirahat. Dino pulang sama Nenek buyut, ya?"


Dino langsung memeluk ayahnya dan berkata, "Nggak mau! Dino mau bobok sini sama Ayah"


"Baiklah kalau begitu. Kita tidur di sini semua malam ini" Sahut Maria Donovan sembari merebahkan diri di atas bed yang disediakan untuk penunggu.


Embun langsung menyelimuti Maria Donovan dan bertanya, "Nenek nggak capek tidur di sini?"


"Nggak. Nenek bisa tidur di mana saja" Maria tersenyum ke Embun.


Embun mencium kening Maria Donovan dan berkata, "Selamat tidur, Nek"


Maria Donovan mengelus pipi Embun dan berkata, "Kamu juga jangan terlalu capek! kalau ngantuk tidur aja biar Luke mencet bel manggil suster kalau butuh apa-apa"


"Iya, Nek" Sahut Embun dengan senyum tulus.


Saat Embun kembali ke bed-nya Luke, perempuan itu melihat anak dan suaminya sudah lelap tertidur. Lalu, Embun menyelimuti anak dan suaminya.Kemudian mantan model itu melangkah ke sofa untuk merebahkan tubuh lelahnya.


Keesokan harinya seorang dokter masuk ke kamar rawat inapnya Luke dan Luke langsung mendekap tubuh putranya sambil berkata, "Dokter itu nggak lihat kita. Kita mengulang saat ini. Dia nggak melihat kita"

__ADS_1


Dokter tersebut tersenyum geli dan berkata, "Dokter sayangnya punya penglihatan super kayak Superman. Jadi, Dokter bisa melihat kalian berdua, hehehehe"


Luke sontak mendengus kesal dan melotot saat.dokter itu kembali berkata, "Dino, anak cakep, Pak Dokter pinjam Papanya sebentar, ya? Papa Dino harus bersiap masuk ke kamar operasi sekarang"


"Kalau aku belum siap gimana? Aku takut masuk kamar operasi"


"Dino kasih ciuman semangat untuk Ayah. Dino juga udah doakan Ayah semalam dan pagi bangun tidur tadi. Ayah harus berani" Dino mencium kening Luke lalu merosot turun dari ranjang dan langsung digendong Maria Donovan untuk dibawa keluar dari kamar.


Embun langsung memeluk Luke dan berkata, "Mas harus berani. Biar Mas cepat sembuh dan bisa jalan-jalan ke Jepang secepatnya"


Luke bertanya, "Kalau aku nanti cacat dan pakai tongkat kau tidak akan malu berjalan di sampingku? Kau tidak akan pergi dariku?"


"Aku mencintaimu apa adanya, Mas. Mau kamu pakai tongkat atau nggak, aku akan tetap mendampingi kamu tanpa malu, Mas. Aku akan selalu ada di samping kamu dalam suka maupun duka"


Luke langsung mendelik dan berkata, "Kalau aku sembuh nanti, aku akan jitak kamu"


Theo kembali tergelak geli.


Embun mencium kening Luke dan berkata, "Siap, kan, Mas?"


Luke akhirnya berkata, "Baiklah. Aku siap dioperasi"

__ADS_1


Operasi berjalan lancar dan sukses. Luke dibawa masuk ke ruang rawat inap VVIP kembali. Embun setia berada di sisi Luke.


Waktu berganti hari, hari berganti bulan, dan bukan berganti tahun, Embun setia mendampingi Luke yang terus menjalani kemoterapi dengan emosi yang naik turun. Embun juga selalu membantu Luke kala Luke muntah-muntah di malam hari dengan penuh cinta dan tanpa mengeluh. Hingga tiba di hari di mana Luke kembali berhadapan dengan dokter yang menanganinya.


Embun dan Luke saling memegang tangan dengan erat saat dokter tersebut membuka amplop cokelat yang berisi hasil testnya Luke.


"Bagiamana, Dok? Apa hasilnya?" Tanya Embun dengan tidak sabar.


"Selamat! Berkat cinta kalian berdua dan usaha kalian berdua yang solid, Luke sudah terbebas dari kanker seratus persen"


Luke langsung memekik, "Puji Tuhan" Dan memeluk istri yang sangat ia cintai dan sayangi.


"Terima Kasih, Sayang" Ucap Luke sambil mempererat pelukannya.


Satu bulan setelah dinyatakan bebas dari kanker seratus persen, Like mengajak neneknya, anak dan istrinya, liburan ke Jepang.


...❤️❤️❤️❤️The End❤️❤️❤️❤️...


Promo Novel baru yang nano-nano. Ada sedihnya, ada lucunya, dan ada gemesnya.


__ADS_1


Novel kedua tentang pengkhianatan yang dikemas beda.



__ADS_2