Kesayangan Tuan Luke

Kesayangan Tuan Luke
Tunggu Aku


__ADS_3

"Operasi berjalan sukses. Tuan muda hanya mengalami lecet di sekujur tubuhnya. Namun, semoga saja pendarahan di otaknya bisa segera pulih" Ucap salah satu dari tim dokter yang menangani operasi otaknya Luke Donovan.


"Apa efek terburuk dari operasi itu?" Tanya Maria Donovan.


"Amnesia atau koma Tapi, semoga tidak ada efek buruk apa pun. Kita tunggu sampai Tuan muda sadar. Kalau tidak sadar dalam waktu dua jam lebih, maka Tuan muda akan koma untuk waktu yang tidak bisa ditentukan. Kalau bisa sadar, semoga saja tidak mengalami amnesia"


"Terima kasih, Dok"


Setelah para tim dokter keluar meninggalkan ruang VVIP tempat Luke menginap di rumah sakit itu, Maria Donovan merapikan selimut cucu tunggal kesayangannya dan berkata dengan nada dan raut muka sedih, "Masalah besar yang satu sudah selesai kenapa harus muncul masalah besar lagi? Embun belum bisa ditemukan Luke"


Tiba-tiba nomer ponselnya Maria Donovan berbunyi cukup nyaring dan dengan sangat terpaksa, wanita berumur kepala enam yang masih terlihat sangat cantik itu, bangkit berdiri dan keluar dari kamar VVIP itu untuk menerima telepon.


Di saat Maria Donovan menerima telepon, Chika mengendap-endap masuk ke dalam kamar itu dan wanita itu langsung merebahkan kepalanya di dada bidangnya Luke. Penari balet tingkat Internasional itu, menangis sesenggukan di sana sambil terus bergumam, "Jangan mati Luke. Maafkan aku. Maafkan aku"


"Siapa kamu?! Kenapa kamu menangis dan terus mengatakan kata maaf?"


Chika terkejut setengah mati dan sontak mengangkat kepalanya. Sewaktu ia bersitatap dengan kedua bola mata Luke, Chika langsung bertanya, "Kau tidak ingat sama aku?"


Luke mendesis dan sambil menyentuh pelan pelipisnya yang masih dibalut kasa antiseptik, ia menggeleng pelan.


"Lalu, kau ingat siapa diri kamu sendiri?"


"Aku tidak ingat. Siapa aku?"


Chika langsung mengusap sisa air mata di pipinya lalu berucap dengan wajah semringah, "Aku pacar kamu. Sebentar......." Chika mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto-foto mesra dirinya bersama Luke. Lalu, wanita itu memasukkan kembali ponsel itu ke dalam saku dressnya dan kembali berkata, "Namaku Chika dan kamu adalah Luke Donovan. Kamu Presdir di Grup Donovan"


Luke yang masih menyentuh pelan pelipisnya sontak berkata, "Kenapa aku bisa jadi Presdir? Aku, kan, masih dua puluh tahun"


"Hah?!" Chika berteriak kaget berbarengan dengan teriakan kagetnya Maria Donovan.


Chika sontak berputar badan dan langsung memegang tangan Luke dengan sangat erat saat Maria Donovan mendelik ke arahnya.


"Siapa kamu?" Luke menatap Maria Donovan.


"Kamu, kamu! Kenapa kau bisa begitu tidak sopan sama Nenek kamu sendiri, Luke. Dan kenapa kau ada di sini wanita Iblis? Keluar?!"


Luke menahan Chika saat Chika hendak melangkah pergi. Chika sontak menoleh ke Luke dengan wajah penuh tanda tanya.


"Kenapa kau tahan tangan wanita Iblis itu? Dia yang menyebabkan kamu celaka, Luke"


"Aku tidak kenal kalian semua. Aku bahkan tidak kenal dengan diriku sendiri. Aku bahkan tidak ingat dengan namaku. Wanita ini yang pertama kali aku lihat dan dia yang memberitahu siapa namaku dan dia yang aku dapati menunggui aku sambil menangis. Dia juga sudah meminta maaf berkali-kali tadi. Lagian, dia pacarku. Ada bukti fotoku dan dirinya. Untuk itulah, aku ingin dia ada di dekatku saat ini"


Maria mendelik ke Chika dan Chika langsung menundukkan wajahnya.


Maria lalu menelepon ketua tim dokter yang menangani Luke untuk memberitahukan ke dokter tersebut kalau Luke sudah sadar, tapi ada sesuatu yang ganjil di diri Luke.


Beberapa jam kemudian, ketua tim dokter yang menangani Luke Donovan, berdiri berhadapan dengan Maria Donovan untuk memberikan penjelasan terkait kondisinya Luke Donovan, "Tuan muda mengalami amnesia, Nyonya. Kami ikut prihatin"


Rendy tergopoh-gopoh masuk ke ruang rawat inapnya Luke setelah ia selesai mengurus adminstrasi rumah sakit dan langsung berdiri di samping Maria Donovan sambil menghunus tatapan tajamnya ke Chika.


Chika masih belum berani mengangkat wajahnya dan tangannya masih menggenggam erat tangannya Luke.


"Untuk berapa lama?" Maria Donovan memegang lengan Rendy untuk mencari tambahan kekuatan di saat kakinya melemah dan hatinya terguncang hebat mengetahui cucu kesayangannya mengalami amnesia.


"Dan saat ini, Tuan muda hanya percaya dengan orang yang pertama kali ia lihat saat ia sadarkan diri. Wanita itu, harus berada di sisi Tuan muda untuk menjaga kestabilan kesehatan fisik luar dan dalam Tuan muda khususnya di bagian otak"


Chika yang masih menunduk langsung mengulas senyum senang mendengar saran yang diucapkan oleh ketua tim dokter itu.


Maria Donovan langsung menyesali waktu di mana dia harus meninggalkan Luke untuk menerima telepon.


Maria Donovan makin erat menggenggam lengan Rendy saat ia bertanya, "Untuk waktu berapa lama wanita itu harus terus berada di dekatnya Luke?"


"Sampai Tuan muda bisa mengingat kembali semuanya"


"Kenapa harus seperti ini?"

__ADS_1


"Dan satu lagi, Nyonya. Tuan muda merasa kalau dia masih berumur dua puluh tahun sekarang ini. Jadi, Anda dan semua orang di sekitar Tuan muda harus menyesuaikannya"


"Baiklah. Terima kasih, Dok" Sahut Maria Donovan.


Setelah satu Minggu berbaring di rumah sakit, Luke Donovan akhirnya diijinkan pulang. Chika yang merasa ada di atas angin, karena Luke hanya memercayainya, langsung mengantarkan Luke pulang ke kediaman pribadinya Luke tanpa seijin Maria Donovan.


Maria Donovan, Rendy, dan Dona yang datang terlambat hanya lima menit saja, sudah tidak menemukan Luke di kamar rawat inapnya Luke.


"Dia bawa ke mana Luke?" Maria menggeram kesal.


"Kita cek ke kediaman Tuan muda dulu Nyonya. Kalau tidak ada, saya akan ke apartemen wanita Iblis itu"


"Baiklah" Sahut Maria.


"Kamu akan bawa aku ke mana?" Tanya Luke dengan ekspresi dingin.


"Tentu saja ke rumah kamu"


"Kamu tahu di mana rumahku?"


"Tentu saja tahu. Aku, kan, pacar kamu. Kamu sering mengajakku menginap di rumah kamu" Chika kembali menambah daftar kebohongannya.


"Begitu, ya?" Sahut Luke dengan wajah datar.


Aku akan antarkan kamu ke kediaman pribadi kamu, karena aku ingin melihat isi rumah pribadi kamu, Luke dan sebentar lagi aku akan jadi nyonya muda di sana. Batin Chika.


Begitu sampai di kediaman pribadinya, Luke Donovan langsung dituntun kepala pelayan rumah itu untuk masuk ke kamarnya dan Chika langsung mengekor sembari menarik koper yang berisi baju-bajunya Luke.


Begitu sampai di dalam kamarnya Luke Donovan, Chika meminta kepala pelayan itu untuk keluar.


Chika kemudian menoleh ke Luke dan wanita itu sontak mengumpat kesal di dalam hatinya saat Luke berdiri di depan foto pernikahannya Luke yang terpasang memenuhi dinding di atas ranjang mewahnya Luke Donovan.


"Kenapa ada foto pernikahan di kamar ini? Pria itu aku, tapi Kenapa wanita itu bukan kamu? Apa aku sudah menikah? Kalau aku sudah menikah kenapa aku punya pacar?" Luke sontak menoleh tajam ke Chika.


Chika sontak mengumpat kesal di dalam hatinya, sial! Ternyata Luke beneran sudah menikah dan aku melupakan soal foto pernikahan ini. Tapi, Istrinya Luke, kan, hilang kata Rendy. Jadi, aku akan aman-aman saja kalau aku mengarang cerita, dong.


Chika tersentak kaget dari lamunannya dan langsung berkata, "Kamu dijodohkan dengan wanita itu saat aku pergi ikut lomba balet di Italia. Kamu tidak pernah mencintainya, jadi wanita itu sadar diri dan akhirnya pergi meninggalkan kamu"


"Dia pergi begitu saja meninggalkan aku? Suaminya?"


"Iya, benar. Itu karena, kamu tidak mencintainya. Setelah Istri kamu pergi dengan pacar gelapnya, kamu pun ikut pergi untuk menjemput aku ke bandara dan di saat itulah kamu mengalami kecelakaan mobil. Makanya aku merasa bersalah. Kamu mengalami kecelakaan karena kamu mau menjemput aku ke bandara dan ......."


"Itulah kenapa kamu menangis di atas dadaku dan berulangkali meminta maaf padaku saat aku pertama kali sadar?"


Nah! Itu benar!" Sahut Chika dengan senyum lega.


"Bohong! Dia bohong, Luke!" Suara Maria Donovan menggelegar di kamarnya Luke.


"Wanita Iblis itu mengarang cerita, Tuan. Jangan percaya sama dia" Sahut Rendy.


"Jika dia bohong, kenapa di umurku yang masih dua puluh tahun ini, aku sudah menikah?"


Maria sontak menyahut dengan wajah frustasi, "Kamu itu udah nggak berumur dua puluh tahun lagi. Kamu itu sudah dua puluh tujuh tahun, Luke dan kamu.........."


"Aaarrrghhhhh! Sakiiitttt!!!" Tiba-tiba Luke memegang kepalanya dengan kedua tangannya dan berteriak kesakitan, lalu pria tampan itu terjatuh di kasur dan pingsan.


"Keluar kau! Keluarrrr!!!!!" Maria berlari mendekati Luke sambil melotot ke Chika.


Rendy langsung menyeret Chika untuk keluar dari kamarnya Luke. Rendy langsung mendorong Chika keluar dari kediamannya Luke Donovan dengan berteriak, "Pergilah dan jangan pernah lagi pijakan kaki kamu di sini!"


Chika masuk ke dalam mobil dan menyeringai, "Lihat saja besok. Aku akan datang lagi ke sini atas permintaannya Luke"


Keesokan harinya, Luke terbangun dan dia langsung mencari Chika dan bersikeras ingin bertemu dengan Chika. Maria Donovan akhirnya dengan sangat terpaksa menyuruh Rendy untuk menghubungi Chika.


Chika kembali melangkah masuk ke kediaman mewah itu dengan wajah sombong dan membuat Rendy ingin benar-benar mencekik wanita itu.

__ADS_1


Luke meminta Chika duduk di di dekatnya saat sarapan. Chika menatap Maria Donovan dengan senyum penuh kemenangan dan hal itu membuat Maria Donovan meradang lalu pergi meninggalkan Luke berdua saja dengan Chika. Maria memilih sarapan di kantornya.


Chika membantu Luke memakai sweater di awal musim penghujan. Di saat Chika berjinjit Ingin mencium Luke, Luke refleks mendorong keras tubuh Chika.


Chika tersentak kaget dan menyemburkan, "Kenapa kau mendorongku dengan sangat kasar? Kau tidak ingin menciumku? Kau tidak kangen sama aku?"


Luke mundur ke belakang sebanyak dua langkah, lalu berkata, "Maaf! Aku menerima kamu berada di sisiku. Tapi, aku sebenarnya juga belum sepenuhnya percaya sama kamu. Untuk itu, selama ingatanku belum pulih, aku tidak akan pernah mencium kamu"


Chika mendengus kesal, namun demi meneruskan sandiwaranya menjadi wanita lembut dan baik dia langsung berkata, "Baiklah. Aku akan ikuti apa mau kamu. Aku akan bersabar menunggu kamu mengingat kembali cinta indah kita berdua, Sayang"


Kata sayang yang keluar dari mulut Chika terasa sangat asing di telinga Luke dan yang membuat Luke semakin heran, di saat Chika mengucapkan kata sayang, jantung Luke tidak berdebar-debar.


Luke akhirnya keluar dari dalam kamar dan langsung berteriak, "Rendy?!"


Rendy langsung datang menghadap untuk bertanya, "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Aku saat ini berumur dua puluh tahun. Harusnya aku masih kuliah,kan?"


"Anda sudah lulus kuliah dan Anda sekarang ini adalah Presdir Grup Donovan, Tuan" Sahut Rendy.


Mata Luke langsung membulat sempurna dan dengan semringah dia berkata, "Wah! Berarti aku jenius, dong. Di umur dua puluh tahun aku sudah jadi Presdir"


Rendy ingin meluruskan ucapan Luke, namun akhirnya dia memilih untuk menghela napas panjang saja.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat ke kantor"


Chika berdiri di samping Luke dan langsung berkata, "Kamu baru saja keluar dari rumah sakit. Lebih baik di rumah dulu jangan bekerja dan ........"


Alih-alih menoleh ke Chika untuk menuruti saran Chika, Luke justru melangkah lebar meninggalkan. Chika sambil berkata, "Ayo Ren!"


Chika hanya bisa melongo menatap punggung Luke yang semakin menjauh.


Rendy langsung mengejar tuan mudanya sambil bertanya, "Ayo ke mana, Tuan?"


"Ke kantor. Aku pengen lihat kantorku"


"Anda ingat sesuatu, Tuan?" Tanya Rendy sewaktu ia melihat tuan mudanya berjalan mengelilingi ruangan sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru.


"Tuan? Anda ingat sesuatu?" Rendy kembali bertanya dengan wajah penuh harap.


"Nggak" Luke masih berjalan berkeliling sambil menggelengkan kepala.


Rendy menghela napas kecewa, lalu berkata, "Baiklah, Tuan. Kita masih punya banyak waktu dan saya akan membantu Anda mengintai kembali semuanya"


Luke kemudian duduk di kursi kerjanya dan bertanya ke Rendy, "Kenapa ada foto wanita ini? Kata Chika, wanita ini Istriku. Kalau aku tidak mencintainya, kenapa aku taruh foto dia di meja kerjaku?"


"Siapa bilang kalau Anda tidak mencintai Nyonya muda, Tuan?"


"Chika. Chika juga bilang kalau Istriku kabur dengan kekasih gelapnya. Kau dengar juga, kan, pas Chika bilang begitu"


"Jangan percaya sama wanita itu, Tuan. Dia itu licik dan........"


"Aku tahu. Aku tidak percaya sama dia. Tapi, aku juga tidak percaya sama kamu. Karena aku, sama sekali tidak ingat sama kamu. Aku hanya bisa percaya pada.diriku sendiri. Mana berkas kerjasama kita dengan pihak Santoso? Aku masih belum menandatanganinya, kan?"


Rendy tersentak kaget dan langsung menyerahkan berkas tersebut sambil bertanya, "Anda ingat kalau kita punya berkas yang belum ditandatangani dan itu adalah berkas kerjasama dengan pihak Santoso"


"Entahlah. Itu terlintas begitu saja di benakku. Aku berarti gila kerja. Oke, maka aku hanya akan menenggelamkan diriku di dalam pekerjaan"


Di dalam amnesianya Luke yang merasa dirinya masih berumur dua puluh tahun, ia tetap berhasil menjalankan bisnis Grup Donovan dengan sangat baik. Namun, Pria tampan itu berubah menjadi Luke yang gila kerja, dingin, dan kaku.


Luke hanya mau ditemani oleh Chika di jam sarapan, makan siang, maupun makan malam, tapi setiap kali Chika minta dicium, Luke selalu menolaknya.


Tiga tahun kemudian..................


Embun yang sudah menjadi foto model Internasional dan popularitasnya mampu mengalahkan popularitas Chika, terbang ke tanah air untuk menerima tawaran kerja sama menjadi bintang iklan di sebuah produk baru milik Grup Donovan. Embun menerima tawaran tersebut karena Maria Donovan sendiri yang menemuinya dan meminta pertolongannya Embun untuk memulihkan ingatannya Luke.

__ADS_1


Embun memangku putra tampannya yang masih berumur tiga tahun sambil bergumam, "Maafkan aku, Mas. Kesalahpahamanku di masa lalu menyebabkan kekacauan yang sebesar ini. Aku pulang untuk memperbaiki semuanya. Tunggu aku, Mas!"


__ADS_2