
"Sana tidur! Istri dan anak kamu sudah menunggu kamu di kamar. Apalagi Istri kamu. Dia baru saja pulang dari rumah sakit pasti kangen banget sama kamu" Maria Donovan berkedip jenaka di depan Luke.
Luke terkekeh geli dan sambil berdiri ia berkata, "Nenek emang paling juara kalau soal romantis-romantisan"
Maria Donovan langsung tergelak geli.
Luke masuk ke kamar dan melihat Embun masih mendongeng sambil menepuk-nepuk pelan pantatnya Dino.
Pria tampan itu masuk ke ruang ganti untuk memakai piyama tidurnya. Saat ia keluar dari dalam kamar ganti, Dino sudah lelap tertidur di dalam pelukan hangat bundanya.
Luke tidur miring di sisi ranjang yang lain dan langsung melihat wajah istrinya dengan mengerucutkan bibir.
"Ada apa, Mas? Mas mau makan lapar? Aku akan ........"
Luke langsung menarik tangan Embun sampai Embun kembali rebah di atas kasur sambil berkata, "Aku nggak lapar dan kamu jangan tinggalkan aku!"
"Lalu, kenapa Mas cemberut?"
"Kenapa kau selesaikan dongeng kamu cepet banget"
"Dino sudah tidur. Jadi, ya, aku hentikan dongengnya"
"Tapi, aku juga mau mendengarnya"
Embun terkekeh geli dan berkata, "Kamu ternyata masih suka mendengar dongeng, Mas"
"Apa dulu aku begitu?"
"Iya. Setiap malam kamu rebah di pangkuanku dan mendengar aku mendongeng untuk Dino yang masih ada di dalam kandunganku"
Luke langsung bangkit berdiri sambil menarik tangan Embun sambil berkata, "Kita ke sofa, yuk!"
Embun sontak bertanya, "Kenapa ke sofa, Mas?" Sambil mengikuti langkah suaminya yang terus menggandeng dan menarik tangannya menuju ke sofa.
Luke memegang kedua bahu Embun dan menurunkan tubuh Embun dengan pelan sampai wanita itu duduk di sofa. Lalu, tanpa menunggu lama Luke merebahkan kepalanya di atas pangkuannya Embun dan sambil tersenyum manis dia berkata, "Nah! Kalau gini, kan, enak. Ayo ceritakan sebuah dongeng untukku!"
Embun menunduk dengan senyum manis dan sambil mengusap lembut kening suami tampannya, Embun mulai menceritakan sebuah dongeng.
Alih-alih menyimak dongeng yang Embun ceritakan, Luke menjumput rambut Embun yang jatuh mengenai pipinya. Dia mengelus- elus rambut Embun dan menciuminya.
Embun menepuk pelan dada suaminya dan berkata, "Mas nggak menyimak dongeng yang aku ceritakan, ya?"
__ADS_1
Luke berkata sambil terus menciumi rambut Embun yang ada di ujung jari jemarinya, "Aku nyimak, kok. Cuma sayang aja kalau rambut yang indah dan wangi ini hinggap di pipiku tanpa aku nikmati"
"Kalau menyimak dongeng yang aku ceritakan, aku akan memberikan pertanyaan ke Mas"
"Hmm" Luke menyahut sambil terus menciumi rambut Embun dengan asyiknya.
"Siapa yang ketiduran pas balapan tadi? Kura-kura atau kelinci?"
"Dino. Dino yang ketiduran. hahahahaha" Like sontak tergelak geli dengan sendirinya.
Embun langsung menepuk dada bidang suami tampannya dengan cemberut.
"Hahahahaha. Jangan marah. Aku nyimak, kok. Yang ketiduran kura-kura, kan?"
"Iya benar. Mas pinter. Pantas aja kalau Dino pinter. Wajah Dino, pintarnya Dino, jahilnya Dino, semuanya mirip kamu. Aku cuma jadi wadah aja. Nggak ada satu pun dari aku turun ke Dino. Aku sama sekali nggak mirip sama Dino"
"Manisnya Dino, kulit putihnya Dino, mirip kamu" Sahut Luke dengan cepat saat ia melihat Istrinya mulai manyun.
"Cuma itu?"
Luke langsung mengulas senyum jahil lalu berkata, "Ada lagi, dong. Emm, ngeyelnya Dino, keras kepalanya Dino, emosinya Dino, mirip banget sama kamu"
Embun langsung mencubit pinggang suaminya dan Luke sontak tertawa, "Hahahahahaha"
Luke menatap Embun sebentar lalu menarik tengkuk Embun dan langsung memagut bibir istri cantiknya itu kembali. Luke tanpa sadar menarik tubuh istrinya sampai wanita cantik itu jatuh di atas tubuh Luke. Luke menggigit bibir Embun pelan agar wanita imut nan manis itu membuka bibir dan pria tampan itu memasukkan lidahnya begitu wanita itu membuka bibirnya, Lidah Luke dengan antusias menari-nari menjelajahi mulut istri mungilnya. Suami Istri itu kemudian saling memagut dengan penuh gairah.
Pelan pelan pria tampan itu merubah posisi dan merebahkan tubuh Embun sofa. Luke melepas ciumannya untuk menatap wajah ayu yang dibingkai rambut indah bergelombang Luke seketika terpesona dan berkata, "Kau tahu Sayang, kau cantik secantik bidadari" Embun sontak tersipu malu. Kedua tangan wanita cantik itu sontak merangkul leher suami tampannya dan langsung memejamkan kedua matanya.
Luke tersenyum penuh cinta lalu mencium kedua kelopak mata Embun, kemudian beralih ke telinga Embun untuk membisikkan kata, "Aku sungguh-sungguh merindukanmu Bidadariku" Embun melenguh pasrah.
Luke menyusurkan bibir mengarah ke leher Embun menciumi kulit putih mulus itu dan menghirup wanginya sepuas-puasnya. Di perpotongan leher dan pundak, Luke mendaratkan gigitan yang meninggalkan tanda merah, tanda kepemilikan yang sontak membuat Embun memekik kaget kemudian merintih lirih. Seketika Luke kehilangan kendali.
Luke mencium bibir Embun kembali dan mengulumnya sedangkan tangannya mulai menyelinap ke dalam baju tidurnya Embun. Tangan yang sudah tidak bisa dikendalikan itu mulai bermain-main bebas di titik kenyal favoritnya. Tangan liar itu membelai dan meremas dada Embun dan Luke mulai memainkan lidahnya di dalam mulut Embun.
Setelah mengerang puas secara bersamaan di ronde kedua penyatuan raga mereka, Luke membopong tubuh Embun yang masih polos lalu merebahkannya pelan di atas ranjang dan sambil menyelimuti Embun, Luke berkata, "Aku akan memutuskan Chika dan memainkan sedikit drama untuk menjebak Chika. Kasih aku waktu tiga hari dan kamu jangan kemana-mana selama tiga hari ini!"
"Baik, Mas"
Luke mencium keningnya Embun dan berkata, "Aku mencintaimu" Lalu Luke mencium kening putra tampannya dan melangkah ke sisi tempat tidur yang lain untuk merebahkan diri dan mengistirahatkan badannya yang lelah setelah bergulat dua ronde dengan istri cantiknya.
Luke melarang Dino dan Embun keluar rumah selama ia menjalankan misi menjebak Chika.
__ADS_1
Luke pulang ke rumahnya keesokan hari setelah ia sarapan dengan keluar kecil dan neneknya.
Chika menyambut Luke dengan pelukan dan serbuan ciuman di wajah Luke sambil berkata, "Aku sangat merindukan kamu, Sayang"
Luke langsung memegang kedua bahu Chika dan mendorong Chika untuk menjauh sambil berkata dengan sangat terpaksa demi misinya, "Aku juga merindukan kamu"
"Kamu nggak bawa oleh-oleh untukku?"
Luke yang sudah hapal tabiatnya Chika menyerahkan sebuah papar bag ke Chika.
"Apa ini?"
"Syal. Kamu pengen syal itu sejak lama, kan?"
"Wah! Thank you Sayang" Chika langsung memeluk pinggang Luke dan mendaratkan kecupan di bibir Luke.
Luke refleks melangkah mundur sambil mengurai gelungan tangan Chika di pinggangnya.
"Kenapa kau mundur, Sayang?"
"Aku ingin tanya ke kamu. Kenapa Embun bisa jatuh ke kolam renang?"
"Dia terpeleset setelah ia menamparku. Aku nggak salah. Dia yang salah. Dia menamparku dan menarikku jatuh ke kolam renang"
Luke menatap dalam wajah Chika sambil berkata di dalam hatinya, apa dia tidak tahu ada CCTV di sana dan ada banyak saksi mata di sana. Bisa-bisanya ia berbohong di depanku. Dasar wanita tidak tahu malu.
Melihat Luke diam mematung dan tidak marah padanya ataupun melemparkan protes, Chika menilai kalau Luke percaya dengan ceritanya dan wanita cantik itu langsung memeluk Luke dan berkata, "Aku senang kau masih memercayaiku"
Hari pertama berjalan sukses. Luke berhasil membuat Chika menjadi wanita yang bahagia.
Di hari kedua, Chika sarapan dan duduk di atas paha Luke. Ia mencoba mengecup bibir Luke dan di saat Luke membiarkannya, wanita cantik itu berkata, "Aku senang kau biarkan aku mengecup bibir kamu selama dua hari ini. Yeeeahhh, walaupun kamu masih belum mau membalas ciumanku dan masih belum mau berciuman denganku. Aku sudah puas, Luke"
Luke mengepalkan kedua tangannya untuk menahan diri agar tidak melemparkan tubuh Chika ke lantai dan memaki-maki Chika sepuasnya.
"Apa aku boleh tidur di kamar kamu malam ini?"
"Jangan ngelunjak! Aku masih belum ingat tentang kamu dan aku nggak mau tidur dengan wanita yang belum aku ingat"
"Lalu, kapan kamu menikahiku? Kita sudah bertunangan selama tiga tahun dan aku ingin segera punya anak dari kamu. Aku nggak mau kalah dengan Embun"
"Besok sore datanglah ke klub pribadiku. Aku akan kasih kejutan ke kamu"
__ADS_1
Chika langsung bangkit berdiri dari atas pahanya Luke dan saat ia hendak mencium Luke, Luke langsung melengos dan bangkit berdiri sambil berkata, "Aku harus segera ke kantor"
Chika langsung mengekor Luke dan berkata dengan riang gembira, "Aku sangat mencintai kamu, Luke"