Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta
Bab 25


__ADS_3

Setelah makan malam bersama, Gayung dan Galas duduk di ruang tengah sambil menonton acara TV atau lebih tepatnya TV yang menonton mereka. Gayung telah mandi dan berganti pakaian tidur milik Inge, yang biasa dipakai, saat Inge berkunjung dan menginap ditempat kakaknya itu.


Galas melirik Gayung yang tengah asyik memainkan video dari ponselnya sambil sesekali tertawa kecil dengan riangnya.


"Nonton apa?" Galas merebahkan kepalanya dipangkuan Gayung, membuat pemilik rambut ikal itu protes.


"Kak Galas, jangan begitu." Gayung tidak enak jika sampai dilihat Bi Hanah.


"Jangan begitu bagaimana, aku cuma mau tidur." Galas malah membenamkan wajahnya pada perut datar Gayung sembari melingkarkan tangannya memeluk pinggang ramping kekasihnya itu.


"Kak Galaaass," protesnya lagi.


"Astaga, Gayung. Begini juga tidak boleh?" Galas memasang wajah memelas tanpa melepaskan pelukan tangannya. Gayung sampai terjengat kebelakang dengan tubuh kaku menahan nafas. Semua keangkuhan dan kewibawaan yang melekat pada diri seorang Galas saat dikantor lenyap sudah, berganti menjadi sosok kekasih yang manja dan kekanakan.


"Kak, lepasin dulu," pinta Gayung, dalam hati menguatkan imannya yang begitu mudah goyah.


Melihat ketegangan diwajah kekasihnya itu, Galas akhirnya mengalah dan berpindah duduk disamping Gayung dengan wajah kecewa. Gayung yang melihat itu menjadi tidak tega.


"Kak Galas marah?" Gayung memegang lengan Galas hati-hati. Masih dengan muka masam, Galas menggelengkan kepalanya.


"Beneran?" Bagaimana Gayung bisa mempercayai, jika wajah Galas saja manyun seperti itu.


"Aku tidak marah," ucap Galas tapi wajahnya tetap disetel mode kesal.


"Kalau nggak marah, jangan manyun begitu ... senyum...." Gayung menarik-narik sudut bibir Galas dengan tangannya, berusaha membuat kekasihnya itu tersenyum. Dan Galas mengabulkan keinginannya, dia tersenyum lebar sampai memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapi.


"Ommo ... gantengnya ...." Puji Gayung seolah sedang bicara dengan balita. Tanpa Gayung sadari, bahwa tingkahnya itu semakin membuat Galas gemas kepadanya. Dan kecupan kilat itu pun mendarat dengan mulus dibibirnya.


"Kak Galas ....!" protes Gayung keras.


"Astaga, cuma sedikit Gayung ...." Galas tersenyum penuh kemenangan, tak peduli Gayung yang cemberut.


"Mendingan kita ngobrol aja deh, biar pikiran Kakak tuh teralihkan." Gayung menggeser tubuhnya sedikit menjauh membuat Galas menahan senyum gelinya.


"Ya sudah, mau ngobrol apa?" Galas siap memdengarkan.


"Ehh ... ngobrol apa ya." Gayung malah bingung sendiri. Kemudian tangannya mengotak-atik ponselnya entah apa yang dilihatnya pada benda pipih itu, sampai tiba-tiba matanya berbinar bahagia.

__ADS_1


"Kak, ganteng ya?" tanyanya polos sembari


menunjukkan foto Kim Jae Wook, artis korea yang menjadi idolanya. Galas mendelik, tak habis pikir mendengar pertanyaan konyol Gayung. Bagaimana bisa dia menanyakan kegantengan laki-laki lain kepada dirinya, pikirnya. Galas merebut ponsel itu dari tangan Gayung. Ia penasaran juga seperti apa rupa dari idola kekasihnya itu.


"Sayang ... sepertinya kamu perlu vitamin B complexs," sinis Galas. Jelas-jelas ia seratus persen lebih tampan dari aktor dalam foto itu, batinnya.


"Kenapa?"


"Mata kamu buram, Sayang. Lihat aku, kamu sudah mempunyai kekasih yang tampan luar biasa seperti aku, jadi kamu tidak perlu mengidolakannya lagi," ucapnya angkuh. Gayung menarik sudut bibirnya mendengar kalimat narsis yang keluar dari mulut Galas.


"Tapi aku suka banget sama dia," polos Gayung membuat kecemburuan Galas semakin menjadi.


"Apa? Kamu suka sama dia?" Nada bicara Galas mulai terdengar gusar.


"Maksudnya aku ... nge-fans banget sama dia. Dia pacar khayalan aku dulu." Gayung malah curhat, tak tahu Galas sudah mulai panas hatinya.


"Apa? Pacar khayalan?"


"Ya ampun Kak Galas, kan cuma dalam khayalan, lagian dia juga nggak kenal ini sama aku." Gayung tak mengerti kenapa Galas harus cemburu pada idolanya.


"Kak Galas, tolong jangan lebay."


"Gayung, jangan membuatku kesal." Gayung mendelik takut melihat tatapan mata Galas yang tak main-main.


"Ayo foto," ajaknya, menarik tubuh Gayung mendekat padanya. Pipi mereka saling menempel dengan senyum tersemat masing-masing pada bibir mereka. Saat akan menekan tombol foto, Galas tiba-tiba mengubah posisinya ...


Cup .... Galas mencium pipi Gayung. Dan jadilah foto "romantis" itu yang langsung Galas atur menjadi wallpapper pada ponsel mereka berdua. Laki-laki itu nampak puas sementara Gayung sedikit keberatan akan hal itu.


"Kak Galas, nanti kalau teman-temanku lihat bagaimana?"


"Kenapa memangnya? Kamu malu ...?"


"Bukaaan. Tapi aku nggak suka menjadi pusat perhatian, pasti nanti aku jadi bahan gosip di kantor."


"Itu sudah resiko menjalin hubungan dengan Bos tampan sepertiku," ucap Galas dengan senyum jahil. "Sudahlah, lagipula cepat atau lambat semua akan mengetahui hubungan kita." Galas menenangkan.


"Sudah jam berapa ini? Mau diantar pulang?" tanya Galas sembari melihat jam diponselnya.

__ADS_1


"Ehm ... aku tidur disini boleh?" tanya Gayung lirih.


"Tidur disini? Ayooo ...." Galas mulai dengan senyum jahilnya.


"Maksudnya, aku tidurnya sama Bi Hanah, Kak Galas." Gayung memutar bola matanya malas.


"Kamu takut gara-gara masalah kesurupan masal dikantor?" Galas terkekeh.


"Iya, tadi Mbak Nani cerita, pas dia lagi cek nota order dilantai dua, di depannya ada makhluk botak ... kan syeremmm." Gayung bergidik ngeri, dan Galas tahu itu tak dibuat-buat. Mengingat betapa penakutnya gadis manis didepannya itu.


"Ya sudah, ayo, aku antar ke kamar Bi Hanah sudah malam, besok kerja." Galas berdiri, menggandeng tangan Gayung bersamanya.


"Kak Galas, panggil kyai dong ... kan gak nyaman kalau diteror kaya gitu," keluh Gayung.


"Sudah, Sayang. Besok orangnya datang."


"Beneran?" Gayung lega mendengarnya.


"Hemm. Kiss dulu." Galas mulai lagi dengan sikap konyolnya.


"Kak Galas, kayanya kamu perlu dirukiyah."


"Astaga, minta kiss saja sampai harus dirukiyah." Galas pura-pura kesal.


"Bukannya gitu, Kak." Gayung menjadi tak enak hati melihat raut wajah Galas.


"Ya sudah, ini kamarnya ...." Mereka sudah sampai didepan kamar Bi Hanah.


Saat Galas hendak mengetuk pintu, Gayung menahan tangannya, membuat Galas mengangkat alisnya penuh tanya. Belum sempat kalimat tanya itu terlontar dari bibirnya. Gayung sudah mendekatkan wajahnya, memberikan sebuah kecupan yang lembut dipipinya. Perasaan menghangat seketika memenuhi relung hati Galas. Laki-laki itu tak dapat menyembunyikan senyum bahagianya, begitupun Gayung yang nampak tersenyum malu-malu.


"Terima kasih," ucap Galas tulus.


***


Sorry yah ... jika ceritanya kurang berkenan ...


Jangan lupa like & komen yah ...

__ADS_1


__ADS_2