Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta
Bab 54


__ADS_3

Suara azan subuh berkumandang dari kejauhan bersamaan dengan suara alarm pada ponsel gadis berambut ikal yang tampak asyik bergelung dalam dekapan pelukan erat suaminya. Matanya mengerjap mencari kesadarannya sebelum kemudian meraih benda pipih itu dari atas nakas disamping tempat tidurnya dan mematikan alarm segera. Ia berbalik menghadap suaminya yang masih terlelap dengan keadaan bertelanjang dada dan hanya memakai boxernya saja, berbeda dengan dirinya yang memilih memakai kembali piyama tidurnya setelah pergumulan mereka semalam.


"Kak, bangun ..." sebelah tangannya menepuk hati-hati pipi suaminya. Laki-laki itu menggeliat sebentar, namun tak kunjung membuka pejaman matanya. Namun Gayung tak berputus asa dan kembali mencari cara agar suaminya ikut terbangun untuk solat bersamanya.


"Sayang," bisiknya lembut lalu mengecup seluruh wajah suaminya yang begitu damai itu. Meski temaram, Gayung dapat melihat dengan jelas senyum yang terukir diwajah suaminya itu.


"Kenapa, Sayang? Kamu mau lagi?" Galas membuka perlahan kelopak matanya, sejurus kemudian tubuh istrinya sudah kembali ia kuasai dalam dekapannya.


"Iya, tapi solat dulu, ya." Gayung tak bermaksud mengajak suaminya bermain lagi, ia hanya ingin suaminya cepat bangun dan mandi untuk solat subuh bersama. Namun Galas menanggapi ucapan istrinya sebagai sebuah keseriusan, untuk itu ia langsung bersemangat bangkit dari tidurnya.


"Okee! Aku mandi dulu." Ia menurunkan kakinya, memakai sandalnya dan melesat ke kamar mandi. Gayung yang menyaksikan itu sampai keheranan sendiri. Ia belum sadar, bahwa ucapannya barusan, nantinya akan diwujudkan dengan senang hati oleh suaminya.


Ia pun ikut turun dari tempat tidur dan mandi dikamar mandi lain. Sehingga nantinya ia bisa selesai berbarengan dengan suaminya.


***


Selesai solat di mushola bawah bersama Pak Ato dan Bi Hanah. Galas merangkul mesra istrinya menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Kak, kamu mau sarapan apa?" tanya Gayung.


"Kak lagi?" Galas berdecak tak suka.


"Iya, iya, Sayang ...." Gayung mengganti panggilannya lagi. Ia sudah berjanji semalam akan membiasakan diri memanggil suaminya sayang.


"Biar Bi Hanah saja yang memasak." Galas melirik istrinya penuh maksud, namun Gayung yang tak peka malah mengira Galas tak menyukai masakannya sehingga meminta Bi Hanah yang memasak saja.


"Karena masakan aku nggak enak, ya?" rajuknya dan ikut merebahkan tubuhnya disamping suaminya yang langsung menariknya dalam pelukan hangat.


Galas tak menjawab pertanyaannya, hanya senyum dan tangannya yang kembali bergerilya masuk menjamah lekuk tubuh istrinya. Gayung membelalakkan matanya saat dadanya kembali mendapat sentuhan nakal dari suaminya.


"Kak, kamu nggak capek?" Gayung menoleh kebelakang, namun bukan jawaban yang ia dapatkan melainkan lum*atan penuh hasrat dari suaminya. Awalnya ia belum siap mendapat serangan itu, tapi kemudian ia mulai menguasai diri dan membalas ciuman suaminya. Tangannya bergerak reflek ia kalungkan pada leher suaminya, sehingga ciuman mereka kini semakin memanas. Sementara tangan Galas sibuk membuka satu persatu kancing bajunya.


Setelah berhasil membuka semua seluruh pakaian istrinya, Galas segera membuka pakaiannya sendiri. Kemudian beralih ke atas tubuh istrinya, melanjutkan ciuman mereka. Tangan Gayung perlahan kembali mengalung dileher suaminya, memperdalam ciuman mereka.


"Pelan-pelan," lirih Gayung, saat Galas memulai penyatuan tubuh mereka.


"Hemm," jawab Galas singkat dan mengecup puncak kepala istrinya.


Desahan lolos keluar dari bibir keduanya kala Galas berhasil melakukan penyatuan mereka dengan sempurna. Gayung menarik wajah suaminya kedalam ceruk lehernya. Merasakan kenikmatan surga dunia untuk yang kesekian kalinya, padahal semalam mereka sudah melakukannya berulang kali.

__ADS_1


Jam terus bergulir, sinar mentari mulai menerobos masuk dari balik tirai kamar mereka. Galas tersenyum kecil sebelum membenamkan wajahnya pada ceruk leher istrinya yang tampak merengut, karena belum juga membebaskannya dari kungkungannya sehabis subuh tadi.


"Kak, geser ... kaki aku pegel." Gayung menepuk punggung suaminya yang tanpa rasa bersalah menjatuhi tubuh mungilnya. Galas mencium kening Gayung sekilas sebelum akhirnya menggeser tubuhnya ke samping.


"Sakit!" Gayung meringis kesal merasakan perih pada area kewanitaannya. Dilemparkannya boneka beruang itu tepat mengenai wajah suaminya yang malah terkekeh tanpa rasa bersalah sudah menyiksanya sepagi ini.


"Maaf, maaf." Galas memeluk tubuh istrinya dan menghadiahi sebuah kecupan penuh kasih dikeningnya. "Sakit sekali?" tanyanya, kali ini ada sedikit penyesalan diwajah tampannya.


"Nggak terlalu. Ya, udah aku mau mandi." Pandangan matanya mencari-cari letak baju yang dilemparkan sembarang oleh suaminya tadi.


"Kamu cari apa?" Galas terkekeh berpura-pura tidak tahu apa yang tengah dicari istrinya.


"Baju." Gayung menarik selimutnya dan turun mengambil bajunya yang teronggok didekat sofa. Gadis itu berjongkok sebentar merasakan tak nyaman pada pangkal pahanya.


"Kenapa, Sayang?" Galas mendekat khawatir setelah memakai celana boxernya.


"Sakit," jawab Gayung meringis.


"Kalau begitu tidak usah masuk saja hari ini."


"Nggak mau. Nanti aku diledekin temen-temen aku."


"Kak Galas nggak ingat kemarin pas briefing ...."


"Pas briefing?" Galas masih belum ngeh juga. Membuat sang istri membuat reka ulang adegannya.


"Kamu sudah selesai?" Gayung menirukan gaya bicara suaminya kemarin lengkap beserta senyum yang terukir dibibirnya.


Galas mau tak mau tergelak kencang melihat reka ulang adegan oleh istrinya.


"Kak Galas jangan begitu lagi, ya. Aku malu ... apalagi teman-teman aku itu daya imajinasinya luar biasa melanglang kemana-mana." Galas tak dapat menghentikan tawanya melihat ekspresi menggemaskan yang diperlihatkan istrinya.


"Maaf, maaf, Sayang. Aku terlalu senang mendengarnya kemarin." Galas memeluk istrinya yang masih cemberut itu.


"Tapi sepertinya kalau hari ini kamu masuk, kamu akan lebih diledekin teman-teman kamu, Sayang," ucap Galas lagi dengan smirk dibibirnya.


"Kenapa?"


"Cara jalan kamu aneh." Galas tak bisa berhenti menciumi pipi merah jambu istrinya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu ... aku ijin nggak masuk hari ini boleh, kan, Bos?" tanya Gayung memposisikan dirinya sebagai bawahan suaminya.


"Ya, udah hari ini kita bekerja dari rumah saja." Senyum dibibir suaminya membuat Gayung menaruh kecurigaan.


"Tapi jangan ngajak main lagi, ya" pintanya memelas.


***


Hari ini mereka benar-benar menghabiskan waktu didalam kamar. Gayung memilih bermalas-malasan dengan menonton drama korea artis idolanya, dengan tidur dipangkuan suaminya. Sementara Galas disibukkan dengan ponselnya yang terus menerus menerima panggilan dari kliennya.


Tak sadar, mungkin karena kelelahan akibat aktivitas mereka semalam dan tadi pagi, Gayung tertidur dengan lelapnya dengan ponsel yang masih menyala.


Galas yang menyadarinya kemudian, tersenyum kecil melihat istrinya yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka. Tangan bergerak hati-hati melepas headset dari telinga istrinya dan mencabut sambungannya pada ponsel. Mengotak-atik sebentar, ia cukup penasaran drama apa yang sedang ditonton istrinya tadi.


"Astaga, dia lagi." Drama favorit istrinya tak jauh-jauh dari artis korea idolanya. Siapa lagi kalau bukan Kim Jae Wook yang menurutnya tidak ada apa-apanya dibanding dirinya.


Kemudian Galas membuka media sosial istrinya. Senyum tersungging dibibirnya manakala melihat foto pernikahan mereka terpampang nyata menjadi foto profil di medsos istrinya. Namun ekspresinya berubah ketika lagi-lagi, dilihatnya postingan istrinya sebagaian besar adalah foto artis korea idolanya yang menurut Galas biasa-biasa saja itu. Apalagi caption yang ditulis istrinya begitu manis dan memuakkan baginya.


"Psiko paling tampan sejagad drama ...? Cih." Decihan terus saja keluar dari mulutnya.


Tangannya bergerak menghapus beberapa postingan istrinya, menggantikannya dengan postingan baru dengan foto pernikahan mereka yang begitu banyak tersimpan di galeri.


Setelah puas dengan ponsel istrinya, Galas meletakan benda pipih itu hati-hati ke atas meja bermaterialkan kaca tepat didepannya. Lalu, memindahkan tubuh istrinya penuh kehati-hatian ke atas ranjang mereka.


Mungkin karena terlalu lelah, Gayung sama sekali tak terganggu dengan posisinya yang telah berpindah. Sebuah kecupan lembut mendarat mulus dikeningnya. Galas kemudian turun ke bawah untuk berolahraga sebentar diruangan fitnes pribadinya.


***


Sorry kalau ada typo ... biarpun gak panas dan gak detail banget, tapi author gak berani bacanya ...


Oke


Jangan lupa ...


Like


Komen


Vote 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2