
Selesai solat isya bersama Bi Hanah dan Pak Ato, Gayung menaiki satu persatu tangga menuju kamarnya. Galas memilih solat sendiri diatas dan bahkan ia tidak turun untuk makan malam tadi.
Gayung benar-benar tidak tahan didiamkan seperti ini. Inginnya ia, jika ada masalah langsung dibicarakan dan diselesaikan. Bukan malah dibiarkan berlarut-larut dengan saling mendiamkan seperti ini. Apakah semua laki-laki kalau sedang cemburu jadi kekanakan seperti ini? Batinnya mendengus kesal.
Sesampainya dikamar, dilihatnya suaminya tengah berbaring sambil memainkan ponsel ditangannya. Ia sama sekali tidak menoleh pada istrinya yang tengah menaiki tempat tidur dengan sangat hati-hati.
"Kak Galas nggak makan? Mau aku ambilkan ...," ucapnya penuh perhatian.
"Aku tidak lapar," jawabnya pelan masih dengan fokus menatap layar ponselnya. Nadanya lebih melunak dari sebelumnya saat masih dimobil tadi.
"Memangnya Kak Galas sudah makan? "
"Belum," jawabnya masih dengan nada yang sama.
"Aku ambil, kan, ya ...," bujuk Gayung tak berputus asa.
"Tidak usah, nanti aku turun sendiri."
Gayung menarik nafas panjang, mencari kesabarannya yang mulai terkikis melihat sikap acuh suaminya. Dihempaskannya tubuhnya kasar disamping suaminya hingga menimbulkan getaran ditempat tidur mereka. Gayung menatap suaminya yang masih dalam posisi tak bergeming, menoleh barang sejengkalpun tidak.
"Kamu kenapa, sih, Kak?" Gayung memiringkan tubuhnya. Bahkan sekarang salah satu kakinya sengaja ia timpakan ke kaki suaminya. Dan cara ini cukup berhasil. Gayung mengulum senyumnya, manakala Galas merespon tindakannya. Mata mereka bertemu sesaat sebelum Galas membuang muka lagi ke arah yang lain. Namun tangan Gayung segera bergerak menarik wajah suaminya, mengarahkan netra mereka untuk saling bertemu.
"Kak Galas cemburu?" kecupan demi kecupan ia daratkan dibibir suaminya, biasanya hal ini sangat ampuh meluluhkan hati suaminya. Namun ternyata kali ini perkiraannya salah. Suaminya yang biasanya suka bermanja-manja padanya itu terlihat lempeng-lempeng saja dan tak bergeming. Oke ... rencana selanjutnya!
Membuang rasa malunya demi berbaikan dengan suami, Gayung mulai menggoda suaminya. Melakukan sesuatu yang biasa suaminya lakukan padanya jika ada maunya.
"Ayo, main ...," ucapnya lirih sembari tangannya meraba-raba perut kotak-kotak Galas dibalik kaos yang dipakainya. Galas mengalihkan pandangannya ke lawan arah. Entah ekspresi apa yang coba disembunyikannnya, mendengar istrinya yang sangat pemalu itu sampai berani mengajaknya "bermain" terlebih dulu demi membujuknya. Sejak awal menikah ia yang selalu berinisiatif lebih dahulu.
"Aku capek," jawab Galas datar. Gayung melipat bibirnya, ia tahu pasti sudah semerah apa wajah putihnya kini. Apalagi mendengar penolakan suaminya. Tapi ia tak boleh menyerah, sudah terlanjur untuk mundur.
"Ya udah aku yang diatas, katanya kamu mau sekali-sekali aku yang diatas." Gayung menyembunyikan wajahnya diketek suaminya saat mengatakan kalimat itu. Ya Tuhan, aku pasti sudah gila! Batin Gayung.
Galas melipat kuat bibirnya. Sebenarnya ia sudah tidak tahan untuk tertawa semenjak istrinya mengajaknya bermain tadi. Tapi ia tahan, karena ingin melihat sampai seberani apa istri pemalunya itu membujuknya.
Melihat tidak ada respon dari suaminya, Gayung memilih bergerak menjauh dengan menundukkan pandangannya. Meringis, menahan malu luar biasa setelah penolakan suaminya. Padahal untuk mengatakan hal itu membutuhkan keberanian yang besar bagi orang sepertinya. Kaki jenjangnya ia turunkan, menjangkau sandal rumah di kaki tempat tidur. Namun ketika ia hendak melangkah, Galas mencekal tangannya.
"Kemana?"tanyanya.
"Masturbasi!" jawab Gayung kesal. Bukan karena suaminya menolaknya tapi sikapnya yang suka tiba-tiba mendiamkannya.
__ADS_1
"Memangnya kamu tahu caranya?" tanya Galas dengan senyum mengejek. Gayung melengos masih dengan wajah kesalnya.
"Lepasinlah, aku mau cuci muka." Gayung berusaha melepas cekalan tangan suaminya. Namun Galas menariknya hingga terduduk lagi diatas tempat tidur.
"Kenapa?" tanyanya galak demi menutupi rasa malunya.
"Katanya mau main ...." Tangan Galas sudah melingkari pinggangnya.
"Katanya nggak mau. Ya udahlah, aku juga nggak maksa." Gayung hampir berdiri lagi, jika saja tangan Galas tak menahannya.
"Siapa yang bilang tidak mau? Aku belum menjawab, kamu sudah main pergi saja...."
'Tadi katanya capek?" Gayung mengingatkan ucapan suaminya sebelumnya.
"Kan, kamu yang diatas ...." Galas mengingatkan dengan senyum jahilnya. Wajah tomat istrinya yang semula hampir kembali ke warna awal, mendadak memerah kembali. Bibirnya pun tiba-tiba kelu tak tahu harus menjawab apa.
"Ayo," bisik Galas, sengaja menghembuskan hangat nafasnya tepat ditelinga untuk menggoda istrinya. Dan benar saja, reaksi tubuhnya langsung menegang.
"Tapi Kak Galas, jelasin dulu ...." Gayung menggunakan kesempatan itu untuk mencari penyebab sebenarnya diamnya suaminya itu. Apa benar hanya gara-gara Aven?
"Jelasin apa?" Suara Galas sudah parau, tangannya pun sudah bermain ditempat favoritnya, membuat Gayung menggelinjang kegelian.
"Jelasinnya nanti, sekarang kita main dulu," ucap Galas yang kemudian mematikan lampu kamar mereka. Permainan pun dimulai dalam temaramnya pencahayaan, yang selalu menjadi saksi bisu gairah pengantin baru disetiap malam-malam mereka.
***
"Jadi?" tagih Gayung setelah selesai dengan pergulatan panas mereka. Bulir-bulir keringat masih membasahi wajah ayunya, rambutnya pun terlihat acak-acakan. Bermain diatas benar-benar melelahkan, tapi demi menyenangkan suaminya. Ia tak masalah melakukan hal itu.
Galas tak menjawab, tangannya menjangkau tisu diatas nakas dan mengelap peluh yang membanjiri wajah istrinya yang sudah bekerja keras melayaninya malam ini. Ia puas akan hal itu.
"Jadi?" tanya Gayung lagi tak sabaran dan berusaha menghentikan gerakan tangan suaminya.
Galas menggeser tubuhnya masih dengan posisi miring, tangannya kembali melingkar ditubuh polos Gayung. Sementara wajahnya ia sembunyikan diceruk leher istrinya itu.
"Kalau sudah tahu, buat apa masih bertanya," jawabnya.
"Kamu cemburu sama Mas Aven?"
"Ishh ... jangan sebut namanya, Sayang." Galas mendesis menunjukkan ketidaksukaannya. Gayung menggelengkan kepalanya melihat kecemburuan konyol suaminya.
__ADS_1
"Buat apa Kak Galas cemburu sama dia?" Gayung ikut memiringkan tubuhnya sehingga kini wajah mereka berhadapan tanpa jarak.
"Dia masih saja mendekatimu, padahal dia tahu kamu sudah bersuami. Memangnya aku tidak tahu kalau dia selalu memberikan komentar menjijikan disosial mediamu. Dasar brengsek ...," gerutu Galas dengan muka masam. Gayung terkekeh melihat raut wajah suaminya.
Tapi tiba-tiba terpikirkan sesuatu dikepalanya. Lalu apa bedanya dengan Mbak Tiara yang masih saja mengejarmu, bahkan mendekatimu secara terang-terangan? Padahal jelas-jelas ada aku disisi kamu, batinnya. Dan Aven ...?
"Aku tidak suka laki-laki yang tidak setia," ucapnya tanpa sadar saat mengingat Aven. Laki-laki yang masih bisa menggoda wanita lain padahal sudah memiliki pasangan.
"Maksud kamu apa, Sayang?" tanya Galas yang melihat pandangan istrinya seperti menerawang. "Percayalah, aku akan selalu setia padamu. Jadi aku harap kamu juga melakukan hal yang sama."
Galas mendekap erat tubuh polos istrinya. Sebelum akhirnya suara perutnya yang keroncongan merusak suasana romantis itu. Mereka tertawa bersamaaan mendengar suara itu.
"Mau aku ambilkan makanan?" Gayung mengurai pelukan mereka.
"Aku mau makan cah kangkung sama ikan bakar, Sayang," jawab Galas mulai bermanja-manja.
"Tapi Bi Hanah nggak masak itu, Kak Galas."
"Ayo makan diluar." Galas melonjak bangun dan meraih celananya. Setelah memakainya, tak lupa ia mengambilkan pakaian baru untuk istrinya.
"Ayo." Galas duduk berjongkok didepan istrinya, memberi kode pada Gayung untuk naik kepunggungnya.
"Aku berat lho, Kak. Emang kamu kuat?" Gayung mendekat ragu.
"Hei, jangan meremehkan suamimu ini. Cepat naik, kamu pasti capek, kan?" Galas mengerling nakal. Gayung mencebikkan bibirnya sembari menjatuhkan tubuhnya dipunggung suaminya. Kedua tangannya mengitari leher suaminya, berpegangan erat.
"Oke, siap berangkat!"
***
Ku harap kalian tidak bosan, ya ... gumawoyoooo ...
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
__ADS_1
😁👌🍒