Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta
Bab 51


__ADS_3

Gayung menangis dalam diam, air matanya merembes keluar disertai isak tangis lirih yang keluar dari bibir tipisnya. Sasya yang sudah dua malam ini menemaninya, terbangun dari tidurnya. Menatap keheranan pada sahabatnya itu. Setahunya tadi sore, sahabatnya itu baik-baik saja dan kembali ceria seperti biasa. Meskipun suaminya mengabarkan mengundur kepulangannya. Karena harus ikut mengurus pemakaman ayah Tiara yang meninggal siang tadi. Bosnya itu beberapa jam sekali selalu menyempatkan menghubungi istrinya itu, supaya sahabatnya itu tidak sedih dan berpikiran negatif mengenai dirinya yang belum bisa kembali ke rumah.


Sasya diam-diam mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Bosnya. Karena memang ia ditugaskan untuk melaporkan keadaan istri tercinta bosnya itu.


Tak berapa lama, terdengar bunyi dering dari ponsel Gayung. Ia tersenyum sekilas, sebelum mengangkat vc dari suaminya itu.


"Halo, Assalamuallaikum," jawab Gayung dengan suaranya yang sedikit serak. Ia dapat melihat wajah lelah suaminya dilayar ponselnya.


"Wallaikumsalam. Kamu kenapa, Sayang?" tanya Galas khawatir, apalagi mata istrinya terlihat memerah seperti habis menangis, sesuai laporan Sasya kepadanya.


"Kenapa?" Gayung bingung dengan pertanyaan suaminya. "Aku nggak kenapa-napa."


"Kata Sasya, kamu menangis, ada apa?"


Gayung menoleh pada sahabatnya yang sepertinya sedang pura-pura tidur disebelahnya. Lalu, setelahnya terdengar tawa kecilnya yang membuat Galas keheranan diseberang sana.


"Aku cuma nggak bisa tidur, Kak Galas ... terus iseng baca novel, ceritanya sedih banget," jawabnya masih dengan tawa kecilnya, diliriknya Sasya yang membuka matanya sembari meringis menahan malu. Karena tidak bertanya dulu tadi, sebelum memberi laporan kepada Bosnya.


"Benar hanya karena novel?" tanya Galas memastikan.


"Iya ... aku bacanya sampai meresapi banget, soalnya aku ngebayangin itu kamu," jujurnya sembari mengusap bekas air mata dipipinya.


"Memang ceritanya tentang apa, Sayang?"


"Tentang ... perselingkuhan, hehe." Gayung menutup mulutnya, malu.


"Astaga .... Lebih baik jangan baca novel seperti itu, ya. Nanti kamu semakin curigaan sama aku." Terdengar desahan Galas disana.


"Nggak, kok. Aku percaya sama Kak Galas."


"Yakiiin?" goda Galas dengan seringainya.


"Yakin. Asal Kak Galas jangan deket-deket sama Mbak Tiara disana. Terus ... ya, aku tahu Mbak Tiara sedih, tapi kalau Mbak Tiara peluk-peluk Kak Galas, aku juga nggak rela loh."


Galas terkekeh mendengar curahan hati istrinya yang tengah cemberut itu.


"Aku kangen kamu, Sayang," ucap Galas disela lelah yang kentara diwajahnya.


"Sama." Gayung menggigit bibir bawahnya. Menahan air mata yang tiba-tiba merembes dipelupuk matanya. Ia sendiri bingung, apakah semua pengantin baru seperti dirinya jika terpaksa berjauhan dengan suaminya? Ah, mungkin aku yang terlalu lebay, batin Gayung.


"Ya, sudah. Tidur, ya, sudah malam."


"Hemm." Gayung mengangguk.


"I love you."


Gayung diam sejenak, disana Galas menunggu jawaban istrinya dengan menahan senyumnya. Selalu seperti ini, lidah Gayung terlalu kelu jika diajak untuk romantis.


"Love you too," ucapnya kaku dengan senyumnya yang malu-malu.

__ADS_1


Galas kembali terkekeh disana, sebelum benar-benar mengakhiri obrolan malam mereka. Gayung nampak senyum-senyum sendiri sembari menatap layar smartphonenya yang telah menghitam, sampai sebuah suara mengembalikan kegilaannya.


"An?" ucap Sasya.


"Iya?" Gayung menoleh pada sahabatnya.


"Boleh tanya nggak?"


"Apa?" tanya Gayung penasaran.


"Ehm ... kamu udah ngapain aja sama Pak Bos dikamar ini?" Cengir Sasya.


"Maksudnya?" Gayung belum ngeh.


"Dengerin kamu ngobrol mesra gitu sama Pak Bos, aku jadi ngebayangin yang nggak-nggak jadinya ... haha ...." Sasya tertawa malu-malu sembari memandang ranjang yang ia tempati kini. Gayung mulai paham apa yang dimaksud sahabat somplaknya itu.


"Belum ngapa-ngapain, Kak," jawab Gayung santai membuat Sasya melonjak bangun dari posisi tidurnya.


"Seriusss?"


"Iya, kan aku datang bulan, Kak Sasya. Emangnya mau ngapain?" Gayung terkikik geli.


"Jadi kamu belum ngapa-ngapain sama Pak Bos?" Sasya dibuat penasaran dengan seringai jahilnya. "Berarti kamu masih virgin?


"Ehm ... kasih tahu nggak, ya." Gayung malah menggoda Sasya yang nampak kepo.


"Kak Sasya nikah, gih, nanti juga tahu sendiri." Gayung merasa risih jika harus menceritakan masalah yang terlalu pribadi itu. Meskipun mereka sama-sama perempuan.


"Oh my God! Gue jomblo, An. Lo nyuruh gue kawin sama Kambing?" Sasya menggeleparkan tubuhnya diranjang empuk itu.


"Ya nggak papa, kalau kambingnya mau ... hahaha," ucap Gayung sadis.


***


Setelah makan siang, Gayung nampak antri di depan toilet lantai lima bersama Sasya dan teman-teman yang lainnya. Semenjak menikah dengan Galas, beberapa anak terlihat sedikit sungkan mengajaknya bicara. Suasana yang biasanya ramai saat mengantri pun kini tenang, karena kehadirannya.


"Lantai empat ngantri nggak, Ib?" tanya Sasya pada Ibnu yang menaiki tangga dari lantai empat.


"Lantai empat lagi dibenerin," jawab laki-laki berkumis tipis itu.


"Dih, lama banget, sih, dibenerinnya," dumel Sasya.


"Ke lantai tiga aja," jawabnya lagi.


"Maleslah, aku mau solat sekalian. Masa udah turun ntar naik lagi. Capek deh," sungut Sasya. "Siapa, sih, didalam lama banget?" tanya Sasya pada sesama rekannya yang mengantri.


"Mas Bimo, deh, kayanya," jawab Dina.


"Dih, Bimo?! Buruan woy, lo masih hidup apa mati!" teriak Sasya tak sabaran. Ia sudah kebelet pengen pipis. Gayung tertawa geli melihat kebar-baran sahabatnya itu.

__ADS_1


"Lagi mandi! Bentar," jawab Bimo dari dalam.


"Dih! Emang nggak baca, nih, peraturan segedhe gaban." Sasya menggedor pintu yang berisi tulisan " Dilarang mandi dikantor" didepannya. "Aku bilangin Bu Bos, nih, biar dilaporin sama Pak Bos."


"Ya Allah, air dikosan aku mati, Sya. Nggak enak banget rasanya nggak mandi," sungut Bimo masih dari dalam.


"Bodo amat, buruan!" Gedor Sasya lagi.


"Emang nggak boleh mandi dikantor, ya, Mbak?" tanya Dina.


"Nggak boleh. Kalau semua karyawan mandi dikantor nanti Pak Bos bayar tagihan PAM-nya mahal," jawab Sasya mengingat ceramah Bosnya, dulu. Hal itu mengingatkan Gayung saat pertama kali bertemu Galas dikantor, yang menyuruhnya mematikan lampu kamar mandi karena tagihan listrik besar.


"Ya ampun segitunya," komen Dina. "Kan, Bos kaya ini ...." Sambil melirik Gayung yang membisu. Ia memang tidak terlalu suka berbicara pada Dina. Perasaan bencinya masih mendarah daging sampai kini jika melihat teman SMP-nya itu.


"Kaya bukan berarti terus jor-joran. Semua ada perhitungannya antara pemasukan dan pengeluaran." Sasya membela Bosnya. Padahal ia juga sempat protes dengan peraturan amazing itu. Namun karena kini ia sahabatnya Bu Bos, ia memilih membela Pak Bos.


"Tapi kalau cuman sesekali masak nggak boleh ...." Dina tetap pada pemikirannya, masih dengan lirikan tajamnya pada Gayung yang tak merespon sama sekali.


Pintu kamar mandi terbuka, Bimo terlihat segar dengan membawa kantong kresek berisi peralatan mandi ditangannya.


"Bu Bos, jangan dilaporin Pak Bos, ya. Beneran, deh, air dikosan aku mati," pinta Bimo memelas membuat Gayung tersenyum geli.


"Laporin aja, lama banget. Dasar gendut," sungut Sasya yang langsung masuk ke kamar mandi padahal Dina yang mengantri lebih dulu. Gadis itu ingin memprotes tapi Sasya sudah menutup pintu dengan keras.


"Jangan, ya, An."


"Iya, Mas Bimo tenang aja. Mandi lagi juga nggak papa," ucap Gayung terkekeh.


"Makasih ya, An. Untung kamu yang jadi Bu Bos bukan si KUNY*K!" Bimo sengaja mengeraskan suaranya saat mengatakan kuny*k.


"Awas lo ya, GAJAH BENGKAK!" Sasya masih mendengar umpatan Bimo dari dalam.


"Buruuuannn! Masih banyak, nih, yang ngantri!" Bimo membalas dendam dengan tawa kemenangan. Gayung hanya bisa menggelengkan kepalanya takjub melihat kelakuan teman-temannya yang ajaib itu.


***


Sorry baru up ... seharian ini author baper banget baca novel sedih banget jadi berasa diselingkuhin beneran ... wkwkwk ...


Semoga kalian belum bosan baca cerita unfaedah ini ya ...


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2