
Pagi itu. Setelah sekian lama, Gayung akhirnya datang ke kantor lagi dengan membawa Keiko bersamanya, tentu Nina juga ikut membantunya. Karena ia akan ikut meeting pagi ini.
"Pagi Ibu," sapa Sasya yang sudah stay diruang meeting bersama teman-teman satu divisinya.
"Selamat pagi," jawab Gayung ramah, lalu duduk di kursi putar disebelah kursi yang nantinya akan menjadi tempat suaminya.
"Makin subur aja nih Bu bos," goda Bimo yang begitu senang, karena kini ada yang hampir menyamai kegendutannya.
"Iya nih, Mas Bimo." Gayung tertawa lepas.
"Bu Bos mah endut juga enak dilihat, gak kaya situ kali," bela Sasya.
"Makin berisi malah makin menggoda ya, An." Jio ikut membela Gayung.
"Mas Jio bisa aja." Gayung terkekeh lirih.
"Tapi ... menurut aku, sih. Kamu perlu diet, Gay. Pak Bos makin ganteng lho ... ntar dia kecantol cewek lain gimana karena body kamu over gini." Dina ikut berkomentar, membuat suanana menjadi hening seketika. Bersamaan itu Galas datang dengan laptop ditangannya.
"Tumben diam semua? Ada apa?" tanya Galas curiga. Biasanya ditinggal sebentar juga, mereka pasti langsung berceloteh tentang banyak hal.
"Kenapa? Kalau tidak dijawab meetingnya tidak akan mulai-mulai ini, karena saya penasaran." Galas mengerjai karyawannya yang nampak diam semua itu, tak ada yang berani menjawab itu.
"Eh, itu Pak. Dina cuma kasih saran aja sama Bu Gayung untuk diet." Dina memilih buka suara.
"Oh ... cuma itu." Galas melirik istrinya yang memang semakin berisi itu.
"Tidak perlulah istri saya diet ...," jawab Galas dengan santainya sambil membuka laptopnya. "Makin berisi, malah makin cantik kok ... ya Sayang ya?" Galas menggoda istrinya yang hanya memutar bola matanya malas. Malu sekaligus senang juga.
Semua yang berada diruangan itu langsug baper setengah mati melihat perlakuan manis sang Bos kepada istrinya.
"Istri saya ingin diet tapi ... saya melarangnya," lanjut Galas lagi. "Karena istri saya sedang hamil anak ketiga kami. Ya kan Sayang?"
Gayung mengangguk sembari menatap mantan rekan kerjanya dulu yang tampak shock mendengar berita itu.
Fix, sudah. Mereka pasti menyamakan aku dengan Kucing, yang baru beranak sudah bunting lagi, batin Gayung.
__ADS_1
"Haha ... selamat ya Pak dan Ibu Bos." Sasya shock. Topcer banget nih Pak Bos, sekali bikin langsung jadi terus, spermanya kualitas premium kali ya, Sasya membatin takjub. Begitupun yang lain dengan pikirannya sendiri. Ada yang ikut senang tapi ada juga yang merasa iri melihat kebahagiaan orang lain.
***
"Alex, sudah tidur?" tanya Galas pada istrinya yang baru kembali dari kamar anak kedua mereka. Sementara ia sendiri menggendong Keiko yang baru saja rewel karena kangen dengan kakeknya, Pak Ming. Mereka memang sangat dekat, Pak Ming seringkali ke Jakarta dan menghabiskan waktunya dengan cucunya tercinta itu. Karena itulah, Keiko seringkali merindukan Kakeknya. Hingga akhirnya balita itu lelah menangis dan tertidur.
"Sudah," jawab Gayung dengan senyum manisnya.
"Aku ke kamar Keiko dulu," ucap Galas, sepertinya Keiko sudah sangat terlelap. Sudah bisa ia tidurkan dikamarnya.
Setelah itu, ia menemui istrinya yang tengah membuat susu kehamilan didapur. Berbeda dengan kehamilan pertama dan kedua, kali ini nafsu makan istrinya menjadi lebih besar. Sehingga tubuhnya yang sebelumnya sudah lebar semakin menjadi. Meski masih dalam batas normal dan tak mengurangi kecantikannya.
Galas memeluk tubuh istrinya dari belakang, lalu mencium pipinya yang chuby.
"Sayang, setelah ini ... istirahat dulu, ya," pinta Gayung sembari mengelus perutnya yang belum terlihat membesar. Gayung sudah terbiasa memanggil suaminya dengan sebutan mesra itu.
"Kenapa memangnya?" Galas terkekeh pelan. Ia yakin, istrinya pasti terprovokasi ucapan Dina tadi pagi dikantor. Meskipun ia sudah mengatakan berulang kali tak mempermasalahkan tubuh istrinya yang tidak selangsing dulu. Toh, dialah yang bertanggung jawab atas perubahan bentuk tubuhnya itu.
"Hamil terus itu capek, Sayang. Kamu nggak ngerasain, sih ya ...." Gayung cemberut. Bukan tak ikhlas tapi ia ingin anak ke-4 nanti ada jeda untuk ia mengistirahatkan tubuhnya.
"Maaf, ya," ucap Galas tulus sembari mengecup i ceruk leher istrinya. Karena ia yang menginginkan istrinya mengandung lagi.
"Tenang saja, Sayang. Aku tidak akan pernah melakukan hal itu. Pertama, karena aku cinta banget sama kamu, kedua karena kamu sudah memberikan kebahagiaan dan anak-anak yang lucu dan pintar untukku, lalu yang ke tiga ...." Galas sengaja membuat istrinya penasaran.
"Yang ketiga?" Gayung menoleh pada suaminy tak sabar.
"Yang ketiga ... kalau aku melakukan hal itu sama saja aku cari mati sama Bapak kamu."
Mereka tertawa mengingat ancaman Pak Ming waktu dulu.
"Bapakku cuma bercandha, Sayang." Gayung tak mau suaminya takut dan tertekan akan hal itu.
"Aku juga cuma bercanda, Sayang. Aku tidak takut dengan ancaman Bapak kamu, karena aku yakin aku bisa menjaga hatiku. Terima kasih sudah hadir dihidupku dan melahirkan anak-anak untukku," ucapnya begitu tulus, sembari membalikkan tubuh istrinya menghadap kepadanya.
Gayung tersenyum dengan air mata keharuan yang menetes dipipinya.
__ADS_1
"Terima kasih juga karena kamu sudah memilihku dan mencintaiku apa adanya. Terima kasih sudah menjadi suami yang baik juga ayah yang baik. Aku sayang kamu." Gayung mengecup bibir suaminya sekilas dan Galas menghadiahkan ciuman untuk membalas kecupan dan pernyataan cinta yang jarang sekali istrinya ungkapkan kepadanya.
Rumah tangga mereka masih panjang. Seberapapun kerikil yang akan menghalangi jalan mereka nanti ke depan. Mereka berharap akan selalu bersama, sampai akhir hayat memisahkan mereka berdua.
-End-
Thanks for reading, pembacaku yang baik-baik.
Untuk sekuelnya aku akan menulis kisah cinta anak kedua mereka "Jusuf Alexander" dengan judul " I Love You, Pandan" ( judul sewaktu-waktu akan aku ubah, karena belum deal tapi aku udah up satu bab disana).
Sangat slow update, semuternya otakku aja.
***
Aku mau ucapin terima kasih juga untuk :
Orang-orang yang sudah menginspirasi dan memudahkan aku untuk menulis novel ini.
Buat Pak Ming ( bukan nama sebenarnya) juga, yang memberiku inspirasi menulis ini. Semoga selalu dipermudah menolong banyak orang.
Thanks Alls!!
❤❤❤❤
__ADS_1
Baca juga karyaku yang lain