Ketika Bosku Mencari Cinta

Ketika Bosku Mencari Cinta
Bab 80


__ADS_3

"Aku nggak mau ketemu sama si ****** itu!" seru Wina, tangisnya kembali pecah. Bayangan suaminya melakukan hubungan int*m dengan wanita cantik itu selalu berhasil membuat wajahnya memanas dan air mata bodohnya lagi dan lagi keluar. Bahkan sampai sekarang ia sesekali masih harus mengunjungi psikiater hanya untuk menenangkan dirinya.


Didunia ini. Ada wanita yang kuat, bisa memaafkan suaminya dengan mudah setelah perselingkuhannya dengan wanita lain. Tapi tidak dengan Wina. Ini adalah kali kedua ia mendapatkan pengkhianatan dari orang yang sama tapi dengan status yang berbeda.


Saat menerima cinta Jay dulu. Wina tidak tahu bahwa Jay seorang playboy. Setelah menjalin hubungan cukup lama, akhirnya masa lalu Jay dengan banyak wanita mulai terkuak. Tapi, ia sudah terlanjur mencintai, sangat mencintai malah sampai ia menerima masa lalu suaminya. Tapi setahun kemudian, Jay kembali tergoda wanita lain dan menjalin hubungan secara diam-diam. Harusnya, saat itu Wina langsung memutuskannya. Tapi ia terlalu dalam mencintai Jay. Ketika laki-laki itu bersujud meminta untuk tidak ditinggalkan, seharusnya ia melepasnya. Namun sembari menata hatinya yang terluka, ia memaafkan laki-laki itu. Bahkan menerimanya ketika Jay menunjukkan keseriusannya dengan mengajaknya menikah dengan janji manisnya yang akan berubah. Selama beberapa tahun menjalin rumah tangga. Jay memang berubah, bahkan mulai rajin beribadah. Disaat ketenangan mulai menghampirinya, lagi-lagi ia mengetahui fakta bahwa suaminya sering keluar bersama wanita lain. Awalnya ia mencoba diam, karena ia juga mengenal wanita itu, mereka bersahabat dekat juga dengan Bos suaminya. Sampai akhirnya orang suruhannya melaporkan kejadian yang tak bisa ia terima. Suaminya tidur bersama sahabatnya sendiri.


Menyakitkan! Bahkan yang ia lakukan setiap hari hanyalah menangis dan menangis. Kalau saja, kewarasannya tak mengingatkan dirinya yang sedang berbadan dua. Mungkin ia akan terpuruk dalam. Tapi demi sang buah hati, ia bangkit perlahan dengan datang ke seorang psikiater yang dikenalkan oleh ibunya. Satu hal yang ia benci dari dirinya adalah ia tetap tidak bisa melepaskan suaminya, bahkan setelah pengkhianatannya yang begitu menyakitkan.


"Tiara bukan ******, Win. Aku yang salah ... aku yang salah!" Jay menjelaskan dengan begitu frustasi.


"Bela aja dia terus, Mas!" Wina tak kalah berteriak.


"Win, aku harus berapa kali jelasin ke kamu. Dari dulu, dihati Tiara hanya ada Galas seorang. Aku yang salah, karena sudah memanfaatkan kesedihannya ...."


"Oh ... aku malah ingin ketemu sama istrinya Galas. Memperingatkan dia supaya hati-hati sama wanita ****** itu."


"Itu nggak perlu, Win. Istrinya Galas yang sekarang merawat Tiara ...."


"Justru itu .... Dia itu masih muda dan polos, jangan sampai ia tertipu sama wajah malaikat ****** itu," ucap Wina menggebu.


"Win, please ... Tiara sekarang sedang berjuang antara hidup dan mati. Dia ingin ketemu dan meminta maaf sama kamu."


"Aku nggak bisa maafin dia, Mas ... sampai kapanpun. Penderitaan dia itu ... kebahagiaan untuk aku ...." Jay tak bisa berkata apa-apa lagi. Apalagi melihat senyum kepuasan dibibir istrinya. Ia seperti tak mengenali wanita yang sudah beberapa tahun membina rumah tangga bersamanya itu. Dan itu semua terjadi karena kesalahannya sendiri. Dia yang tidak bisa menahan nafsunya!

__ADS_1


***


Galas baru saja selesai menerima panggilan dari Jay. Sahabatnya itu meminta bantuannya untuk bicara dengan istrinya. Karena ia gagal membujuk Wina untuk mau bertemu dengam Tiara.


"Wina nggak mau ketemu sama aku, Las?" tanya Tiara lirih. Galas mengangguk dan Tiara mengerti sebesar apa kebencian Wina padanya kini. Itu wajar. Sangat wajar.


"Aku akan mencoba bicara dengannya," ucap Galas.


"Nggak usah. Aku mengerti perasaan Wina ... Aku aja bisa benci dengan Gayung, padahal kamu bukan siapa-siapa aku. Apalagi Wina yang istri sahnya Jay." Tiara mengeryitkan dahinya, seolah mencari sesuatu.


"Semalam kayanya Gayung tidur sama aku, kan Las? Tapi tadi malam pas aku mau solat malam kok berubah jadi Bi Hanah?" tanya Tiara dengan wajah polosnya. Galas terdiam mengusap tengkuknya salah tingkah, bingung untuk menjelaskan. Tidak mungkin kan dia jujur mengatakan bahwa ia menculik istrinya sendiri semalam untuk melepaskan kerinduannya. Karena sejak saat itu, istrinya sibuk mengurus Tiara. Sampai tidur pun selalu dibawah menemani sahabatnya itu.


Belum sempat ia menjawab, istrinya sudah datang membuka pintu dengan membawa nampan berisi sarapan pagi untuk Tiara. Galas berdehem sebentar dan memilih kabur daripada nanti harus menjawab pertanyaan Tiara yang sulit untuk ia jelaskan.


"Gay, semalam kamu pindah ya? Waktu aku bangun yang nemenin aku jadi Bi Hanah," ucap Tiara lagi. Ia sekarang menjadi begitu manja dengan Gayung.


"Eh? I-iya ...," jawab Gayung dengan senyum canggung. Mengingat semalam, bagaimana suaminya memintanya melayaninya, dikamar mereka tentunya.


Flassback on


"Sayang," bisik Galas tepat ditelinga istrinya yang hampir terlelap. Gayung yang masih belum terbuai seutuhnya dalam alam mimpi langsung tersadar dan mendapati suaminya tersenyum kepadanya dengan tatapan mendamba.


"Ayo ke atas," ucapnya lagi dengan masih dalam mode berbisik. "Aku kangen sama kamu," ucapnya lagi sembari mengecup penuh hasrat bibir istrinya sekilas.

__ADS_1


"Mbak Tiara?" tanya Gayung bingung. Karena Tiara tidak mau ditemani tidur oleh Bi Hanah dengan alasan bahwa bersama Gayung selalu membuatnya tenang. Apalagi setelah kejadian ia melihat sosok berbaju putih yang menyerupai dirinya. Tiara seolah takut jika berjauhan dari Gayung.


"Ada Bi Hanah didepan pintu," jawab Galas lagi. Gayung terdiam sejenak, melirik pada wanita yang sudah lelap disampingnya dan mengangguk memenuhi keinginan suaminya, yang langsung membantunya untuk bangun dan membawanya ke kamar mereka.


Flassback off


"Oh, itu ... semalam ada yang harus aku kerjain, ada beberapa kerjaan yang aku pending, harus secepatnya di Acc. Soalnya urgent sih." Gayung berhasil menemukan alasan yang tepat dan Tiara sepertinya tak menaruh curiga.


"Oh, ya udah ... maaf, ya. Gara-gara aku, pekerjaan kamu jadi terbengkelai, Gay." Tiara merasa bersalah.


"Ah, nggak kok, Mbak. Santai aja ...," ucap Gayung tulus. Meski jujur, ia sedikit kerepotan juga. Namun ia menikmati hari-harinya merawat Tiara, melakukan pekerjaannya dan melayani suaminya.


***


Jangan lupa


Like


Komen


Vote


❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2