Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
10. Teman Baru dan Suasana Baru


__ADS_3

Masih berlanjut tentang Nur.


"Hai Nur, namaku Nayla" sapa seseorang yang duduk dibelakangnya


"Hai juga kak Nayla" balasnya dengan senyum tulusnya


"Kau hebat Nur, aku beruntung dapat teman sekelas sepertimu, semoga kau mau membantuku" ujar Nayla kepada Nur


"Tentu saja kak, selagi aku bisa membantu" balasnya


"Ok, sekarang kita bisa berteman kan?"ajak Nayla dan diangguku Nur


"Aku memiliki teman baru di kelas baruku, yang seharusnya menjadi kelas kakak kelasku" batinnya


"Sekarang aku sudah menjadi kakak kelas Syafa, kira-kira dia sedang belajar apa ya?" batinnya dengan menerawang keberadaan syafa


"Lebih baik jam istirahat aku temui dia saja, aku jadi rindu kepadanya" batinnya dengan tersenyum


Jam istirahat pun dimulai


"Syafa..." panggilnya dengan sedikit berteriak

__ADS_1


"Nur... Nur... aku rindu" balas syafa dengan berlari mengarah ke Nur, dan tak lama pun memeluk Nur


"Ah Syafa aku tidak bisa bernafas nik, huh.." ujar Nur meledek Syafa dan Syafa pun memonyongkan bibirnya tanda ia kesal


"Ah kau ini Nur, aku itu rindu tahu.. kau harusnya tahu akan itu.." balasnya dengan masih merasa kesal


"Hahaha aku pun sama" balas Nur membalas pelukan Syafa


"Ehem..ehem.. aku gak dikenalin dengan temanmu nih Nur" ujar seseorang dari belakang yang tadi tidak dihiraukan oleh mereka


"Hehe, maaf kak, kenalin kak ini Syafa temanku, dan adik kelas kita" ujar Nur memperkenalkan Syafa ke teman barunya


"Dan syafa ini kak Nayla teman sekelasku, dan teman baruku" balasnya dengan memperkenalkan Nayla pada Syafa.


"Salam kenal juga kak" balas Syafa


Kini Nur dan Nayla sudah kembali ke kelas mereka, begitupun Syafa karena jam masuk kelas sudah berbunyi kembali.


Saat pelajaran dimulai dengan pelajaran yang menurut teman-teman Nur adalah pelajaran yang sulit dan mereka tak pahami. Ya, itu pelajaran Metamatika, namun tidak dengan Nur yang merasa enjoy dengan pelajaran itu, ia mampu mengusai dengan baik apa yang dijelaskan gurunya.


Kini guru pun memberikan soal mendasar dan berbagai contoh soal ujian nasional karena mereka sudah kelas 9.

__ADS_1


"Baiklah anak-anak, apakah ada yang bisa menyelesaikan soal di depan ini?" tanya guru itu kepada semua murid kelas yang dijarinya


"Saya pak.." Nur pun mengangkat sebelah tangan nya tanda ia memahami pelajaran itu


"Baiklah, silakan maju dan kerjakan soal itu didepan" balas guru itu, dan diangguki Nur.


Nur pun masih fokus untuk mengerjakan soal yang diberikan gurunya, tanpa lama ia menyelesaikan soal itu.


Sungguh takjub guru itu dibuatnya


"Kau hebat Nur, bagaimana kau bisa menyelesaikan soal itu dengan cepat?" tanya guru itu dengan sedikit tidak belum percaya


"Begini pak, saya menyelesaikan dari hal yang mudah terlebih dulu... bla...bla...bla..." jawab Nur dengan menjelaskan hasil pekerjaannya


Seketika guru dan teman sekalasnya memberikan tepuk tangan kepada Nur


"Prok..Prok..Prok.." balas teman-temannya dengan rasa takjub


Hingga pelajaran usai, guru pun kembali ke ruang guru. Dan kini pergantian mata pelajaran yang lain.


Sesaat belum ada guru yang datang, sehingga menjadi kesempatan bagi teman-teman kelas Nur untuk bertanya akan apa yang mereka saksikan tadi.

__ADS_1


"Nur, bagaimana bisa kau mengerjakan soal tadi? padahal kan itu soalnya susah." ujar salah satu temannya


"Iya Nur, kok bagi kamu mudah ya?" timpal mereka dan hanya dibalas senyuman tulus oleh Nur


__ADS_2