Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
37. Anak Angkat


__ADS_3

Nur yang sekarang berada di negara J ia menempati salah satu rumah milik paman Rahman. Ya dia diangkat anak oleh paman Rahman beserta istrinya, karena anak mereka hilang tak lama setelah dilahirkan.


Karena dianggap Nur adalah anak yang cerdas dan berbakat, terlebih ia berbakat dalam melukis, dan hasil lukisnya banyak dikagumi oleh kebanyakan orang. Sehingga, tumbuh rasa semangat dalam hati dan diri paman Rahman untuk menjadikan Nur adalah anak angkatnya, karena ia merasa senang jika berdekatan dengan Nur.


Flashback


Saat itu sebelum Nur ke negara J, ia menghubungi semua teman sekolahnya dulu bahkan tak lupa ia menghubungi paman Rahman untuk mengabari bahwa ia akan menimba ilmu di kota J.


Sesaat tak lama setelah ia mengabari kepada paman Rahman, paman Rahman memberikan pendapat dan penawaran bahwa Nur diminta untuk meninggali rumah paman Rahman beserta istrinya yang berada di negara J yang tak jauh dari universitas yang akan Nur ambil nantinya.


Paman Rahman beserta istrinya pun sudah menunggu kedatangan Nur di kediaman mereka.


"Assalamu'alaikum" salam Nur


"Wa'alaikumsalam Nur, silakan masuk" balas paman Rahman


"Mom... ini Nur nya sudah sampai" ujar paman Rahman sembari memanggil istrinya

__ADS_1


"Iya pi, sebentar." balas istri paman Rahman beranjak menghampiri mereka


"Ini mom, yang namanya Nur" ujar paman Rahman mengenalkan Nur


"Wah cantik sekali pip.. ayo silakan masuk nak" balas istri paman Rahman sembari menggandeng tangan Nur dan mengajaknya untuk masuk


"Ayo duduk nak, bibi sudah masak banyak untukmu" ujar istri paman Rahman dengan antusias


"Terimakasih bi" balas Nur. Seketika istri paman Rahman pun mengambilkan makanan untuk suaminya dan Nur


"Makanlah yang banyak Nak, jangan malu-malu, jika mau lagi boleh kok nambah" ujar istri paman Rahman dan di angguki oleh Nur


"Terimakasih bi" balas Nur


"Nur, paman dan bibi ingin sekali menjadikan mu anak angkat kami, apakah boleh Nur?" tanya paman Rahman


"Iya nak, bibi sangat ingin memiliki anak, terlebih anak bibi hilang 15 tahun yang lalu, mungkin kalau sekarang ia masih ada sudah sebesar kamu nak" balas istri paman Rahman sembari menitikkan air mata

__ADS_1


Nur pun terkejut, namun dilihatnya ketulusan dari paman Rahman beserta istrinya ia pun merasa terharu dan akhirnya ia pun menyetujui tawaran mereka. Toh disini ia tidak ada keluarga, fikirnya.


"Baik paman, bibi. Nur bersedia" balas Nur tulus


"Kamu serius sayang?" ujar istri paman Rahman meyakinkan dan dijawab anggukan oleh Nur


"Terimakasih sayang, sekarang panggil paman dan bibi, papi Rahman dan momy Nurma ya sayang"ujar istri paman Rahman


"Baiklah bi.. eh maksudnya momy Nurma dan papi Rahman" balasnya


Seketika Rahman dan Nurma istrinya memeluk Nur. Ada sedikit kebahagian dilihat dari raut wajah mereka. Dalam hati mereka teringat akan anaknya yang selama 15 tahun ini menghilang, entah dimana kabar anak mereka saat ini. Bahkan selama mencarinya belum ada titik temu.


Setelah acara berpelukan, Nurma pun mempersilakan dan menunjukkan anak angkatnya itu menuju sebuah kamar yang telah ia siapkan. Dulu memang sengaja ia persiapkan untuk anaknya sebelum hilang.


"Ayo nak, momy tunjukkin kamar untukmu" ujar Nurma sembari menggandeng tangan Nur


"Nah ini kamarnya sayang, kamu suka kan?" ujarnya lagi

__ADS_1


"Iya suka bi.. eh maksudnya mom" balas Nur


"Ya sudah kamu istirahat lah dulu sayang, besok pagi akan momy ajak keliling rumah" balas Nurma sembari mengusap kepala Nur


__ADS_2