
Keesokan harinya ia memutuskan untuk pergi butiknya di kota D yang selama ini yang dibantu oleh adiknya. Berasama adiknya ia menyusuri jalanan yang masih sepi karena masih pagi hari, sekaligus ia mengantarkan adiknya untuk kesekolahnya
"Dek ayo berangkat, nanti kamu telat" ujar Nur berteriak
"Iya iya kak bentar, adikmu yang ganteng ini harus berdandan rapih" balas Fatih
"Idih berdandan untuk siapa coba dek, dek"
"Untuk siapa lagi ya?" kata Fatih bertanya
"Sudah ayo, kakak juga harus ke butik" ujar Nur seraya menyeret tangan adiknya
Diperjalanan suasana masih lumayan sepi
"Kak, ini berkas-berkas yang belum aku selesaikan, ada beberapa desain yang dipesan oleh klien untuk beberapa hari mendatang" ujar Fatih dengan menyerahkan beberapa berkas
"Ok dek makasih ya selama ini sudah membantu kakak" ujar Nur berterimakasih kepada adiknya
"Sama-sama kak, aku kan juga belajar, terus sekarang juga udah punya penghasilan sendiri karena kakak" jawab Fatih jujur
"Sudah sana turun, hati-hati ya, nanti kalau sudah selesai langsung hubungi kakak, ok?"
"Iya kak, kalau begitu Fatih turun dulu, Assalamu'alaikum" ujar Fatih dan tak lupa menyalami tangan Nur
"Wa'alaikumsalam" balas Nur dengan mengacak-acak rambut adiknya
__ADS_1
"Ish kakak rambutku jadi berantakan lagi kan" ujar Fatih kesal dan langsung meninggalkan Nur yang masih terkekeh akan sikap adiknya itu
Tak lama ia pun sampai di butik yang ia bangun pertama kali, dengan dibantu oleh kedua orang tua dan adiknya
"Selamat pagi nona, saya Dewi asisten anda" sapa seseorang prempuan berhijab itu
"Assalamu'aikum mbak Dewi, senang bertemu denganmu" balas Nur tersenyum
"Wa'alaikumsalam nona Nur, mari saya antar ke ruangan anda" balas Dewi
"Terimakasih mbak Dewi, dan apakah ada kendala selama mbak Dewi bekerja disini?" tanya Nur
"Alhamdulillah belum ada kendala yang berarti nona, justru sejauh ini usaha butik ini cukup baik bahkan berkembang pesat" tutur Dewi menjelaskan
"Oh iya silakan duduk mbak Dewi, temani saya mengobrol disini, karena sudah lama kan saya tidak kesini" ujar Nur mempersilakan
"Terimakasih nona, saya cukup kagum dengan anda diusia yang muda, tapi nona sudah memiliki usaha yang cukup bagus" puji Dewi
"Alhamdulillah ini atas kehendak Allah SWT mbak, saya manusia hanya berusaha" balas Nur
"Iya nona, terlebih anda pun sudah menyelesaikan kuliah anda di usia muda" puji Dewi lagi
"Ah itu lagi-lagi kehendak Allah mbak Dewi" ujar Nur lagi
"Apa ada berkas yang harus saya tangani mbak Dewi?" tanya Nur
__ADS_1
"Ini ada non, beberapa klien meminta untuk bertemu dengan anda secara langsung"
"Baiklah, kapan akan diadakan pertemuan?" tanya Nur
"Siang ini jam 12 siang bertepatan jam makan siang nona" jelas Dewi
"Baiklah, tolong nanti sekalian bawakan beberapa contoh desain baju yang baru saya buat kemarin"
"Baik nona akan siapakan terlebih dahulu, kalau begitu saya pamit dulu untuk mempersiapkannya nona" pamit Dewi
"Iya silakan mbak Dewi" balas Nur dan Dewi pun beranjak pergi
"Mbak Dewi..." panggil Nur
"Iya nona, ada yang bisa saya bantu?" tanyanya kepada Nur
"Bisakah berikan kepada saya beberapa kertas dan pensil warna untuk saya, saya akan mencoba membuat desain baru lagi" ujar Nur
"Baik nona sebentar saya ambilkan"
Tak lama Dewi pun kembali dengan membawa permintaan Nur tadi
"Ini nona" ucapnya dengan menyerahkan beberapa kertas dan sekotak pensil warna
"Terimakash mbak Dewi, silakan lanjutkan pekerjaan anda" ujar Nur dan dibalas anggukan oleh Dewi
__ADS_1