Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
62. Kepulangan


__ADS_3

"Assalamu'alaikum bibi, paman" sapa Zalwa kepada pembantu dan tukang kebun di rumah Rahman


"Wa'alikumsalam non Nur" balas bibi


"Bukan non Nur, tapi non Zalwa nem" timpal Parman, tukang kebun di rumah itu


"Tidak apa-apa bi, paman, hanya belum terbiasa, Zalwa masuk dulu ya bi, paman"


"Iya non silakan, mari tuan, nyonya" timpal Inem


"Iya bi, tolong buatkan makanan kesukaan Zalwa ya bi, dia pasti lapar karena dari tadi belum makan" pinta Nurma


"Baik nya"


"Ayo nak, kamu ke kamarmu dulu ya" ujar Rahman dengan mendorong kursi roda anaknya


"Pi, apa Zalwa boleh tidak pakai kursi roda lagi?" tanya Zalwa


"Kamu masih lemah, nanti jika sudah membaik dan kuat, tidak masalah" balas Rahman dengan mengantar anaknya ke kamarnya


"Papi tinggal dulu ya sayang, papi harus kembali ke kantor" pamit Rahman dengan mencium pucuk kepala anaknya


"Hati-hati ya pi" yang dibalas senyuman oleh Zalwa


"Sepi juga ya disini" ujar Zalwa dengan merebahkan badannya dan tak lama ia tertidur


"Tok...tok..."

__ADS_1


"Sayang..." panggil Nurma dengan membuka pintu kamar putrinya itu


Dihampirinya putri itu dan nampak sudah tertidur


"Istirahatlah nak, sehat selalu, kami menyayangimu" ujar Nurma dengan mengelus kepala dan mencium kening putrinya, ia pun meninggalkan Zalwa yang sedang tertidur


"Bi, saya dan suami saya kembali kerja dulu ya bi, karena ada pekerjaan yang tidak bisa kami tinggalkan saat ini, kami titip Zalwa dulu ya bi, nanti jika ada apa-apa hubungi kami" pamit Nurma kepada bibi Inem


"Baik nya"


"Oh iya bi, tolong ini nanti kasihkan ke Zalwa ya bi, hp dia rusak waktu kecelakaan, jadi papinya sudah membelikan baru untuknya" ujar Nurma dengan menyodorkan hp keluaran terbaru yang ia titipkan kepada pembantunya


"Dan nanti jangan lupa berikan makanan, dan obat untuk Zalwa bi, kami pamit dulu, Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumsalam" balas bi Inem


Bi Inem pun mengantar kedua majikannya ke depan pintu, nampak Pak Pardi supir Rahman sudah menunggu di dekat mobil, tak lama mobilpun berlalu meninggalkan pekarangan rumah itu


"Iya ya man, tapi alhamdulillah non Nur eh maksudnya non Zalwa tumbuh jadi anak yang baik, pinter mana kasep pisan" balas Paijo


"Ye, yang ditanya Parman itu aku, kenapa kamu yang jawab Jo, Paijo" balas Karmin


"Kamu nya saja yang lama jawabnya, ya sudah dari pada lama jadi aku jawab saja" balas Paijo merasa tak bersalah


"Sudah, sudah kalian bertiga ini, itu semua sudah takdir dari Allah" timpal Inem yang tiba-tiba menghampiri mereka


"Heh Nem, ngagetin saja kamu" balas Paijo

__ADS_1


"Jangan marahin istriku" ujar Karmin


"Owalah min, min, siapa juga yang mau marahin istrimu itu, justru dia yang nanti marahin kami" balas Paijo lagi dan Parman hanya menggeleng


"Sudah pak, ibu masuk ke dalam lagi, nanti non Zalwa bangun, ibu tidak tahu" ujar Inem dengan meletakkan 3 cangkir kopi dan kue di nampan


Benar saja saat masuk ke dalam Zalwa sudah bangun dan sudah menuruni tangga menuju ke dapur


"Eh non Zalwa, ada yang bisa bibi bantu non?" tanya Inem


"Ini bi, Zalwa lapar, dari tadi belum lapar, Zalwa mau masak dulu ya bi" balas Zalwa


"Tidak usah non, itu sudah bibi siapin, non nunggu di meja saja ya, bibi panasin lauknya dulu"


Tak lama makanan pun sudah siap


"Ini non, silakan" ujar Inem


"Terimakasih bi, bibi dan yang lain sudah makan belum? Ini bentar lagi siang bi" tanya Zalwa


"Baru sarapan saja tadi non, nanti setelah non makan, baru kami makan non"


"Ayo makan bersama saja bi, ajak yang lain" balas Zalwa


"Jangan sungkan bi, ayo dan ini ambilkan untuk yang lain, Zalwa cukup makan ini saja" ujar Zalwa menunjuk beberapa makanan


"Baik non, terimakasih ya non" balas Inem dengan tersenyum

__ADS_1


"Iya bi, Zalwa makan dulu ya, dan bibi segeralah ya bi" pinta Zalwa dengan menyuap makanan ke mulutnya


"Baik sekali non Zalwa, alhamdulillah kelurga ini sungguh baik terhadap kami, terimakasih ya Allah, meski jauh-jauh merantau, tapi kami tidak keberatan jika majikan kami sungguh baik seperti ini" batin Inem dengan membawa makanan ke tempat suami beserta yang lainnya


__ADS_2