
Hari liburan sekolah pun telah usai, kini baik Nur dan teman-teman lamanya maupun teman-teman barunya harus kembali sekolah seperti biasanya. Sama hal nya dengan Azam yang kini telah memulai sekolah seperti biasanya di kota D
"Semester 2 aku kembali, apakah aku bisa mengikuti perlombaan seperti dulu waktu aku masih SMP?" batinnya
"Seandainya aku bisa mengikuti lomba dan bersama Nur pasti akan sangat menyenangkan, melihat kepandaian dia, aku yakin perlombaan waktu itu dimenangkan olehnya" masih dalam batinnya dengan senyuman mengingat senyum dan rasa kagum kepada Nur
"Hai Zam, apakah kau menungguku?" Ujar seseoang yang dengan tiba-tiba menghampiri nya
Azam pun menoleh kemudian beranjak pergi
"Huh gadis itu lagi" batinnya tidak suka
"Zam, tunggu, kenapa kau meningalkan ku" seru seseorang tadi dengan berlari mengikuti Azam
"Kenapa kau selalu mengikutiku? Apakah kau kurang kerjaan?" balas Azam dengan intonasi mengintimidasi
"Eh ya aku kurang kerjaan, jadi aku mengikutimu" balasnya dengan centil, namun Azam justru meninggalkannya
Ya, seseorang itu adalah Sinta yang selalu mengejar Azam dan sudah berulang kali Sinta meminta Azam untuk menjadi kekasihnya, namun selalu ditolak olah Azam
"Lihat saja kau Zam, pasti kau akan aku dapat" ujarnya dengan kesal
__ADS_1
Sepulang sekolah Azam langsung menuju rumahnya dengan tanpa sengaja ia bertemu seseorang anak laki-laki yang memakai seragam sekolah dasar itu sedang menangis dengan kaki yang berdarah
"Kau kenapa dek?" tanyanya dengan menghampiri anak itu
"Tadi aku terjatuh kak, dan kakiku terluka, hiks..." balas anak itu
"Ayo berdiri, kakak akan mengantarkanmu pulang."ajaknya dengan membukakan pintu mobilnya
Sesampainya di kediaman anak yang dibantunya itu, mereka disambut seseorang wanita yang masih lumayan terlihat lebih muda ketimbang Mama Azam
"Kau kenapa nak? dan kenapa ini?" tanya wanita itu dengan menghampir anaknya yang sedang dipapahnya itu
Azam pun menjelaskan.
"Terima kasih ya nak, kamu sudah menolong anak tante" ujar ibu mengantar Azam yang telah berpamit untuk kembali kerumahnya
"Den tumben baru pulang?" tanya salah satu pembantu kepadanya
"Iya bi, tadi habis menolong anak yang jatuh" balasnya dengan seraya pergi menuju kamarnya
Hingga malam pun berlalu, dan pagi pun tiba, kini Azam sudah kembali disekolahnya kembali. Dan kali ini ia akan mengikuti perlombaan basket antar sekolah.
__ADS_1
"Aku kembali kota A" serunya dalam hati
"Apakah aku akan bertemu dengannya lagi? atau aku hampiri saja dia ya?" ucapnya dalam hati
"Ah tapi masa iya menghampiriny, nanti kalau dia bertanya aku harus jawab apa ya?" tanyanya masih dalam hatinya
Kini perlombaan ajang basket pun dimulai tanpa sengaja lawan bertandingnya adalah teman lamanya itu, ya dia adalah Ilham
"ilham kan?" tanyanya meyakinkan
"Wah kau Zam, kau belum lupa ternyata denganku?" balas seseorang itu yang tak lain ilham teman lamanya
"Ah kau ini, aku rindu bro" balasnya dengan menepuk bahu ilham, dan dibalas hal yang sama oleh ilham
"Dulu kita membela sekolah yang sama, namun tidak dengan sekarang, kita harus membela dan mengharumkan nama sekolah kita masing-masing" ujar ilham menantang Azam
"Oke, tapi ingat kalah atau menang kita tetap berteman oke?" balas Azam
Kini pertandingan pun berjalan dengan kondusif dan hasil dimenangkan oleh sekolah Azam
"Selamat ya bro, kau masih menjadi yang terbaik" ucap ilham memberikan selamat kepada Azam
Setelah acara selesai mereka pun melanjutkan mengobrol sampai dengan mereka harus kembali ke sekolah masing-masing.
__ADS_1
"Sampai jumpa bro ilham, besok main lah ke kota D jangan hanya tinggal diam di kota ini terus" ujar Azam dengan melambaikan tangan ke arah ilham dan dibalas oleh senyuman
"Sampai jumpa kembali bro" balas ilham