Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
74. Pertemuan Azam dan Dito


__ADS_3

Kini Azam sedang menaiki pesawat yang ia tumpanginya, ia sangat berharap untuk bertemu dengan seseorang yang ia rindukan


"Bismillah Ya Allah, semoga Engkau mempertemukanku dengannya" batin Azam seraya berdo'a


Disisi lain, Zalwa merasakan ada getaran yang aneh di dadanya, padahal ia akan berniat mengunjungi tempat ia dibesarkan juga mengunjungi orang tua dan adiknya, serta melihat butik dan bertemu kliennya


"Ya Allah perasaan apa ini? kenapa jantungku berdegub kencang seperti ini" batin Zalwa memegang dadanya


"Kak Nayla, aku sama kak Putra pamit dulu ya, mungkin hanya 3 atau 4 hari saja disana, setelah urusan selesai, kami akan kembali, maaf ya kak merepotkan" ujar Zalwa pada Nayla, ya Nayla saat ini juga membantu di perusahaan milik orang tua Zalwa


"Tidak apa-apa dek, berhati-hati lah" balas Nayla dengan memeluk Zalwa


"Kakak juga hati-hati ya, jika ada apa-apa hubungi kami" ujar Zalwa lagi dan diangguki oleh Nayla


"Ayo kak Putra, 2 jam lagi pemberangkatan kita, aku mau cari makan dulu nanti sekalian di bandara saja ya kak" ajak Zalwa pada Dito


"Iya iya adikku tersayang, bawel sekali sih" balas Dito dengan menyusul Zalwa


Sesampainya di bandara masih ada waktu sekitar 1 jam cukup untuk mereka berdua makan dan beribadah dulu


"Kak ayo pesan makannya, setelah itu kita sholat dulu ya kak"


"Iya, kakak pesankan seperti biasanya saja ya, sama beli roti dan minum untuk nanti nyemil" balas Dito meninggalkan Zalwa


Tak lama Dito pun datang

__ADS_1


"Ini dek ayo buruan dimakan, terus kita sholat dulu"


Setelah selesai makan, Zalwa dan Dito pun beranjak ke mushola yang ada di dekat bandara


Setelah melaksanakan sholat, Dito pun keluar terlebih dulu, ia mengambil koper nya dengan sebuah tas milik Zalwa, ditentengnya koper dan tas itu


"Brukk.."


"Maaf saya tidak sengaja" ujar Dito


"Tidak apa-apa saya yang tidak melihat" balas seseorang yang ditabraknya, kemudian seseorang itu memandang wajah Dito


"Dito.." panggilnya


"Azam, ya ampun kamu Azam" balas Dito dengan memeluk Azam


"Oh aku mau ke kota D, kebetulan ada klien disana, sekalian mengantar..."ucapan Dito terputus karena tangannya sudah ditarik seseorang


"Ayo kak Putra, sebentar lagi kita akan terlambat" ajak seseorang itu yang tak lain adalah Zalwa


"Azam, maaf ya, lain kali kita berjumpa kembali" teriak Dito dengan berjalan karena tanggannya ditarik oleh Zalwa


"Suara itu...." batin Azam berfirik


"Ah mungkin hanya mirip saja" ujarnya lagi dengan melambaikan tangan ke arah Dito beserta seseorang yang menarik Dito

__ADS_1


"Mungkin hanya mirip saja suaranya Zam" ujar Azam lagi sambil berjalan


"Kenapa jantungku berdegup kencang lagi saat berselisih dengan seseorang yang tadi mengobrol dengan kak Putra ya" batin Zalwa dengan masih menarik tangan Dito


Kini mereka pun melanjutkan perjalanan untuk ketujuan masing-masing


Azam pun ia langsung menuju rumah sakit rujukan Nur dulu, ia menanyakan ke salah satu petugas disana namun tetap saja tidak ada yang bernama pasein Khairani Nur yang pernah dirawat disana


"Maaf pak, atas nama Khairani Nur tidak pernah ada dalam daftar kami, namun untuk riwayat penginapan dan pengobatan sesuai tanggal dan alamat rumah sakit sebelumnya, dengan nama dokter yang mendampinginya ada salah satu nama tertera disini" jelas salah satu petugas itu


"Bolehkan saya tahu namanya sus?" tanya Azam


"Pasien itu atas nama Zalwa Kania Sanjaya putri dari keluarga Sanjaya, beliau memang sempat koma dengan waktu yang cukup lama" jelas petugas itu


"Apakah pasien itu masih hidup sus?" tanya Azam memastikan


"Iya pak, bahkan saat ini beliau sudah sehat kembali, dan hanya sesekali kontrol kemari, namun sudah beberapa bulan tidak kemari"


"Terimakasih sus atas informasinya"


Ujar Azam berlalu


"Kenapa tidak ada namamu disini Nur, ini adalah alamat rumah sakit yang diberikan oleh salah satu suster disana" ujar Azam bingung


"Lalu Zalwa Kania Sanjaya putri dari keluarga Sanjaya itu siapa? Mengapa harus ia yang dirawat bukan Nur?" batin Azam bertanya-tanya

__ADS_1


"Aku harus selidiki masalah ini" ujar Azam


__ADS_2