Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
39. Pengungkapan


__ADS_3

3 hari kemudian Nurma sudah dibolehkan pulang dari rumah sakit, namun keberadaan anaknya belum ditemukan. Hal itu membuat Nurma menjadi seorang yang pendiam dan terkadang ia menangis histeris.


Suatu ketika saat Rahman pergi ke kantornya, ia mendapat kabar bahwa pelaku penculikan putrinya telah tertangkan oleh orang kepercayaannya. Ia pun hendak menghampirinya.


Namun, ia pun mendapat kabar dari pembantunya bahwa istrinya mengalami kecelakaan. Tentu saja itu membuat Rahman tak percaya, dengan segera ia menyusul istrinya menuju rumah sakit.


"Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya nya kepada dokter yang menangani istrinya


"Istri anda baik-baik saja tuan, namun ada hal yang lain yang mempengaruhi keadaan fisik istri anda" balas dokter itu


"Maksud dokter apa?" tanyanya tidak percaya


"Akibat benturan yang keras mengenai perut istri anda, terlebih jahitan pada perutnya belum terlalu pulih, mengakibatkan cacat pada istri anda yang dimana istri anda tidak bisa hamil kembali" tukas dokter itu


Rahman pun terkejut dan tak percaya mendengar ungkapan dokter itu. Dengan segera ia menghampiri istrinya.


"Pi, maafiin momy pi... hiks.." ucap istrinya lirih dengan air mata yang sudah membasahi pipinya


"Tidak mom, ini adalah takdir" balas Rahman sembari menghapus air mata istrinya


"Bagaimana anak kita pi?" tanya Nurma


"Papi tadi mendapatkan kabar bahwa pelakunya sudah ditemukan oleh orang kepercayaan papi, dan saat ini pelakunya sudah ditangkap" balas Rahman


"Jadi anak kita sudah diketemukan pi?" tanya Nurma antusias namun dapat balasan gelengan oleh Rahman


"Belum mom" balas Rahman tertunduk


Setelah 1 hari istrinya dirawat, ia menitipkan istrinya pada salah satu suster di rumah sakit untuk menjaga istrinya. Sementara Rahman ia beranjak menuju salah satu kantor polisi.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan, saya melakukannya karena terpaksa" ujar pelaku penculikan itu yang mana adalah dokter wanita yang membantu istrinya melahirkan


"Terpaksa apa maksudmu?" tanya Rahman sengan terselut emosi


"Saya terpaksa oleh nona Tiara yang mengancam akan membawa adik saya untuk dijadikan wanita pengibur sebagai ganti hutang kami tuan" balas dokter wanita itu


"Tiara dari keluarga Parto?" tanyanya dengan intonasi tinggi


"Benar tuan, sekali lagi maafkan saya" ujar dokter wanita itu memohon


"Lalu dimana anak itu?" tanyanya lagi


"Maaf tuan, nona Tiara meminta untuk membunuh anak tuan" balas dokter wanita itu


"Jadi kau membunuhnya hah?!!" bentak Rahman


"Ti..tidak tuan, saya tidak tega, karenanya saya menaruh anak tuan pada sebuah rumah dan saya meninggalkan secarik kertas bertuliskan nama anak anda dengan sebuah kalung pemberiaan anda yang masih tertempel di lehernya tuan" balas dokter wanita itu


Rahman pun segera beranjak pergi dan menelphone orang kepercayaannya untuk menolong adik dokter wanita itu, dan tak lupa meminta orang kepercayaannya mencari anak nya dan wanita yang bernama Tiara.


Setelah mendapatkan kabar keberadaan Tiara, Rahman pun beranjak pergi menuju tempat Tiara berada.


Dilihatnya seorang prempuan yang telah duduk diikat oleh anak buahnya.


"Hahaha... bagaimana sayang, apa kah kau bahagia kehilangan anakmu?" tanya Tiara pada Rahman dengan mata mengintimidasi dan gelak tawa arti kemenangan


"Itu adalah balasan untukmu yang telah menyakitiku. Hahahaha" timpalnya lagi


"Apa maksudmu? apa yang kau lakukan kepada anakku hah?!" bentaknya

__ADS_1


"Kau sudah menolak ku, bahkan kau memilih Nurma ketimbang aku, padahal yang mengenalmu pertama kalinya adalah aku!!. Mengapa kau memilih nya hah?!!" bentar Tiara tidak terima


"Aku yang dulu mencintaimu ketimbang dia! Mengapa Rahman?!!" tanya Tiara lagi


"Bukankah sudah aku katakan, aku hanya menganggapmu sahabat tidak lebih!!" bentak Rahman dan ia pun beranjak pergi.


Sementara Tiara kini sudah dibawa menuju kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.


Setelah mendapati alamat dari dokter wanita mengenai keberadaan putrinya, Rahman pun menuju tempat yang tertera dialamat itu.


"Permisi..." ucapnya sembari mengetuk-ngetuk pintu namun tidak ada jawaban, bahkan sudah berulang kali


"Maaf anda siapa ya pak?" tanya seseorang kepadanya


"Maaf pak saya mencari penghuni rumah ini" balasnya


"Oh pak Furqon maksud bapak?" tanya orang itu lagi


"Iya pak penghuni rumah ini" balasnya lagi


"Tapi maaf pak, rumah ini sudah dijual karena istri pak Furqon belum kunjung hamil, jadi pak Furqon membawa istrinya berobat"


"Kalau boleh tanya orangnya pergi kemana ya pak?" tanyanya kembali


"Kalau itu saya kurang tahu pak"


Sesaat pun hening, terlihat raut wajah frustasi Rahman


"Apa bapak tahu, bahwa kemarin ada anak bayi prempuan yang ditinggalkan dirumah ini pak?" tanya nya lagi

__ADS_1


"Iya betul pak, kemarin sudah sempat pak Furqon melaporkan kepasa kades dan warga setempat, namun tidak ada yang mengenali bayi itu, sehingga bayi itu pun dirawat dan dibawa oleh pak Furqon bersama istrinya" balas orang itu


"Ya Allah aku harus mencari kemana lagi putriku" batinnya sembari menitikkan air mata


__ADS_2