
Sesaat setelah kepergian Nur, Azam pun hanya termenung.
"Hei Zam, kenapa kau melamun?" tanya Alex
"Ah tidak bang" balas Azam
"Apakah kau mengenali Nur?" tanya Alex penuh selidik
"Hanya kenalan biasa" jawab Azam singkat
"Apakah kau mencintainya?" tanya Alex memastikan
"Ee... tidak" elak Azam
"Kau tidak bisa membohongiku Zam, aku adalah sepupumu, dan kau ingat bahwa aku lebih tua 1 tahun darimu, aku bisa melihat ada cinta mu untuk nya, jika kau tidak mencintainya, biarkan saja aku yang akan berjuang untuk meluluhkan hatinya" ujar Alex santai
"Tidak, tidak boleh" balas Azam tidak terima
"Apa hakmu melarangku hah?!" tanya Alex dengan intonasi tinggi namun Azam hanya berdiam
"Jika kau mencintainya, maka kerjarlah ia, ungkapkan perasaan yang ada pada hatimu Zam, dia adalah gadis yang baik" tukas Alex
"Dan satu hal jika kau tidak menginkannya, aku lah yang akan maju untuknya" balasnya lagi
__ADS_1
"Tapi kau tahu sendiri bang, papa akan menjodohkanku" jawab Azam dengan tertunduk
"Kejarlah dulu, kau ungkapkan isi hatimu, dan jika kau serius kepadanya, kau perkenalkan dengan papamu, aku percaya om dan tante akan memahami itu" jelas Alex, tak lama pun Azam pergi meninggalkannya
"Huft... mengapa aku harus menyuruh Azam yang bertindak, padahal entah dari mana aku juga menginginkannya" batin Alex merasa kesal
Tak lama Azam pun berlari mencari sosok gadis yang ia nanti selama ini.
Dilihatnya gadis yang ia cari sedang berdiri tak jauh dari jalan raya. Ia pun hendak menghampirinya dengan deguban hati yang tak dapar ia kontrol
"Ada apa aku ini, kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini" batin Azam saat ia sudah berada tak jauh dari Nur berdiri
"Awas...!!!" teriak Nur seraya berlari saat melihat seorang anak kecil yang menyebrangi jalan, dan dari sebelah kanan ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang
"Nona Nur....!!!" teriak Dewi terkejut
"Bangun nona"
"Bangun nona" ujar Dewi membangunkan Nur
Seketika pun banyak orang yang mengerumuninya. Tak jauh dari Nur, berdiri sosok anak kecil laki-laki yang menghampiri Nur dengan menangis
"Kakak bangun kak, maafin aku" ujarnya dengan menangis
__ADS_1
Azam pun yang tadinya ingin menghampirinya menjadi terkejut dan seolah-olah tak percaya dengan apa yang terjadi di depannya
"Nur... tidak mungkin itu engkau Nur" ujarnya dengan melangkahkan kaki pelan
Diterobosnya kumpulan orang-orang itu, ia pun menghampiri sosok yang ia cintai namun sosok itu saat ini tidak berdaya.
Diambilnya ia dari dekapan Dewi
"Nur, bangun Nur, ini aku Azam. Aku mencintaimu Nur, tolonglah bangun Nur" ucapnya dengan menangis
"Tolong bangun Nur, tidak kah kau juga mencintaiku Nur?" tanyanya
"Kenapa kau diam saja Nur?" ujarnya lagi
"Jawab Nur, tolong jawab aku Nur" balasnya lagi dengan tangis tersedu-sedu
"Nur, saat ini aku mengungkapkan isi hatiku kepadamu Nur, aku sangat mencintaimu"
"Bangunlah Nur" pintanya lagi, namun seseorang yang ada dihadapanya hanya terdiam membisu
"Tolong segera panggilkan ambulance..!!!" ucapnya memohon dengan berteriak
"Kita bawa dengan mobil nona saja tuan, mobilnya tak jauh dari sini" balas Dewi dengan gemetar
__ADS_1
Azam pun dengan segera menggendong tubuh Nur dan membawa ke arah mobil yang ditunjuk oleh Dewi.