Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
71. Teman lama


__ADS_3

Saat diperjalanan, Zalwa pun dihubungi oleh pihak rumah sakit, bahwa wanita yang ia tolong telah sadarkan diri


"Kak kita langsung ke rumah sakit dulu ya kak, tadi pihak rumah sakit menghubungiku bahwa wanita yang kita tolong sudah sadarkan diri"


"Iya dek, tapi kamu izin dulu ke paman dan bibi ya, takut mereka khawatir denganmu, apa lagi ini sudah hampir malam" ujar Dito mengingatkan


"Iya sudah kak, tadi Zalwa kirim pesan ke mereka"


Kini mereka pun sampai di rumah sakit dan segera menuju ke ruangan tempat seseorang yang ia tolong tadi


"Assalamu'alaikum" sapa Zalwa dan Dito serempak seraya masuk ke dalam ruangan itu


"Wa'alaikumsalam" balas seseorang itu


"Bagaimana keadaannya mbak? apakah sudah membaik?" tanya Zalwa, namun seseorang itu tak menjawabnya melainkan hanya memandang wajah Zalwa dengan cukup lama


"Dek, kenapa dengan perempuan itu?" bisik Dito, Zalwa pun hanya menggeleng


"Mbak.. mbak.." panggil Zalwa


"Eh.. maaf, iya saya sudah baik-baik saja" balas orang itu


"Terimakasih sudah menolongku" timpalnya lagi


"Sama-sama mbak, apakah mbak punya nomor keluarga mbak yang bisa dihubungi?" tanya Zalwa lagi, namun orang itu hanya menggeleng


"Lalu dimana keluarga mbak berada?" tanya Dito


"Mereka sudah meninggal satu tahun yang lalu, disini saya tinggal bersama paman tiri saya, karena dia satu-satunya keluargaku, namun ia justru berniat akan menjualku, hingga akhirnya aku kabur dari rumahnya" ujar perempuan itu becerita dengan terisak

__ADS_1


"Mbak yang sabar ya mbak" ujar Zalwa seraya menghapus air mata perempuan itu


"Seperti tidak asing, tapi siapa ya?" batin Zalwa


"Terimakasih sekali lagi" ujar prempuan itu


"Sama-sama mbak, kalau begitu kami permisi dulu ya mbak, besok kami kemari lagi" pamit Zalwa seraya akan beranjak pergi dan diikuti oleh Dito


"Tunggu.." panggil prempuan itu


"Iya ada apa mbak?" tanya Zalwa


"Apakah kamu Nur?" tanyanya


"Dia Zalwa adikku" timpal Dito


"Nur siapa yang dimaksud mbak?" tanya Zalwa masih penasaran


"Iya saya Khairani Nur alias Zalwa Kania Sanjaya" jelas Zalwa


"Benarkah kamu Nur?" tanya prempuan itu tersenyum senang


"Khairani Nur seperti pernah mendengarnya" batin Dito


"Iya mbak, apakah mbak mengenalku?" Tanya Zalwa memastikan


"Aku Nayla dek" ujar prempuan itu


"Ya Allah kak Nayla, alhamdulillah akhirnya kita bertemu lagi ya kak, aku rindu sama kakak" balas Zalwa seraya beranjak menghampiri Nayla dan memeluknya

__ADS_1


"Nur aku kira kamu sudah tiada, setelah mendengar kabar kecelakaan yang mrnimpamu, dan hampir setengah tahun kakak mencarimu, untuk memastikannya dek" ucap Nayla


"Alhamdulillah kak, aku masih sehat, dan alhamdulillah di saat yang bersamaan Allah mempertemukanku dengan keluarga kandungku kak" jelas Zalwa


"Alhamdulillah ya dek, kakak senang mendengarnya, dan tahu kah kamu srmua teman dan sahabatmu mengira bahwa kamu sudah tiada setelah kecelakaan itu" jelas Nayla menceritakan


"Alhamdulillah aku masih diberikan kesempatan untum mempetbaiki diri kak" balas Zalwa


"Kak, sekarang panggil namaku dengan Zalwa ya kak, karena aku adalah Zalwa yang hilang hampir 20 tahun yang lalu" pinta Zalwa


"Eh iya Nur eh Zalwa, sekali lagi terimakasih ya dek sudah menolong kakak"


"Iya kak, kami pamit dulu ya, besok kami kesini lagi sekaligus menjemput kakak, kakak besok sudah diperbolehkan pulang, kakak mau ya tinggal bersamaku" pinta Zalwa


"Apa tidak merepotkan kamu dek?" Tanya Nayla ragu


"Kakak sudah aku anggap kakakku sendiri, dulu kakak selalu menemaniku bersama Syafa, kakak ingat itu?" tanya Zalwa mengingatkan dan diangguki oleh Nayla


"Kami pamit dulu kak. Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikunsalam" balas Nayla


"Dek kamu kenal dengan prempuan tadi?" tanya Dito


"Iya kak, dia kak Nayla teman lama ku, usianya mungkin 1 tahun lebih muda dari pada kakak, dia cantik kan kak?" tanya Zalwa menggoda Dito


"Iya cantik" ucap Dito tanpa sadar


"Tapi kalau suka langsung lamar ya kak, jangan pacaran" ujar Zalwa

__ADS_1


"Eh apa sih dek, baru juga bertemu belum saling mengenal" balas Dito setelah sadar


"Jodoh tiada yang tahu kak"


__ADS_2