Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
19. Pelukis kecil


__ADS_3

Setelah dalam perjalanan yang tak cukup lama, kini Nur sudah sampai di kediaman orang tuanya yang berada di kota D. Ia disapa dengan hangat oleh kedua orang tua nya dan sangat antusian dari adik satu-satunya.


"Alhamdulillah anak ibu sama bapak sudah sampai, bagaimana kabarmu sayang?" tanya ibunya dengan uluran pelukan yang menyambut Nur


"Alhamdulillah Nur baik bu, pak" balasnya dengan memeluk ibu nya, kemudian bapak nya


Saat asyik bercengkrama, datang adik Nur yang tak lain adalah Fatih. Namun saat memasuki rumah ia tak dihiraukan oleh penghuni rumah itu.


"Wah, wah, ternyata aku dilupakan dan tidak dihiraukan karena kakak datang to.." ucap Fatih dengan segera memeluk kakaknya itu


"Ih adek, bukannya salam, malah langsung peluk-peluk kakak, mana bauk lagi" balas Nur dengan berpura-pura menutup hidungnya


"Ih kakak ini"


"Aku itu sudah salam berulang kali, tapi tidak ada yang menjawab" jawabnya kesal


"Aduh, aduh.. anak ibu maafin kami nak. Wa'alaikumsalam" balas ibu dengan melerai kedua anaknya yang masih berdebat


"Sudah ayuk kita makan, Fatih ajak kakakmu makan, dia baru datang pasti lapar" pinta ibunya kepada Fatih untuk mengajak Nur.

__ADS_1


Tak lama mereka pun makan bersama, dan setelah selesai tentu saja bercengkrama karena sudah lama mereka tidak bersama.


Hingga hari pun menjelang malam, mereka kembali dalam kamar masing-masing.


"Kring..kring.." suara telephone dari hp Nur


"Assalamu'aikum paman" balasnya saat menerima telephone dari hp nya


"......" balas nya dari seberang telephone


"Bisa-bisa paman, kebetulan Nur sedang berada di kota ini, tapi Nur harus minta izin terlebih dahulu kepada kedua orang tua Nur paman"


"............."


Pagi hari ibunya sudah berada di dapur dan akan menyiapakan sarapan untuk mereka.


"Assalamu'alaikum ibu, ibu sedang memasak apa nih" tanya Nur dengan mencium pipi kanan ibunya


"Wa'alaikumsalam anak ibu, bikin kaget saja" balas ibunya

__ADS_1


"Ini ibu sedang memasak nasi goreng, dan telur mata sapi kesukaanmu dan adikmu" balas ibunya lagi dengan senyum hangatnya


Tak lama kini mereka sedang menikmati sarapan itu, karena ini adalah libur semester, jadi Fatih adiknya pun tidak masuk sekolah.


"Ibu, bapak, Nur mau minta izin nanti sore sekitar jam 3 akan pergi keluar mengunjungi paman Rahman ke galeri nya" izin Nur kepada kedua orang tuanya


"Baiklah nak, tapi jangan pergi sendirian, biar di antar supir dan ajaklah adikmu agar dia bisa belajar" balas bapaknya


"Baiklah pak, terimakasih" ucap Nur dengan memeluk bapak dan ibunya


Hingga hampir jam 2 Nur pun sudah bersiap dengan setelan gamis yang cukup indah dipakainya. Ia tak lupa membawa sebuah karya yang akan ia tunjukkan kepada paman yang selama ini mampu membantu dan menjual beberapa karya nya yang tak lain dan tak bukan adalah paman Rahman.


"Dek, dek fatih.." ucapnya dibalik pintu kamar adiknya


"Ada apa sih kak?" balas Fatih


"Ayo temani kakak ke galeri paman yang membantu menjual karya kakak" pintanya dengan menarik tangan adiknya itu


"Baiklah kak, tapi aku ganti baju terlebih dulu, masa kakaknya cantik, adiknya kaya gembel, huft.." balas Fatih dengan meniup niup rambut nya

__ADS_1


"Baiklah kakak tunggu dibawah"


Tak lama kini mereka segera bersiap untuk berangkat. Hingga tiba di sebuah galeri yang cukup besar dan mereka disambut seseorang yang cukup lama Nur kenal karena karyanya yang dibantu untuk dijual oleh seseorang itu


__ADS_2