Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
17. Pertemuan Tanpa Sengaja


__ADS_3

Nur yang sudah menyelesaikan ujian nasional pun kini mengajukan izin kepada Abah dan Umah untuk mengunjungi kedua orang tuanya yang berada di kota D.


Sebelum itu ia pamit kepada ketiga teman di kamar asrama pesantren itu


"Lun, Ina, Tata aku mau izin ke kalian untuk mengunjugi keluargaku di kota D, dan mungkin aku disana sekitar 1 mingguan" izin Nur kepada teman-temanya itu


"Yah Nur, padahal kan aku ingin  ikut kamu, aku ingin sekali mencoba kuliner yang teranak disana"ujar Luna dengan manja kepada Nur


"Terenak bukan teranakk lun" balas Tata


"Itu dah masuk aku"  ujarnya lagi


"Maksud bukan masuk Lun.." balas Tata kesal, dan membuat Nur dan Ina terbahak


"Sudah, sudah. kalian ini, nanti aku terlambat lho" ujar Nur mengingatkan teman-temannya itu


"Yah Nur, pasti aku rindu denganmu" ujar Luna dengan memeluk Nur


"Tenanglah aku akan kembali 1 minggu lagi" balas Nur


"Benar ya, jangan lama dan tentunya jangan lupa oleh-olehnya ya..." timpal Luna lagi

__ADS_1


"Baiklah, tidak hanya oleh-oleh, kalian harus semangat ujiannya, jika kalian lulus dengan nilai yang bagus, kalian akan mendapatkan hadiah dariku" ujar Nur dengan memberikan semangat kepada teman-temannya itu yang akan melaksanakan ujian tingkat sekolah dasar itu


Setelah melewati drama yang lumayan panjang bersama ketiga temannya itu, Nur pun menuju dalem Abah dan Umah untuk meminta izin yang sama dengan yang ia maksud tadi kepada ketiga temannya.


Tak membutuhkan waktu yang lama, kini Nur pun sudah mendapatkan dan mengantongi izin dari Abah, Umah dan ketiga temannya, juga ia tak lupa mengabari kedua teman disekolahnya yaitu Nayla dan Syafa.


Nur pun dengan menenteng sebuah tas kecil dan dengan pakaian muslim yang ia kenakan, dengan segera ia menuju bandara yang tak jauh dari pesantrennya


Kini pesawat yang akan ditumpanginya pun siap membawanya untuk bertemu dengan kedua orang tuanya dan adiknya itu.


"Bismillah, semoga sampai tujuan" ucapnya dalam hati


Seketika Nur pun meminta maaf kepada oran yang ia senggol tanpa sengaja itu


"Maaf, saya tidak sengaja" ucapnya dengan memberikan tissue kepada seseorang yang ia senggol itu


Seseorang itu pun menerima tissue itu dengan segera mengelapkan pada tangannya yang tertumpahan minuman yang ia bawa


"Tidak masalah, lain kali lebih hati-hati gadis kecil" balas seseorang itu


"Terimakasih kak, kalau begitu minumannya akan saya ganti" balas Nur menunduk dan dengan tidak enak hati

__ADS_1


"Tidak usah, lain kali saja, dan sepertinya kamu baru disini" balas seseorang itu dengan masih mengelapkan tissue itu pada tangannya


"Iya kak, saya baru disini, dan hanya pengunjung" balasnya dengan sopan


"Baiklah adik kecil hati-hati, aku tinggal dulu" ujar seseorang itu seraya meninggalkan Nur


"Seperti mengenal suara itu" batin Nur dengan masih mematung


"Tidak asing tapi siapa ya?" tanyanya mengingat-ingat dan terdengar orang lain


"Apakah dia adalah..." ucapnya menggantung


"Azam.." jawab seseorang yang itu dari belakang, seketika membuat Nur pun menoleh ke arah suara itu


Seseorarang itu kembali ke arah gadis itu karena teringat sebuah tasbih yang pernah ia berikan kepada gadis kecil yang ia kagumi sewaktu ia masih SMP. Dan untuk meyakinkan dan menghilangan rasa penaran itu, ia pun kembali dan tanpa sengaja ia mendengar suara gadis itu yang seperti sedang bertanya-tanya.


Tanpa ragu dia langsung menyebutkan namanya.


"Azam...." ucapnya


"Namaku Muhammad Azam" balasnya kembali

__ADS_1


__ADS_2