
Sesampainya di galeri, Nur dan Fatih adiknya, sudah disambut oleh paman Rahman.
"Selamat datang Nur, silakan masuk" sapa paman Rahman kepada Nur
"Terimakasih paman" balasnya dengan senyum di raut wajahnya
"Oh iya ini siapa Nur?" tanya paman Rahman kepadanya
"Ini adikku paman, namanya Fatih" balasnya, dan Fatih pun menyalami paman Rahman.
Sampai dengan di dalam gedung galeri, ada beberapa karya lukisan yang sungguh indah. Nur pun berjalan dengan mengamati hasil-hasil karya yang indah.
"Paman, sungguh indah karya-karya itu" ucapnya dengan menunjuk beberapa karya lukisan
"Iya Nur, tapi hasil karyamu juga tidak kalah bagus dan indah.." balas paman Rahman
"Ini adalah beberapa karyamu Nur, cukup banyak sudah, dan nanti akan ada pembeli yang menginginkan karyamu ini" ujar paman Rahman
"Tapi pembeli itu ingin berjumpa denganmu Nur, karena itu paman memintamu untuk datang kemari" sambungnya lagi
"Baiklah paman, jam berapa kita akan berjumpa dengannya paman?" tanya Nur
"Mungkin sebentar lagi Nur" balas paman Rahman
__ADS_1
Tak lama suara pintu pun berbunyi
"Tok..tok.."
"Masuk.."
"Permisi tuan, ada yang ingin berjumpa dengan anda" ujar asisten paman Rahman dan dianggukinya tanda dipersilakan
"Senang berjumpa denganmu tuan Rahman" sapa seseorang itu
"Saya juga senang berjumpa dengan anda tuan, silakan duduk" balas paman Rahman dengan menunjuk tempat duduk di depannya
"Sesuai dengan persetujuan yang saya ajukan kemarin tuan Rahman, saya akan membeli beberapa karya dari anda, namun saya ingin sekali berjumpa dengan pembuatnya" ujar seseorang itu
"Jadi gadis kecil ini, atau pria kecil ini?" tanyanya
"Ya dia gadis kecil itu tuan" balas paman Rahman
"Wah ternyata masih kecil sudah pintar" puji tuan Malik
"Siapa namamu Nak?" tanya tuan Malik kepada Nur, seraya menjulurkan tangannya
"Nama saya Nur pak, dan ini adik saya Fatih" balas Nur dengan menelungkupkan tangan, dan Fatih membalas uluran tangan tuan Malik
__ADS_1
"Gadis yang baik, ia bahkan tak menerima uluran tanganku" batin tuan Malik
"Oh ya, saya sungguh kagum dan menyukai hasil-hasil karyamu Nur, terutama istri saya" ujar tuan Malik
"Terimakasih pak, saya juga mengucapkan terimakasih karena bapak mau membeli hasil karya saya" balas Nur dengan senyum bahagianya
"Iya, bahkan bukan hanya istri saya yang menyukai karyamu Nak, anak saya juga menyukai nya, dan beberapa waktu yang lalu telah membeli karyamu" balas tuan Malik dengan kagum
"Sekali lagi terimakasih pak" balas Nur dengan senyum khasnya
Dan tak perlu lama, tuan Malik pun membeli 3 buah karya lukis Nur, dengan senyum bahagia dari raut wajahnya.
"Sungguh indah, dan aku kira pembuatan lukisan ini adalah seseorang yang sudah dewasa, dilihat dari karyanya, namun ternyata buatan dari gadis kecil" batin tuan Malik dengan senyum yang menghiasi raut wajahnya
Setelah membeli karya lukisan itu, tuan Malik pun izin pulang.
"Nur, selamat ya lukisanmu kembali terjual, dan kamu jangan pernah berhenti untuk tetap mengembangkan bakatmu Nak" ujar paman Rahman
"Dan ini adalah uang hasil karya-karyamu yang telah terjual" balas nya lagi seraya menyodorkan cek kepada Nur
"Apa ini tidak terlalu banyak paman?"tanya Nur, karena ia merasa belum percaya akan nominal yang cukup besar yang terdapat
di cek itu
__ADS_1
"Tidak, itu sungguh hasil dari karyamu Nur, dan paman juga sudah mengambil sebagian hasil dari karyamu sesuai kontrak yang telah kita sepakati sebelumnya" balas paman Rahman, karena ia yakin Nur tidak akan menerimanya langsung