
Tak lama ke empat orang tua memasuki ruangan itu
"Alhamdulillah nak, kamu akhirnya bangun, momy senang sekali" ujar Nurma menghampiri Nur dengan sedikit berlari dan dengan segera ia memeluk anaknya itu
"Alhamdulillah mom" balas Nur bahagia
"Kenapa rasanya berpelukan dengan momy lebih hangat ketimbang bersama ibu, meski sama-sama hangat, namun seperti ada yang berbeda, ada apa ini?" batin Nur
"Akhirnya nak, kamu bangun, papi sangat bahagia" ujar Rahman dengan segera memeluk Nur
"Maaf papi, kita bukan mukhrim, Nur akan menjabat tangan papi saja ya" pinta Nur
"Tidak nak, papi bukan lah orang lain, papi dan momy adalah orang tua kandung mu sayang, kamu adalah Zalwa Kania Sanjaya putri kami yang hilang sayang" balas Rahman menjelaskan
Namun Nur masih terpaku sembari menatap meminta penjelasan kepada bapak dan ibu, orang tua yang telah merawat dan membesarkannya itu
"Apa yang dikatakan pak Rahman, benar apa adanya Nur, kami menemukan mu waktu itu di teras rumah kami, dan 2 tahun kemudian setelah merawatmu kami menemukan adikmu Fatih dekat jalan raya yang cukup ramai, dan kami membawanya bersama kita sayang, hingga jadilah kita sekarang" ujar Furqon
"Jadi Nur dan Fatih bukan saudara kandung?" tanya Nur tak percaya dan diangguki oleh Furqon
"Fatih, kemari dek, aku tak bisa menjaga jarak denganmu, jadi bolehkah kakak memelukmu setiap kita bertemu?" tanya Nur kepada Fatih
"Tentu saja kak, kau adalah kakakku, bapak dan ibu juga adalah orang tua kita" balas Fatih seraya memeluk kakaknya itu
__ADS_1
"Momy dan papi juga orang tuamu fatih" ujar Nurma
Setelah menjelaskan semuanya, mereka pun bercengkrama bahagia, sungguh keluarga yang bahagia itu indah
Keesokan harinya
"Fatih, coba kau tanya ke dokter dek, kapan kakak bisa pulang, rasanya kakak bosan tinggal disini" ujar Nur meminta
Tak lama dokter menghampiri mereka
"Selamat pagi nona Nur, apakah keadaanmu sudah lebih baik?" tanya dokter
"Selamat pagi juga dokter, alhamdulillah rasanya lebih baik" balas Nur
"Baiklah kami akan mencek nona dulu, untuk memastikan apakah ucapanmu benar adanya" ujar dokter sembari memeriksa keadaan Nur
"Bagaimana dok? kapan saya bisa pulang dok?" tanya Nur
"Keadaan nona cukup baik, tapi kami sarankan nona untuk bersabar hingga 2 hari mendatang, agar kondisi nona benar-benar pulih, dan setelah pulih kami akan menginzinkan nona untuk pulang" ucap dokter
"Tapi bisakah saya ke taman dok? karena jika di kamar terus saya akan bosan" ujar Nur
"Selama tidak jauh dari rumah sakit kami mengizinkan, namun jangan sampai nona terlalu lelah, karena itu akan mengganggu kondisi dan pemulihan nona saat ini" ujar dokter mengingatkan
__ADS_1
"Baiklah dok terimakasih" balas Nur seraya tersenyum senang
"Ayo tih, temani kakak ke taman ya" ujar Nur kepada adiknya
"Iya ayo kak, tapi kakak duduk di kursi roda saja ya, kan kakak belum benar-benar pulih" ujar Fatih
"Ya baiklah" balas Nur, Fatih pun membantu Nur untuk duduk di kursi roda yang telah disiapkan oleh salah satu suster
"Terimakasih sus" ujar Fatih, Nur pun hanya tersenyum
Mereka pun berjalan dengan Fatih mendorong kursi roda Nur
"Ayo kita kesana tih, sepertinya udara disana lumayan sejuk" ujar Nur menunjuk taman yang memiliki beberapa bunga yang sedang mekar dan sebuah pohon yang cukup besar sehingga membuat taman itu tedur dari sinar matahari
"Bagaimana sekolahmu dek? apakah kamu sudah mempersiapkan ujian sekolahmu?" tanya Nur
"Sudah kak, kakak kan motivatorku, jadi aku sangat bersemangat ingin seperti kakak" balas Fatih dengan bangga karena kakaknya
"Jadilah orang bisa membuat kedua orang tua kita bangga dek, eh sekarang bukan hanya dua tapi empat, jadi kau harus terus bersemangat dan kalau bisa nilaimu harus bagus ya dek" ujar Nur
"Tentu saja kak, aku juga tidak kalah dengan kakak, meski kalah dikit sih. hehehe" balas Fatih dengan menggarukkan kepala, karena memang dia kalah dari kakaknya itu
"Cukup dengan nilaimu yang baik dek, kakak akan tetap bangga memiliki adik seperti mu" balas Nur
__ADS_1
"Terimakasih ya kak, walau kenyataanya kita bukanlah saudara kandung, tapi kakak masih sayang kepadaku" ujar Fatih memeluk kakaknya itu
"Apa pun yang terjadi, kau tetap jadi adikku dan sampai kapan pun"