
Saat tengah disibukkan dengan pekerjaannya, Nur pun dikejutkan dengan suara dering dari handphonnya
"Kring....kring..." Nur pun mengangkat telephonnya dengan loadspaker agar memudahkan ia menjawab panggilannya itu
"Halo apakah benar ini dengan nona Nur?" tanya seseorang dari balik handphonnya
"Iya benar dengan saya sendiri" balas Nur
"Kami dari pihak perusahaan xx diminta oleh Tuan Alex untuk menanyakan langsung mengenai proposal perjanjian kerja kemarin yang sudah kami revisi ulang nona" balas seseorang itu
"Ah iya baik tuan, saya sudah membalas nya melalui email, dan saya sepakat atas kerja sama itu" balas Nur sopan
"Terimakasih nona, nanti akan ada pihak kami yang menjemput nona untuk bertemu dengan tuan Alex"
"Tidak perlu tuan, silakan kirim saja alamatnya, nanti saya pribadi yang akan kesana" ujar Nur dan tak lama pun panggilan berakhir, Nur pun segera memanggil asistennya yang tak lain adalah Dewi melalui telephone
"Mbak Dewi ke ruangan saya segera ya mbak" ujarnya lalu tak lama pun ia mengakhiri panggilannya
"Permisi nona, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dewi setelah masuk ke ruangan Nur
"Iya mbak, ini beberapa contoh desain baju sesuai tema yang diminta oleh pihak nona Calara, tolong mbak Dewi meminta salah satu asisten mbak Dewi untuk mengantarkannya kepada pihak nona Clara" ujar Nur dengan memberikan beberapa contoh desain baju yang sedari kemarin dan baru ia selesaikan kepada Dewi
"Baik nona, apakah ada hal yang lain?" tanya Dewi memastikan
__ADS_1
"Hari ini tolong temani saya untuk bertemu dengan tuan Alex di perusahaan xx, beliau ingin bertemu dengan saya, barusan pihaknya menghubungi saya" ujar Nur
"Baik nona, apakah sekarang kita berangkatnya nona?" tanya Dewi lagi
"Ah baiklah sekarang, agar cepat selesai karena hari ini saya akan ada kunjungan ke kota A, mungkin besok saya izin tidak masuk" jelas Nur dan diangguki oleh Dewi
Tak lama mobil pun mengantarkan mereka ke perusahaan xx tempat Alex berada
"Selamat siang nona Nur, tuan Alex menunggu anda di ruangannya" ujar seseorang itu mempersilakan yang tak lain adalah Bimo
"Terimakasih tuan Bimo" balas Nur sopan
Tak jauh dari arah ia berdiri dan hendak berjalan banyak karyawan khususnya kaum adam yang terpanah melihat sosok Nur melewati mereka
"Aku rela jadi suaminya"
"Abang langsung jatuh hati dek" ujar beberapa karyawan lagi
"Sssttt... kalian ini tidak sopan, segeralah bekerja kembali" ujar seseorang karyawan yang menyuruh mereka untuk tidak berisik
Sesampainya di sebuah ruangan yang telah dipersilakan Bimo untuk memasukinya, betapa terkejutnya Nur karena disana sudah ada seseorang yang selama ini ia kagumi juga ia merasa nyaman saat bersamanya.
Nur pun hanya bisa menundukkan kepada nya seraya menarik nafas dalam.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum tuan Alex" sapa Nur
"Wa'alaikumsalam nona Nur, silakan duduk" balas Alex dengan senyum bahagia dan Nur pun mengangguk serta ia menuju ke sebuah sofa yang di tunjuk oleh Alex
"Kak Azam, sedang apa ia disini?" batin Nur
"Apakah Nur sudah melupakan aku, atau ia tak mengenaliku lagi sehingga ia tak menyapaku" batin Azam
"Terimakasih sudah berkenan untuk hadir kemari nona, saya sungguh senang" ucap Alex berbasa-basi
"Iya tuan" balas Nur singkat seraya ia mencoba melirik ke arah Azam
"Baiklah nona, sesuai dengan hasil kesepakatan kita sebelumnya, dan revisi sebelumnya juga sudah anda setujui, ini adalah cek sebagai uang muka atas kesepakatan kita" ujar Alex dengan menyerahkan sebuah cek yang telah ia bubuhi nominal uang yang cukup banyak
"Terimakasih tuan, senang bekerja sama dengan anda" balas Nur berterimakasih seraya menelungkupkan tangan
"Oh saya hampir saja lupa untuk memperkenalkan sepupu saya kepada anda nona, perkenalkan sepupu saya Azam, ia juga baru saja menyelesaikan studynya di luae negri, dan sebentar lagi ia yang akan memimpin perusahaan xy menggantikan orang tuanya" tukas Alex mengenalkan
"Senang bertemu dengan anda nona Nur, saya Azam" ujar Azam memperkenalkan diri, namun dengan mata penuh kerinduaan
"Ee.. i..ya tuan, saya Nur, senang bertemu dengan anda" balas Nur terbata
"Ya Allah, benar saja kak Azam sudah lupa denganku" batin Nur menahan gejolak perih di dalam hatinya
__ADS_1
Tak lama Nur pun berpamitan meninggalkan ruangan Alex