Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
18. Tatapan Kagum menjadi Rindu (Azam)


__ADS_3

"Kak Azam" tanya Nur yang masih kurang percaya akan bertemu dengan kakak kelasnya dulu


"Iya ini aku Azam, kamu Nur kan?" tanya Azam dengan girang


"Iya kak, aku Nur" balasnya dengan senyum


Tak selang lama, kini ada seseorang yang menghampiri mereka dengan pakaian lengkap has supir pada umumnya.


"Non Nur ya, mari non saya antar, maaf sudah terlambat, karena tadi perjalanan cukup macet" ujar supir itu meminta maaf


"Iya tidak apa-apa pak, mari" balas Nur ke supir itu


"kak, aku permisi dulu ya. Assalamu'alaikum" ucap Nur pamitan dengan Azam


"Wa'alaikumsalam, hati-hati Nur" balas Azam dengan lambaian tangan, meski tidak ada balasan dari Nur


Muhammad Azam


"Sungguh tanpa disengaja aku yang ingin sekali menghampiri mu seseorang yang aku kagumi kini engkau yang mengampiri ku terlebih dulu gadis kecil. Dan kau sekarang nampak tumbuh dengan baik dan bahkan aura cantikmu makin terlihat, senyummu sungguh indah" batin azam dengan masih memandangi mobil yang dinaiki Nur, hingga mobil pun sudah tidak terlihat lagi

__ADS_1


"Zam.. Azam,..." Panggil seseorang dari arah belakang yang tak lain adalah ilham


"Kau ini, bukankah kau akan menjemputku kenapa kau malah tidak mencariku hah?" ujar ilham dengan kesal namun tak kunjung mendapatkan jawaban oleh Azam


Sesampainya dikediaman Azam, Azam pun mempersilakan ilham untuk masuk dan menempati kamar ruang tamu yang telah ia sediakan untuk temannya itu. Ya, di kelas 2 ini ilham akan pindah sekolah ke sekolah Azam, karena orang tua ilham akan pergi menyusul orang tua Haikal dan Haikal pun ikut menyusul kesana, sehingga ilham pun sendiri. Namun, maksud tujuan ilham ke sekolah Azam adalah untuk mengurus surat perpindahkan dan pendaftaran disekolah barunya itu/


Saat setelah cukup waktu istirahat bagi ilham ia pun menghampiri Azam yang dengan fokus memainkan game pada gagetnya itu.


"Zam, apakah kau tahu, sebelum aku kesini, lebih tepatnya sebelum Haikal sepupuku diliburkan karena kelas 3 disekolahnya akan ujian, aku bertemu dengan adik kelas kita yang dulu menjadi guru privat Haikal" ujar ilham mulai bercerita namun belum ada balasan dari Azam


"Dan kau tahu, dia adalah Nur adik kelas kita yang dulu mengikuti lomba di kota B bersama kita" lanjutnya


"Kau serius?" balasnya


"tentu saja, bahkan aku tidak sengaja menabraknya pada saat ia berada ditoko dan ia membeli perlengkapan melukis" lanjut ilham


"Setelah itu?" lanjut tanya Azam dengan penasaran


"Setelah itu aku pamit meninggalkannya bersama kedua temannya, dan kami pun kembali ketujuan kami masing-masing" timpal ilham

__ADS_1


"Ah kau gak asyik" balas Azam dengan datar


"Hahah, seprtinya kau mengagumi Nur ya" balas ilham meledek Azam


"Resek kau" timpal Azam


"Tapi Zam, ada hal yang sungguh membuatku kagum kepada Nur itu.." ucap ilham menggantung dan mebuat rasa penasaran Azam muncul kembali


"Dia yang seharusnya ke kelas 2 sekarang ia naik ke kelas 3, dan hal itu yang membuat Haikal sepupuku merasa minder untuk mnendekati Nur" lanjut ilham


"Dan Nur sekarang telah selesai ujian ditingkatan nya, info dari Haikal dan Syafa temannya ia sedang berlibur di kota ini" lanjut ilham dan membuat Azam terdiam


"Apakah Nur sekarang jadi anak pesantren?" gumamnya dalam hatinya


"Senyumnya tadi masih sama meskipun penampilannya sedikit lebih berubah, dan itu bagus" lanjutnya


"Dan apakah benar dia sekarang sedang menunggu kelulusannya dan artinya dia berada di kota ini untuk berlibur?" gumamanya kembali


"Ah kenapa aku ingin selalu melihatnya setelah pertemuan tadi ya?" gumamnya seraya mengingat kejadian tadi di bandara

__ADS_1


"Aku ingin melihatnya kembali, akan aku cari ia besok" lanjutnya dengan senyum bahagia


__ADS_2