Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
33. Bertemu lagi apa ini jodoh?


__ADS_3

3 bulan kemudian, kini baik disekolah Nur maupun Azam, siswa tingkatan SMA kelas 3 sedang menjalani ujian, sehingga murid-murid kelas 1 dan 2 diliburkan. Namun, tidak untuk mereka berdua.


Pasalnya mereka harus mengikuti ujian di kota C, jarak nya tidak lumayan jauh, 2 jam perjalanan mereka sampai.


Sebelumnya Nur pun mengajukan untuk loncat kelas kembali, yang dimana disemester 2 ini ia akan mengikuti test ulangan kenaikan kelas untuk kelas 1 dan kelas 2 SMA itu. Dengan pertimbangan ia mengikuti beberapa lomba yang akan diikuti oleh sekolahnya.


Sebelumnya pada ajang perlombaan matematika, dan ipa Nur pun mngikutinya, bahkan menjadi juara.


Untuk kali ini dia diminta mewakili lomba sebagai wakil dari sekolahnya dalam perlombaan tilawatil qur'an yang diadakan di kota C.


2 jam perjalanan dengan 2 orang guru dan 5 siswa lainnya yang membersamainya. Tak lama ia pun sampai ditempat tujuan


Nampak sudah banyak siswa yang akan mengikuti prlombaan tersebut, dengan laki-laki memakai pakaian koko putih, dan siswa perempuan mengenakan gamis putih, jilbab hitam.


Acara dimulai dengan sambutan oleh penyelenggara acara, dan kini tiba saatnya satu per satu siswa menampikan diri dengan suara merdu mereka saat membawakan surah yang mereka baca.


Lantunan demi lantunan ayat suci al-qur'an yang dubawakan dari para siswa berbagai sekolah, suara - suara yang lembut, bagus dan tentu menyejukkan hati.


"Bismillahirahmanirrahim..."


"Ar-Rahman"


"........."


"Shodaqallahula 'adzim"


"Subhanallah, Maha suci Allah, sungguh kalam Mu sungguh indah Ya Allah" ucap Nur

__ADS_1


"Suara yang membawakan nya juga bagus" batin Nur


Tak lama Nur pun dipanggil, kini saat nya ia yang harus membawakan surah yang akan dibacanya


"Masa Ar-Rahman lagi ya? bukan kah tidak diperkenankan untuk sama kan surahnya?"batin Nur bertanya-tanya


"Baiklah surah Al-Waqi'ah saja kalau begitu, setelah mengingat bahwa Allah Maha Pengasih, maka kita harus mengingat tentang hari kematian"


"Bismillah sesuai arti dari surah itu, semoga menjadikan kita selalu bersiap diri dan mengingat bahwa hari kiamat itu pasti adanya" batin Nur


"Bismillaahirahmaanirrahiim"


"Idzaa waqa'atil wa qi'ah"


"Laysa liwaq'atihaa ka dzibah"


"........."


Nur pun membawakannya seraya dengan menitikkan air mata karena mengingat hari kematian adalah hari yang sungguh menyeramkan, dan pasti itu akan terjadi adanya.


Setelah usai, ia pun kembali ketempat duduknya, dilihatnya ia wajah teman perempuan yang tak lain adalah kakak kelasnya Raysa dan Tania menangis sedikit tersedu, begitu Nur ingin duduk, dua temannya langsung memeluk nya dan menjadikan luapan tangisannya.


"Hikss.. hikss Nur..." panggil Raysa dengan segera memeluk Nur


"Apa yang terjadi pada mereka, apa aku ada salah ya?"batin Nur bingung


"Terimakasih Nur, kau mengingatkan kami" timpal Tania

__ADS_1


Acara pun akan segera usai, kini acara dilanjutkan dengan akan ditutup dengan pengumaman pemenang lomba.


Sambutan demi sambutan, kini beberapa siswa dari antar daerah dipanggil satu per satu sebagai pemenang juara 3,2 dan 1


Siswa dari sekolahnya telah dipanggil kedepan yaitu Tania sebagai juara 3 putri dan Rudi sebagai juara 2 putra.


"Mungkin aku belum beruntung, artinya aku masih harus belajar terus" batin Nur pasra


Hingga pengumuman juara putra


"Selanjutnya Muhammad Azam sebagai juara pertama putra, silakan maju kedepan" ujar MC


"Deg... apa kah itu kak Azam yang aku kenal?" batin Nur


Hingga saat ia diminta maju kedepan sebagai juara pertama putri, Nur pun belum bergerak dari tempat duduknya


"Nur... itu namamu dipanggil, cepatlah kedepan" bisik Raysa dan sontak membuat Nur terkejut


"Selamat ya.." bisik seseorang yang berdiri disampingnya


Nur pun menoleh ke sumber suara itu "Kak Azam.."


"Iya ini aku, selamat ya" timpal Azam lagi


"Terimakasih kak, selamat juga untuk kakak" balas Nur, Azam pun tersenyum


"Dimana pun kita akan bertemu, apakah kita ni jodoh?" tanya Azam dengan mata masih mengarah kedepan

__ADS_1


"Eh maksudnya bagaimana ya kak?" jawab Nur sedikit berbisik


"Lupakanlah.." balas Azam dengan senyum yang sulit diartikan


__ADS_2