Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
77. Pertemuan teman SMA tanpa disengaja


__ADS_3

Saat mereka sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba handphone Zalwa pun berdering


"Em maaf, aku angkat telephonku dulu ya" ujar Zalwa dengan mengangkat telephonnya yang ternyata dari adiknya


"Halo Assalamu'alaikum dek, ada apa dek?" jawab Zalwa setelah ia mangangkat telephonnya


".............."


"Em baik lah, kakak akan kesana, sekalian makan siang bersama teman-teman kakak, Assalamu'alaikum" balas Zalwa kemudian mengakhiri pangilannya


"Kak kita ke butik ya, ada klien yang ingin bertemu, kebetulan mbak Dewi tidak masuk karena anaknya sakit, dan Fatih masih ada jam kuliahnya" ujar Zalwa


"Ya sudah ayo tidak apa-apa, tidak jauh juga, bagaimana tuan Andrea, mbak Reni?" tanya Dito memastikan


"Ah tidak apa-apa mari, lagian jadwal saya hari ini sudah tidak ada lagi, hitung-hitung berjumpa dengan teman lama" balas Andrea dengan melirik ke arah Zalwa


"Ya sudah mari, pakai mobil kami saja, saya yang menyetir" ajak Dito dan diikuti yang lainnya


"Maaf ya kak Reni, kak Andrea, kita makan siang di butik kami saja ya, kebetulan di butik kami juga membuka tempat makan jadi bisa sekalian" ujar Zalwa


"Tidak apa-apa Nur, ya kan Ren?" tanya Andrea kepada Reni


"Eh.. i...iya tuan" balas Reni gugup


"Sudah panggil nama saja, kita juga sedang di luar" ujar Andrea lagi


"Eh iya kak Andrea, sudah lama juga kita tidak bertemu dengan Nur, teman SMA kita, terakhir kita berkumpul saat kak Andrea kelas 3, kita kelas 1 ya Nur, kemudian kak Andrea lulus eh Nur malah lompat kelas, jadilah aku adik kelasnya meski usia nya jauh dibawah kami" ujar Reni menceritakan


"Wah adikku ini memang kurang sopan ya terhadap temannya, masa temannya ditinggalkan lompat kelas" ujar Dito bercanda


"Hehe maaf ya kak, aku hanya ingin cepat lulus saja, kan bosan belajar terus, enakan kerja dapat duit" canda Zalwa


"Hahaha adikku mata duitan" Dito tertawa yang lain pun tertawa


"Sudah ah, itu udah sampai, ayo kak Reni, kak Andrea" ajak Zalwa dengan menggandeng Reni


"Wah besar sekali butiknya Nur, apa ini milikmu?" tanya Reni, Zalwa pun hanya mengangguk


"Selamat datang nona" sapa pewagai Zalwa di butiknya


"Iya, maaf mbak, klien yang ingin bertemu dimana?" tanya Zalwa dengan mencari keberadaan kliennya


"Eh maaf nona muda, kami kira anda pengunjung" balas pegawai itu

__ADS_1


"Ah tidak apa-apa"


"Kak Raysa" panggil Zalwa dengan memeluk Raysa


"Kak Tania" panggil Zalwa lagi dengan segera memeluk seseorang yang tak jauh dari Raysa


"Nur, ya ampun kamu Nur" balas mereka serempak


"Ya ampun, ternyata kamu adalah nona muda kami, maaf kan kami nona muda" ujar Raysa dan Tania


"Apaan sih kak, oh ya kalian kerja disini?" tanya Zalwa


"Iya Nur eh nona muda, kami asisten mbak Dewi" balas mereka serempak


"Haha asisiten punya asisten juga ya kak?" tanya Zalwa tanpa bersalah


"Oh ya sudah ayo kak tunjukkan klien ku sekarang dimana, pasti mereka sudah menunggu lama" ujar Zalwa


"Mereka ada di resto sebelah nona, mereka menunggu untuk sekalian makan siang bersama" jelas Raysa


"Panggil saja Zalwa ya kak" pinta Zalwa seraya berjalan


"Ayo sekalian ikut saja kak, Kak Andrea, Kak Reni, Kak Raysa, kak Tania, kakak ku semua" ajak Zalwa


"Kalian pesan saja dulu, aku menemui klienku, ayo kak Raysa temani aku" ajak Zalwa pada Raysa, dan yang lain memesan makanan


"Tidak apa-..."


"Nur.., sungguhkah ini kamu Nur?" tanya kliennya itu


"Kak Rani, kak Ani" balas Zalwa


"Ya ampun ternyata butik terkenal ini milikmu, kamu hebat sekali, tapi kami baru tahu sekarang, padahal sudah sering kami kemari" ujar Rani


"Ah iya kah, lalu apa yang bisa aku bantu kak?" tanya Zalwa


"Aku ingin memesan baju pengantin untuk acara pernikahanku 2 minggu kedepan, karena dari teman-temanku, desain disini sungguh bagus, jadi aku ingin mencobanya" ujar Rani


"Wah kak Rani sudah mau menikah, selamat ya kak" ujar Zalwa


"Iya, dan ini undangannya untukmu" ujar Rani dengan memberikan sebuah undangan


"Sayang, bagaimana sudah selesai atau belum?" tanya seorang laki-laki menghampiri Rani

__ADS_1


"Belum sayang" balas Rani


"What.. Nur, benaran ini Nur kan sayang?" tanya laki-laki itu


"Iya dia adalah Nur, sekaligus pemilik butik ini" jelas Rani


"Seriusan An, Rani gak bohong kan?" tanyanya memastikan


"Iya, dan itu inisial nama butiknya adalah namanya" ujar Ani


"Wah hebat kamu Nur" ujar beberapa laki-laki yang tiba-tiba datang tak lama dari seseorang yang menghampiri Rani tadi


"Maaf siapa ya?" tanya Zalwa


"Ah ya ampun ayang beb, kau sudah melupakanku" ujar salah satu dari mereka, Zalwa pun hanya diam


"Aku Toni, dan yang akan menikah dengan Reni adalah Dani, dan Ray sebentar lagi juga akan menikah dengan Ani, dan yang itu adalah Dimas, apakah kamu sudah mengingatnya?" tanya seseorang itu yang bernama Toni


"Oh ya ampun, maaf ya kakak-kakak semua, Zalwa baru mengingatnya" ujar Zalwa


"What.." kaget mereka


"Kenapa kak?" tanya Nur penasaran


"Namamu kan Nur bukan Zalwa" ujar Ani


"Eh iya ceritanya panjang, aku Khairani Nur alias Zalwa Kania Sanjaya putri dari Rahman Sanjaya" ujar Zalwa menjelaskan


"Apa..?!" tanya Dimas yang sedadi tadi diam ia terkejut


"Kenapa sih Dim?" tanya Dani


"Zalwa Kania Sanjaya, pemimpin baru sekaligus CEO dari Z'Sanjaya dengan peraihan laba perusahaan terbanyak tahun ini, bahkan hanya dalam kurun waktu yang dekat di bawah kepemimpinannya, ia telah membuka beberapa cabang di kota lain" jelas Dimas tak percaya


"Ia juga memiliki beberapa butik dan sekaligus pelukis, bahkan galeri milih tuan Rahman, hampir semua adalah karya lukisnya" jelas Dimas lagi


"Benarkah itu Nur eh Zalwa?" tanya Toni, namun Zalwa hanya tersenyum


"Eh sebaiknya mari makan, kita pindah ke sana saja ya kakak semua" ajak Zalwa seraya menunjuk meja makan yang ada kakaknya itu


"Sudah ayo kak, tenang kali ini gratis kok" ujar Zalwa dengan tersenyum


"Ah asyik makan-makan" ujar Toni

__ADS_1


"


"


__ADS_2