Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
69. Hari Kerja Pertama


__ADS_3

Pagi-pagi Zalwa pun berangkat ke kantor milik orang tuanga diantar supirnya, karena tadi malam kakak dan paman nya pulang kerumahnya


Setelah sampai di depan gedung itu, ia pun keluar dari mobil dan masuk ke gedung itu


"Selamat pagi paman Rudi" sapa Zalwa yang kebetulan berpapasan dengan Rudi


"Selamat pagi nona" balas Rudi


"Saya permisi keruangan papi dulu ya paman. Assalamu'alaikum" pamit Zalwa


"Silakan nona. Wa'alaikumsalam" balas Rudi


Zalwa pun meninggalkan Rudi, dan menuju ke ruangan Rahman


Setelah kepergian Zalwa, banyak para pegawai yang bertanya kepada Rudi


"Pak Rudi gadis itu siapa?" tanya salah satu pegawai kepadanya


"Iya pak, sepertinya gadis yang kemarin bersama tuan Dito" timpal salah satu pegawai lainnya


"Beliau nona muda kita, nona Zalwa, putri dari tuan Rahman" jelas Rudi seraya meninggalkan gerumunan para pegawai itu


"Masih muda sekali ya nona muda kita"


"Iya, bahkan kemarin kalau tidak salah beliau menyelesaikan masalah karena ulah Pak Robert"


"Pak Robery manager di divisi pemasokan itu?"


"Iya, dan nona kita lah yang memberikan hukuman kepadanya"


"Wah hebat ya nona muda kita, aku makin tersanjung dengannya"


Itulah pembicaran dan bisik-bisik para pegawai


"Tok...tok..."


"Masuk" jawab Zalwa


"Maaf nona, ini adalah berkas-berkas yang tuan Rahman minta untuk diberikan kepada nona untuk dipelajari" ujar Rudi dengan memberikan beberapa berkas


"Baik paman, terimakasih" balas Zalwa, dan ia penasaran karena asisten papinya tidak kunjung pergi meninggalkannya


"Apakah ada yang lain paman?" tanya Zalwa


"Eh.. ti..tidak nona, kalau begitu saya permisi dulu" pamit Rudi

__ADS_1


Sementara Zalwa ia kini fokus dengan berkad yang diberikan Rudi tadi


"Aku penasaran dengan pembangunan gedung kios ini, kenapa pembangunannya beberapa tahun lalu cepat sekali namun mengalami perbaikan yang berulang-ulang" pikirnya


"Tut....tut..." telephonnya


"Assalamu'alaikum pi, apa Zalwa mengganggu?" tanyanya setelah panggilannya tersambung


"................"


"Zalwa ingin meninjau sebuah kios yang beberapa tahun lalu di bangun pi, apakah diperrbolehkan pi?" tanyanya


"................."


"Baik pi, terimakasih. Assalamu'alaikum" tutupnya


Zalwa pun merapikan berkas-berkasnya, kemudian ia mengambil tas kecilnya seraya merapikan jilbabnya


"Bismillah" ucapnya


"Kak Putra, ayo temani Zalwa keluar, Zalwa ada keperluan yang harus Zalwa ketahui" ajak Zalwa


"Memang kamu mau kemana dek?" tanya Dito


"Sudah ayo kak, ini alamat yang ingin aku kunjungi" ucapnya dengan menunjuk sebuah alamat yang ia foto tadi


"Iya ayo kak, lama sekali" ajak Zalwa lagi


Merekapun menuruni lift, dan sampai di parkiran dengan segera mereka menaiki mobil itu


Namun saat diperjalanan mereka melihat seorang wanita yang berjalan sendirian dengan baju yang lusut dan langkah gontai


"Kak kita hampiri dia, sepertinya perempuan itu akan pingsan kak jika kita tak menolongnya" ajak Zalwa dan seketika Dito pun memberhentikan mobilnya, benar saja belum sempat mereka menghampiri, wanita itu sudah tak sadarkan diri


"Kak kerumah sakit" pinta Zalwa


"Tapi dek" ujar Dito keberatan


"Sudah ayo kak, kasihan dia, kita harus menolongnya" ujar Zalwa dan merekapun mengantarkan wanita itu ke rumah sakit


Setelah mengantarkan wanita itu, Zalwa pun menitipkannya kepada suster yang ada disana


"Suster, kami titip wanita itu ya sus, jika ada apa-apa tolong hubungi kami, kami akan kembali lagi nanti, kami harus pergi terlebih dulu karena ada urusan. Assalamu'alaikum" pamit Zalwa


"Wa'alaikumsalam" balas suster itu

__ADS_1


"Ayo kak kita ke tempat tujuan" ajak Zalwa


Tak selang lama mereka sudah sampai disana


"Kak kita turun saja disini, kita kesana jalan kaki saja ya" pinta Zalwa


"Tapi dek itu kan cukup jauh" balas Dito


"Tidak apa-apa kak, hitung-hitung olahraga" balas Zalwa


"Kita pura-pura jadi pembeli dan pengunjung saja ya kak, kita beli beberapa dari mereka dengan melihat bangunan yang cukup rusak diantaranya"ujar Zalwa dan diangguki oleh Dito


Sesampainya disana nampak para penguni kios menjual dagangannya, namun yang menjadi perhatian Zalwa adalah bangunannya


"Kenapa bangunan ini belum ada 3 tahun sudah rusak seperti ini?" batinnya


"Assalamu'alaikum pak, saya mau membeli beberapa baju anak-anak ya pak"


"Wa'alaikumsalam, oh silakan nak masuk saja" balas bapak itu sopan


"Ini, ini, ini dan ini" ujar Zalwa menunjuk beberapa pakaian anak-anak yang cukup banyak


"Wah mbaknya mau borong ya mbak" ujar bapak itu senang


"Iya pak" balas Zalwa dengan tersenyum


"Kalau boleh tahu pak, harga sewa kiosnya disini berapa pak?" tanya Zalwa


"Dulu sewaktu belum direnovasi mbak, harganya hanya 5juta dalam setengah tahun, namun setelah direnovasi menjadi 2 kali lipatnya mbak" jelas bapak itu


"kenapa jadi mahal seperti itu pak? padahal bangunannya juga sudah mulai rusak pak"


"Ya mungkin karena untuk biaya renovasinya mbak"balas bapak itu lagi dan hanya diangguki oleh Zalwa


"Berapa totalnya pak?" tanya Zalwa


"Total pakaiannya 3juta mbak, tapi karena mbak beli banyak, saya kasih diskon, jadi 2,5juta saja mbak"


"Ini pak" ujar Zalwa memberikan uang 3juta ke bapak itu


"Terima saja pak" balas Dito


"Terimakasih ya nak" ujar bapak itu terharu


Speninggalnya dari kios itu Zalwa dan Dito pun menuju ke mobilnya

__ADS_1


"Kak kita harus selidiki masalah ini, bangunan cepat rusak dan biaya yang rencanya untuk renovasi mengalir terus, namun saat ini pun kita lihat belum ada renovasi berjalan" ujar Zalwa


"Iya dek, kakak juga merasa ada yang janggal"


__ADS_2