
Satu minggu sudah Zalwa hanya berada di kediaman rumah orang tuanya, ia ingin sekali terbebas dari rasa bosan dan jenuhnya itu
"Ya Allah, jenuh sekali di rumah terus, aku ingin mengunjungi butik ku lah, kan tidak jauh juga dari rumah, semoga papi sama momy izinin deh" ujarnya dengan bersiap-siap, ia mengenakan gamis berwarna hijau army dan mengenakan sepatu putih serta hijab berwarna hitam, yang cocok dengan kulit putihnya itu meski hanya nampak telapak tangan dan wajahnya itu, ia pun beranjak keluar dari kamarnya
"Assalamu'alaikum momy, papi, selamat pagi" sapa Zalwa
"Wa'alaikumsalam, selamat pagi sayang" balas Nurma dan Rahman serempak
"Mom,pi, Zalwa mau izin keluar ya, Zalwa bosan dikamar terus" izin Zalwa
"Boleh sayang, tapi biar di antar Panji ya" ujar Nurma
"Iya mom, terimakasih" balas Zalwa dengan memeluk kedua orang tuanya itu
"Iya sayang sama-sama"
"Kalau begitu, Zalwa pamit dulu ya, Assalamu'alaikum" pamit Zalwa dengan mencium kedua tangan orang tuanya
Panji supir yang akan mengantarnya pun sudah siap di dekat mobilnya, dengan mengelap kaca mobil itu
"Assalamu'alaikum, mas Panji kan?" tanya Zalwa
"Wa'alaikumsalam, i.." balas Panji namun ucapannya terpotong
"Cantik sekali" batin Panji
"Mas panji" panggil Zalwa
"Eh iya, saya panji supir baru disini untuk anak dari tuan Rahman" ucapnya memperkenalkan
"Saya Zalwa, artinya mas panji supir untuk saya ya, mari antar saya" pinta Zalwa
"Eh iya baik nona muda" ujar Panji dengan membukakan pintu mobil untuk Zalwa
"Makasih mas, tapi lain kali jangan seperti itu ya, tidak perlu membukakan pintu untuk ku mas, kita bukan makhrom" pinta Zalwa karena tadi Panji hampir menyentuh tangan Zalwa
"Baik nona muda" balas Panji dengan menjalankan mobilnya
"Panggil saya dengan sebutan nama saja mas, lagian mas Panji pasti lebih tua kan dari pada saya" pinta Zalwa
"Maaf nona muda, saya panggil nona saja non, rasanya tidak sopan jika memanggil nama saja, terlebih non adalah majikan saya sekarang" balas Panji
__ADS_1
"Ah baiklah terserah mas saja, berapa umur mas sekarang?" tanya Zalwa
"26 tahun non" balas Panji dengan masih menjalankan mobilnya
"Tuh kan, mas Panji sudah tua, hehe" ujar Zalwa meledek
"Hm iya non, memang saya sudah tua" balas Panji canggung
"Tidak apa-apa mas, mas lulusan apa?" tanya Zalwa lagi
"Saya hanya lulusan SMA non"
"Oh baiklah, tidak apa-apa mas, kita lulusan apa itu tidak terlalu wajib, asalkan mencari pekerjaan yang halal, dan tentunya karena Allah, karena hanya Allah yang Maha Memberi Rizky, ya meskipun kita harus berusaha" timpal Zalwa
"Memangnya mas sebelumnya kerja dimana?"
"Saya dulu kerja sebagai salah satu pegawai di salah satu caffe di tempat saya tinggal non, tapi beberapa bulan yang lalu ibu saya sakit, dan saya beserta adik saya membawanya di salah satu rumah sakit yang tak terlalu jauh dari sini non, karena biayanya tidak cukup, saya mencoba mencari pekerjaan lain di dekat sini" jelas Panji
"Oh.. artinya mas Panji ada kenalan di sini?"
"Kebetulan non, waktu itu saya bertemu dengan paman Parman tukang kebun di rumah non, beliau adalah teman almarhum bapak saya, beliau nawarkan pekerjaan ke saya, bahwa majikannya yang tak lain adalah tuan Rahman sedang mencari supir untuk putrinya"
"Yang ikhlas ya mas, semoga usaha mas dalam membiayai pengobatan ibu mas dibalas oleh Allah" timpal Zalwa
"Mas nanti berhenti di butik depan yang bernama KN itu ya mas" tunjuk Zalwa
"Baik non" balas Panji mengiyakan, dan tak lama mereka pun sampai di butik KN milik Nur alias Zalwa
Sesampainya disana, banyak yang kurang mengenal sosok gadis yang masih muda berumur 20 tahun itu, yang mengenakan gamis dengan jilbab nya yang cukup panjang, sungguh cantik dan manis, ia pun masuk ke dalam butik itu dan hendak menuju ke dalam ruangan kantor nya, namun ia lupa bahwa ia tidak cukup di kenal oleh karyawannya
"Maaf ada yang bisa saya bantu mbak?" tanya salah satu pegawai disana
"Saya mau bertemu dengan mbak Vivi mbak, apakah beliau ada?" tanya Zalwa
"Apakah sudah ada janji sebelumnya mbak?"tanya pegawai itu
"Belum, saya hanya ingin berkunjung saja" balas Zalwa sopan
"Maaf mbak, jika belum ada izin, silakan mbak pulang saja dulu, karena Bu Vivi sedang sibuk mbak" pinta pegawai itu
"Tidak bisakah mbak panggilkan mbak Vivi sebentar untuk menemui saya disini, sampaikan adiknya ingin bertemu mbak" pinta Zalwa
__ADS_1
"Ah baiklah mbak, mohon tunggu sebentar"
Tak lama pegawai itu datang bersama Vivi asisten Nur alias Zalwa di butik miliknya itu
"Non Nur, eh non Zalwa maaf non, kenapa tidak langsung masuk saja non?" sapa Vivi
"Non Nur? bukan kah itu pemilik butik ini?" batin pegawai itu
"Ah mbak Vivi, aku kangen" ujar Zalwa dengan langsung memeluk asistennya
"Saya juga non, non sudah lama tidak pernah kesini, dan saya dengan non kecelakaan waktu itu apakah sudah pulih non?" tanya Vivi
"Sudah kok mbak, ini buktinya saya sudah disini" balas Zalwa tersenyum
"Makasih ya mbak sudah panggilkan mbak Vivi, perkenalkan saya Khairani Nur alias Zalwa, mbak panggil saya Zalwa ya" sapa Zalwa ke pegawai tadi
"Maaf nona muda, saya tidak tahu jika anda adalah nona kami"
"Ah tidak apa-apa mbak, kalau begitu lanjutkan pekerjaan mbak saja ya" ujar Zalwa dengan tersenyum
"Baik non, saya permisi dulu" pamit pegawai tadi dan diangguki oleh Zalwa dan Vivi
"Untung saja tidak dimarahin atau di pecah" gerutu pegawai itu
"Kamu kenapa? seperti orang ketakutan gitu?" tanya salah satu pegawai lagi kepadanya
"Itu, ah itu aku.." balas nya gugup
"Oh iya yang tadi bersama bu Vivi itu siapa? Cantik ya, masih muda pula" tanya pegawai lain itu seraya memuji Zalwa
"Eh itu nona muda kita, beliau adalah pemilik butik ini"
"Apa?!" timpal pegawai lain yang baru datang dan menghampiri mereka
"Iya itu adalah nona muda kita, beliau nona Zalwa, pemilik butik sekaligus pendiri butik KN, beliau juga pemilik butik KN yang lain"
"Wah hebat ya nona muda kita, beliau masih muda tapi sudah sukses seperti ini, cantik lagi"
"Bukan hanya cantik, tapi orangnya baik, buktinya aku gak dipecat kan?" tanya pegawai tadi
"Wah sungguh luar biasa nona muda kita ya?" tanya salah satu pegawai itu dan diangguki yang lain
__ADS_1