Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
80. Bertemu


__ADS_3

Kini Zalwa beserta Dito sudah sampai, mereka pun menuju ke luar bandara


"Ya Allah kenapa kelapaku sakit sekali" batin Zalwa dengan memijit keningnya


"Kamu kenapa dek?" tanya Dito melihat Zalwa


"Aku lel..." jawab Zalwa terputus kemudian dia tak sadarkan diri


"Dek, dek...bangun dek" Ujar Dito membangunkan dengan menepuk pelan pipi Zalwa


Dito pun dengan segera menggendong tubuh adiknya itu dengan tergesa dan penuh rasa khawatir


"Bruk..."


"Maaf kami tidak sengaja" ujar Dito tanpa memperdulikan seseorang yang ia tabrak, Ia pun segera berlalu


"Tunggu.." ujar seseorang yang ditabrak itu


Dito pun menoleh


"Azam, maafkan aku Zam" balas Dito dengan raut penuh khawatir


"Adikku sakit, kami permisi dulu" ujar Dito dengan meninggalkan Azam dan sedikit berlari


"Biar aku menemanimu" balas Azam dengan menyusul Dito


"Itu ada taxi, ayo kita antar"


"Pak ke rumah sakit terdekat ya" ujar Azam


Mereka pun sudah dalam mobil bersama menuju rumah sakit terdekat


"Terimakasih ya Zam" ujar Dito

__ADS_1


"Iya" balas Azam singkat


Merekapun sampai di rumah sakit terdekat, Zalwa pun segera ditangani oleh seorang dokter, dan kebetulan dokter itu tak lain adalah dokter yang menanganinya dulu waktu koma


Tak lama dokter pun keluar


"Keluarga pasien Zalwa" ucap dokter itu


"Saya kakaknya dok, bagaimana keadaan adik saya dok?" tanya Dito khawatir


"Keadaannya saat ini sangat lemah, sepertinya karena efek dari kecelakaan waktu itu, jika tidak di tangani dengan cepat, maka pembuluh darah pada otak pasien akan tersumbat" terang dokter itu


"Lakukan yang terbaik untuk adikku dok, saya akan segera menghubungi orang tuanya" balas Dito


"Yang sabar Dit, semoga Allah membantu dan mengangkat penyakit adikmu" ujar Azam menenangkan


Tak selang lama Nurma, Rahman dan Yuda menghampiri mereka


"Bagaimana keadaan Zalwa Dit?" tanya Nurma dengan menangis


"Maaf keluarga pasien Zalwa, kami harus melakukan tindakan operasi secepatnya, jika tidak maka pembuluh darah pada otak pasien akan tersumbat" ujar seorang dokter


"Lakukan yang terbaik untuk kami dok" balas Rahman


2 jam pun berlalu dengan operasi berjalan dengan baik


"Pasien sudah kami pindahkan, silakan jika ingin mengunjunginya, namun diharap jangan buat kegaduhan" ujar suster


Mereka pun menghampiri ruangan Zalwa dirawat


Pandangan mata Azam tertuju pada seseorang yang berbaring itu, ia merasa tidak asing


"Nur, ini kah kamu Nur" batin Azam

__ADS_1


Ia serasa tidak percaya, antara senang dengan sedih, ia senang bertemu dengan seseorang yang ia cari dan ia sayangi, namun ia juga merasa sedih saat melihat keadaan seseorang yang ia cintai itu


"Dit, adikmu itu siapa namanya?" tanya Azam memastikan


"Dia Zalwa putri dari pamanku, paman Rahman Sanjaya" balas Dito


"Apakah ini hanya mirip saja" batin Azam dengan masih menatap Zalwa


"Memangnya kenapa Zam?" tanya Dito penasaran karena melihat raut wajah Azam yang tak seperti biasanya


"Aku hanya merasa dia mirip seseorang" balas Azam


"Tunggu dulu, maksudnya mirip dengan Nur?"tanya Dito


"Khairani Nur" ujar Dito lagi


Mata Azam pun seketika membola, ia langsung menoleh ke arah Dito


"Bagaimana kau bisa tahu Dit?" tanya Azam


"Khairani Nur adalah Zalwa, Zalwa Kania Sanjaya, dia adalah putri paman dan tanteku yang hilang hampir 20 tahun, mereka baru bersama semenjak kecelakaan yang menimpa Zalwa sekitar hampir 2 tahun yang lalu" jelas Dito


"Nur, dia adalah seseorang yang selama ini aku cari Dit" ujar Azam dengan menunduk, matanya pun sudah berkaca-kaca


"Aku telah menyakitinya waktu itu, karena rencana perjodohan dari papaku" balas Azam lagi


"Sebelum kecelakaan waktu itu, kami bertemu di kantor kakak sepupuku, tak lama ia pergi dan meninggalkan kami, namun saat aku menyusulnya, ia tiba-tiba menyelamatkan seorang anak kecil yang berada di jalan, sehingga ia yang tertabrak" jelas Azam dengan mengusap air matanya


"Saat itu aku langsung membawanya ke rumah sakit, namun ia mengalami koma, dan ia koma aku meninggalkannya karena panggilan dari papaku yang mengharuskan aku hadir di acara perjodohan waktu itu Dit"


"Karena acara itu gagal, seminggu kemudian aku mendatangi rumah sakit, tapi Zalwa sudah tidak ada disana, hampir 2 tahun ini aku selalu mencarinya" jelas Azam lagi, ia sudah tak bisa menahan air matanya lagi


"Sudah Zam, kini kalian sudah bertemu lagi, jika ia sudah sadar, jelaskan lah kepadanya" ujar Dito menenangkan

__ADS_1


"Tapi apakah dia.."


__ADS_2