
Setengah tahun berlalu..
Setelah Zalwa menolong seorang prempuan yang tak lain adalah Nayla teman lamanya, kini Nayla pun melanjutkan kuliahnya dan kurang 1 semester lagi ia lulus, sementara Zalwa bersama Dito akan menghadiri sebuah acara kantor yang dibuat oleh kedua orang tuanya
"Kak memang acara apa yang dimeriahkan ini kak? tampak banyak sekali pengunjung, dan lihatlah kak, aku diminta memakai gamis yang terlalu mewah menurutku kak" ujar Zalwa
"Sudah ayo dek, papa, paman dan bibi pasti sudah menunggu" ajak Dito
"Tapi aku malu kak, lihatlah ribet sekali gamis ini" gerutu Zalwa, namun Dito pun hanya menarik tangan adiknya tanpa memperdulikan gerutuannya
Nampak seorang pemuda dengan stelan jas hitam yang rapih menuruni sebuah mobil, dan tak lama ia membukakan pintu di sampingnya, hingga muncullah seorang prempuan yang masih muda mengenakan gamis berwana biru muda dengan hijab senada, dengan gamis yang berhias beberapa butir mutiara, hingga nampak mngkilat dan bercahaya ketika terkena pantulan
Sepasang pemuda dan pemudi itu pun berjalan menuju ke dalam dengan bergandengan, jika tidak tahu akan hubungan mereka, mungkin akan mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih, karena mereka terlihat sangat serasi
"Ayo dek lambat sekali jalanmu" ujar Dito
"Aku malu kak" balas Zalwa
"Tersenyumlah lah, dan kepala agak dinaikkan" ujar Dito dengan terus menarik tangan Zalwa
__ADS_1
Zalwa yang ditarik pun hanya memperagakan ucapan dari kakaknya, ia tersenyum tulus dengan lesung pipi yang dimilikinya, meski ia merasa gugup namun nampak anggun
"Selamat datang sayang, kamu terlihat cantik" puji Nurma
"Momy bisa aja" balas Zalwa malu
"Baiklah karena putri kami sudah datang, acara akan kami mulai" ujar Rahman
Zalwa hanya bingung mengamati
"Sebenarnya acara apa ini?" batin Zalwa
"Selamat ulang tahun ya sayang, semoga diusiamu yang bertambah, kau tumbuh menjadi wanita yang dewasa dengan penuh kelembuatan dan bijaksana" ujar Rahman menghampirinya
dan masih banyak lagi ucapan selamat untuknya
Sesi potong kue dll pun telah usai
"Baik untuk acara ulang tahun putri kami yang 21 tahun telah usai, namun ada yang akan kami sampaikan" ujar Rahman
__ADS_1
"Nak kemari sayang" ujarnya lagi dengan meminta Zalwa kearahnya
"Disini saya sebagai pemimpin dan pemilik dari Z'Sanjaya akan memberitahukan bahwa mulai besok kepemimpinan akan saya serahkan kepada putri tunggal kami Zalwa Kania Sanjaya, melihat dari prestasi kerja nya selama beberapa bulan terakhir, dan atas kerja kerasnya permasalahan demi permasalahan telah ia selesaikan, dan lihatlah sehingga perusahaan kita mampu bersaing dengan pesat dengan perusahaan yang lain, dan saya sungguh bangga dengan putri saya, selain menangani perusahaan ia juga memiliki sebuah usahanya sendiri, yang ia kelola dengan baik" ujar Rahman dengan memuji anaknya yang sudah mengharumkan nama perusahaan sekaligus membuatnya bangga
"Ayo nak, silakan sampaikan sepatah dua patah kata" pinta Rahman
"Assalamu'alaikum semuanya, terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya, teruntuk kepada kedua orang tua saya atas kado terindah di hari ulang tahun saya kali ini, semoga saya bisa mengemban amanah yang diberikan oleh kedua orang tua saya kepada saya, saya harap kerja sama dan bimbingan dari anda semua" ucap Zalwa dengan tersenyum tulus
"Terimakasih ya mom, pi" ujar Zalwa memeluk kedua orang tuanya
"Selamat ya kak" ujar seseorang tiba-tiba, Zalwa pun menoleh ke arah suara itu
"Dek Fatih, ini beneran kamu dek?" tanya Zalwa dan dibalas anggukan oleh Fatih, Zalwa pun tanpa sungkan langsung memeluk adiknya itu
"Makasih ya dek" ujar Zalwa
"Bapak, Ibu makasih sudah datang, Zalwa rindu kalian" ujar Zalwa memeluk Furqon dan Laili
"Kami juga rindu kamu nak, kapan kamu ke kota D, kami sudah membeli rumah baru dekat dengan butikmu, dan di kota A, kami sudah membangun rumah juga disana, jadi sewaktu-waktu kamu kesana, bisa nyaman betistirahat dan tak perlu repot bolak-balik" ujar Furqon
__ADS_1
"Nanti insyaallah, jika ada kesempatan Zalwa akan kesana pak" balas Zalwa
"Bukannya tidak ingin kesana pak, tapi hati Zalwa belum siap jika bertemu dengannya" batin Zalwa