Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
64. Berharap


__ADS_3

Disisi lain, seorang laki-laki muda berusia 24 tahun yang sebentar lagi akan menginjak usia 25, ia sedang menatap ke arah laptop miliknya, sudah hampir 2 bulan lamanya, ia mencari sosok yang ia rindukan, namun sampai saat ini ia tak menemukannya, tak hentinya ia mencari dan mencari


"Tok...tok..."


"Masuk" jawabnya setelah pintu ruangannya diketuk


"Maaf tuan, ini ada undangan dari butik KN dekat pesantren milik paman tuan, mereka akan menampilkan beberapa karya busana terbaru disana" ujar asisten itu


"Terimakasih" balas laki-laki dalam ruangan itu yang tak bukan adalah Azam


Dilihatnya undangan itu


"Jam 3 sore, baiklah" jawab Azam


"Ayo kita berangkat sekarang, agar tidak telat" balas Azam dan diangguki oleh Dito asistennya


"Semoga kamu juga ada disana Nur, semoga kamu datang" batin Azam semangat dan ia beranjak pergi. Ia belum mengetahui bahwa itu adalah butik milik Nur alias Zalwa, yang ia ketahui dari Syafa sahabatnya bahwa Nur suka dengan baju-baju yang ada di butik KN itu


Di dalam mobil dengan Dito yang menyetirnya


"Dit kita mampir membeli bunga dan kue dulu ya" pinta Azam


"Baik tuan" balas Dito


"Sudah kalau diluar kamu panggil namaku saja"


"Baik tu, eh Zam"

__ADS_1


Diperjalanan, Azam beserta Dito tak lupa mampir ke sebuah tempat yang dipinta Azam


"Bunga, kue, buat siapa Azam memeblinya?" batin Dito


"Sudah ayo Dit, nanti terlambat pula" pinta Azam dengan tersenyum


"Kenapa lagi dia, tumben tersenyum bahagia seperti itu?" batin Dito lagi dengan melajukan mobilnya


Sesampainya disana nampak sudah banyak para tamu undangan, Azam beserta Dito pun masuk ke dalam


"Assalamu'alaikum paman, bibi" sapa Azam ke Abah dan Umah


"Wa'alaikumsalam, eh kamu Zam, kamu ada disini juga?" tanya Umah


"Iya bi, kenalin ini Dito sahabat sekaligus asisten Azam"


"Itu papa dan mama mu juga disana" kata Umah dengan menunjuk ke arah yang tak jauh dari mereka


"Iya bi, Azam kesana dulu ya bi"


"Assalamu'alaikum ma, pa" sapa Azam kepada kedua orang tuanya


"Wa'alaikumsalam, kamu ada disini juga Zam?" tanya mamanya


"Iya ma, Azam dapat undangan, jadi ya kami datang"


"Oh.." balas mamanya

__ADS_1


Mata Azam mengitari seluruh penjuru ruangan, disana pun acara sudah dimulai, cukup banyak busana yang diperagakan, terkhusus busana muslim pria dan wanita yang dipergakan oleh santri-santri Abah dan Umah


"Dimana kamu Nur? apa kamu tidak datang? bukan kan kata Syafa ini adalah butik kesukaanmu?" batinnya dengan mata masih mencari sosok Nur


Nampak lesu dilihat dari raut wajah Azam saat ini


"Kamu kenapa Zam? bukan kah tadi kamu nampak senang dan bersemangat saat akan datang kesini?" tanya Dito


"Aku bingung Dit" balasnya


"Bingung kenapa? Apa kah kamu sedang mencari seseorang?" tanya Dito lagi


"Aku mencarinya Dit, tapi dia tidak ada, kata sahabatnya, ini adalah salah satu butik kesukannya, jadi tadi aku bersemangat untuk kemari" balas Azam dengan menunduk


"Yang sabar Zam, kenapa kamu tidak mencoba ke rumahnya saja?"


"Aku sudah mencoba kesana Dit, tapi kata tetangganya rumah itu dijual semenjak ia mengalami kecelakaan waktu itu, dan setelah kecelakaan itu aku pergi meninggalkannya yang masih terbaring dirumah sakit, karena acara perjodohan itu, hingga pertunangan itu batal dan aku kembali ke rumah sakit setelah pulang dari perusahaan, namun kabar dari suster disana, keluarganya membawa ia berobat keluar negeri" jelas Azam


"Lalu apa kamu tidak mencari ke sana?"


"Sudah, sengan meminta temanku kesana, karena aku tidak bisa kesana, kamu lihat sendiri pekerjaanku kan?"


"Temanku bilang, disana tidak ada pasien rujukan dari rumah sakit dimana ia dirawat atas nama Khairani Nur, dan sampai saat ini aku belum menemukannya"


"Yang sabar ya Zam, kita do'akan semoga dia baik-baik saja" timpal Dito menenangkan sahabatnya seraya memukul pelan pundak Azam


"Iya Dit, aku harap begitu" balas Azam

__ADS_1


__ADS_2