Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
6. Berteman


__ADS_3

Dipagi hari hari saat anak sekolah sudah bersiap menuju sekolah masing-masing, nampak Nur sedang tergesa-gesa karena ia harus berjalan kaki menuju sekolahnya


"Hei Nur, kemana sepada mu? mengapa kau jalan kaki?" tanya Azam dengan menurunkan spion mobilnya


"Eh kak Azam, ini kak, sepedaku sedang rusak dan masih diperbaiki" balas Nur


"Kalau begitu, ayuk ikut denganku toh kita satu sekolah" ayaknya pada Nur


"Tidak usah kak, nanti merepotkan" balasnya. Namun, tanpa dihiraukan Azam pun turun dari mobilnya dan segera menggandeng Nur menuju pintu mobil belakang


"Ayolah, supirku sudah menunggu" ucapnya datar dan dengan tangan yang masih menggandeng tangan Nur. Tidak ada penolakan dari Nur meuju mobil Azam namun Nur merasa risih dengan tangannya yang masih ada di gandeng oleh Azam


"Maaf kak, bisa lepaskan tanganku?" Ucapnya dengan nada biasa, namun tidak dengan Azam


"Oh sorry, aku hanya mengajakmu" Balasnya dengan melepaskan tangan Nur. Dan merekapun melanjutkan menuju sekolah mereka


Didepan gerbang sudah ada yang menunggu mereka seperti biasanya, lebih tepatnya menunggu Nur, ya dia adalah Syafa temannya


"Nur, kok kamu bisa bareng dengan kak Azam?" tanyanya dengan sedikit khawatir, karena tak biasa menurut temannya itu Nur berangkat sekolah dengan orang lain, terkecuali dengan sepeda nya itu


"Oh itu tadi kebetulan dan tidak sengaja pas aku berangkat sekolah, sepeda ku rusak, dan dijalan ada kak Azam menawari tumpangan kepadaku" terangnya kepada temannya itu


"Oh begitu, ya sudah ayo kita masuk ke kelas, masih ada materi yang belum aku pahami nih" ajak Syafa kepadanya


 

__ADS_1


Selang beberapa menit jam masuk sekolah pun dimulai, nampak seorang guru bersama seorang anak laki-laki yang masih asing masuk ke kelas nya.


"Itu siapa ya Nur? Apakah dia anak murid pindahan?" ujar Syafa


"Kurang tahu juga fa, mungkin iya, nanti kau akan tahu siapa dia" balasnya


Dan kini guru pun meminta anak tersebut masuk ke kelas dan untuk memperkenakan diri


"Selamat pagi anak-anak, kebetulan hari ini kita kedatangan teman baru, dia adalah siswa pindahan dari kota C, mari nak perkenalkan diri dengan teman-temanmu"


"Hai semua, perkenalkan namaku Haikal Kusuma, aku pindahan dari kota C. Senang bertemu dengan kalian dan menjadi bagian dari kelas kalian" perkenalan singkatnya


"Baiklah Haikal, kamu bisa dudukan dibarisan kedua dibangku yang kosong itu, disampingya Nur" ujar guru itu dengan menunjuk bangku kosong yang bersebelahan dengan Nur


Sampai dibangkunya Haikal pun duduk dan menoleh kesamping yang didapati gadis mungil berhijab itu


"Namaku Nur" balas Nur dengan menelungkupkan tangannya


"Oh maaf..." ujar haikal dengan mengembalikan tangannya kemeja


"Baiklah Haikal, karena ini sudah pada disementer kedua dan mungkin kamu ketinggalan dalam pelajaran dikelas, kamu bisa menanyakan meteri - materi sebelumnya kepada teman-temanmu" ujar guru itu dan diangguki olah Haikal


"Nur, silakan maju kedepan dan bantu bapak untuk menjawab soal-soal ini.."pinta guru intu kepada Nur agar maju kedepan dan menyelesaikan contoh soal yang diujikan gurunya, Nur pun mengangguk dan dengan lihai dan cepat Nur mampu menyelesaikan soal-soal itu.


"Wah, kau ternyata cukup padai dan mengerti akan soal-soal itu" puji Haikal kepada Nur da dibalas dengan senyum datar

__ADS_1


Pelajaran telah usai dan kini masuk jam istirahat sekolah, banyak siswa yang sudah berada di kantin.


Diperjalanan meuju kantin, Nur pun berjalan bergandengan dan bercengkrama denga Syafa temannya. Namun, dari arah belakang ada yang memanggil nama salah satu dari mereka


"Nur... Nur... Tunggu..." serunya dengan setengah terenga-engah


Nur dan syafa pun menoleh


"Ya, ada apa kal? kenapa kau meanggiku?" tanya nya kepada seseorang yang telah memanggil namanya, yang tak bukan dan tak lain adalah Haikal, seorang siswa baru.


"He maaf Nur, bisakan kita berteman?"ujarnya dengan santai dan seringai senyumnya


"Berteman?" balas Nur


"Bukankah kita memang adalah teman satu kelas?" timpalnya datar


"Iya, maksudku berteman baik, seperti kamu dengan temanmu itu" ujarnya dengan menunjuk syafa, dan diikuti mata Nur ke arah syafa


"Aku disini masih baru, dan apakah kau bersedia untuk menjadi teman baikku, dan memberikan materi yang tertinggal kepadaku?" tanyanya dengan memohon kepada Nur dan dibalas anggukan oleh Nur


"Yess..."batin haikal


Dikantin seorang siswa mengamati Nur yang sedang berjalan dengan teman-temannya


"Laki-laki itu siapa ya? kenapa Nur tumben sekali bersama seorang siswa laki-laki?" tanyanya sendiri dengan pelan, namun masih terdengar oleh orang lain

__ADS_1


"Oh itu dia adik sepupuku, namanya Haikal, dia siswa pindahan dari kota C karena orang tuanya sedang pindah tugas ke luar negeri, jadi selama orang tuanya disana, dia ikut bersama orang tuaku" Balas ilham dengan memperhatikan temannya itu


"Oh...."Balas Azam dengan datar


__ADS_2