Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
68. Rencana Papi


__ADS_3

Setelah memberikan pilihan kepada Pak Robert, dan dengan Pak Robert yang sudah ditangani oleh pihak yang berwajib, kini ada kelegaan hati dari ke empat orang itu


"Alhamdulillah, akhirnya masalah pun terselesaikan ya paman" ujar Dito


"Iya Dit, Alhamdulillah, ternyata putri paman ini bisa dihandalkan juga" ujar Rahman dengan memeluk anaknya


"Papi itu berlebihan, Zalwa hanya memperhatikan kemudian mempraktikkan saja" ujar Zalwa tersenyum


"Tapi kamu belajar dari mana dek? Bukan kah kata paman, dulu kamu kuliah ambil desain ya, makanya kamu sekarang punya butik" tanya Dito


"Eh itu kak, sebenarnya.." ucap Zalwa menggantung


"Sebenarnya apa dek?" tanya Dito penasaran, Rahman dan Yuda pun penasaran


"Zalwa waktu itu mengambil 2 jurusan kak, salah satunya ya management, tapi hanya untuk sambilan ya sambilan" ujar Zalwa menjelaskan


"Kapan kamu lulusnya dek? bukan kah kamu baru berusia 20tahun?" tanya Dito


"Baru beberapa bulan yang lalu kak, sebelum kecelakaan dan akhirnya bertemu dengan papi dan momy" balas Zalwa dengan membalas pelukan Rahman


"Apa?!" tanya Dito kaget


"Kamu seangkatan denganku dong dek?" tanya Dito tak percaya


"Pada dasarnya memang itu kenyatannya Dit, dulu Zalwa kesini saja belum punya identitas negara, hanya memiliki kartu keluarga beserta identitas dari sekolah lamanya, kemudian selama 4 tahun paman dan bibimu mengangkatnya menjadi anak angkat kami, ia bahkan tinggal bersama kami meski seringnya ia tinggal bersama teman-temannya dan jadilah butik yang ia punya sekarang" jelas Rahman


"Selama 4 tahun kamu lulus dengan 2 jurusan yang beda dek?" tanya Dito lagi

__ADS_1


"Bahkan dia lulus dengan nilai yang terbaik Dit, tapi kalau mengenai 2 jurusan ini paman juga baru tahu sekarang" jelas Rahman lagi


"Apa bibi dan yang lain tahu dek?" tanya Dito penasaran namun hanya dibalas gelengan oleh Zalwa


"Tidak kak, waktu itu Zalwa hanya penasaran saja dengan jurusan yang di ambil teman kuliah Zalwa, ia selalu bercerita bisnis dan bisnis, kemudia setengah tahun setelah Zalwa mendengar itu, dan masih kuliah di semester pertama, Zalwa hubungi saja dosennya, alhamdulillah dosennya setuju, dengan ketentuan nilai keduanya tidak kalah jauh, dan alhamdulillah semuanya selesai dalam 3,5 tahun kak" jelas Zalwa


"Ah pa, aku kalah dengan adikku, malunya Dito pa" ujar Dito dengan menyembunyikan wajahnya di balik badan papanya


"Kamu ini apa-apaan Dit, nilaimu kan juga bagus, papa saja bangga kepadamu" ujar Yuda, Rahman dan Zalwa hanya terkekeh atas kelakuan Dito


"Sudah ayo kita pulang, momy sudah masak dirumah bersama bibi" ajak Rahman


Mereka ber empat pun beranjak pergi meninggal kan ruangan itu dengan senyum sumringah karena permasalahan telah terselesaikan


Nampak masih banyak karyawan yang pulang, karena setengah jam lagi jadwal mereka pulang


"Rudi kami pulang dulu ya, kalau ada apa-apa hubungi kami" ujar Rahman dan diangguki Rudi


"Oh iya tolong siapkan meja, beserta alat kerja lain di sebelah meja saya, karena putriku besok akan mulai membantu saya disini" pinta Rahman


"Baik Tuan" ujarnya


"Tapi pi, Zalwa harus mengurus butik Zalwa pi" ujar Zalwa


"Memang kamu kira papi tidak mengurus galeri papi nak?" tanya Rahman


"Oh iya ya pi, Zalwa lupa kalau papi adalah seorang pelukis dan pemilik galeri Z" ujar Zalwa

__ADS_1


"galeri Z? kenapa semua ada hubungannya huruf Z pi?" tanya Zalwa penasaran


"Karena kamu adalah Zalwa dek" timpal Dito dan dibalas anggukan serta senyuman oleh Rahman dan Yuda


Kini mereka pun sampai di kediaman milik Rahman. Nurma beserta pembantunya sudah menyambut mereka


"Kenapa wajah papi terlihat bahagia seperti itu? tidak seperti kemarin yang masam pi?" tanya Nurma


"Papi senang mom, karena putri kita berbakat, bahkan permasalahan di kantor dia yang menyelesaikannya" ujar Rahman


"Benarkah itu sayang?" tanya Nurma sumringah


"Benar bi, bahkan pelakunya sudah dibawa oleh pihak yang berwajib" jelas Dito


"Alhamdulillah, bagus nak, momy bangga dengammu" ujar Nurma dengan memeluknya dan mencium pipi putrinya


"Karena itu mom, papi berencana dalam beberapa bulan ini Zalwa belajar dulu di kantor, sambil menunggu usianya pas 21 tahun, papi akan mengumkan bahwa putri kita yang akan menggantikan papi" ujar Rahman


"Tapi Zalwa kan masih sangat muda pi" ujar Zalwa keberatan


"Justru karena kamu masih muda sayang, maka akan banyak waktu untukmu belajar" ujar Rahman


"Dan kamu Dit, jagalah adikmu dan jadilah asisten untuk adikmu, seperti papa menjadi asisten dan menjaga adik papa" timpal Yuda kepada Dito


"Baik pa, semuanya akan aku lakukan demi kebaikan adikku tersayang" balas Dito


"Terimakasih ya kak"ujar Zalwa

__ADS_1


"Sama-sama dek, semoga kita bisa mengemban amanah kedua orang tua kita ya dek" ujar Dito


"Aamiin, insyallah kak"


__ADS_2