Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
36. Bayangan


__ADS_3

Kini Azam sudah berada dalam pesawat, ditatapnya luar jendela


"Selamat tinggal negaraku, aku pasti akan kembali" gumamnya


Setelah menempuh waktu yang cukup panjang, ia sekarang sudah sampai di tempat tujuan, dicarinya sebuah taxi yang akan mengantarkannya ke sebuah apartement nya.


"Pak, tolong antar saja ke jalan x" pintanya ke supir taxi itu


Sesampainya ia berada di kamar apartementnya, ia hempaskan badannya pada kasur kamarnya.


"Huft... melelahkan" ujarnya


Diambilnya hp dan ia tatap layarnya


"Belum ada balasan, lama sekali ia membalas" batin Azam


Tanpa ragu ia pun mendeal nomor Nur yang ada pada kontaknya


"Tuut...tuuuut...."


pangilannya belum ada balasan. Dan ia pun mencoba untuk menghubunginya kembali


"Tuuut...tuuut..."


masih belum ada jawaban


"Tuuut... tuuut..."


"Assalamu'aikum Nur.. kenapa tidak membalas pesanku?" tanyanya setelah terjawab sambungannya


"..........."


"Oh baiklah jika begitu, selamat istirahat"


".........."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam"


Setelah menelphone Nur, ia pun tak lama terlelelap.


Sinar mentari pun menyambutnya, dilihatnya jam pada layar hanphonenya


"Astaghfirullah, jam 08.35" ucapnya terkejut


"Kok aku bisa telat untuk shubuhan sih" lanjutnya lagi


Ia pun segera bangun dan mandi. Setelahnya ia pun keluar dari apartementnya untuk mencari sarapan. Ia pun sampai di sebuah restoran.


"Hai Zam, akhirnya kita berjumpa lagi"


ujar seseorang tiba-tiba dari belakang


"Hai Ham, lho kamu disini juga ternyata" balasnya


"Iya, karena aku dengar dari papaku bahwa anaknya teman papaku masuk ke universitas ini" balas Ilham


"Eh ternyata anaknya temanku ini kamu Zam, hahaha" timpalnya lagi


"Gak nyangka juga kalau papa ku berteman dengan papamu Zam, anaknya pun berteman juga" timpal ilham


"Baguslah kalau begitu, tapi untungnya kita ini sesama cowok, coba kalau berbeda jenis, mungkin sudah dijodohin kita" balas Azam


"Hahaha semacam cerita di novel-novel saja ya" ujar ilham dan diangguki gelak tawa oleh Azam


"Bener banget bro"ujar Azam


"Oh ya Zam, asal kau tahu ya, kal...." ucapan ilham terpotong dengan sesosok perempuan yang tiba-tiba menghampiri mereka


"Hai kak ilham, apa kabar? aku dengar dari papa, bahwa kakak mau kuliah disini?" ujar seseorang prempuan tadi


"Oh hai Ra, iya betul. Kamu disini dengan siapa?" balas ilham

__ADS_1


"Itu dengan temanku" ujar prempuan yang bernama Rara sembari menunjuk temannya berada membelakangi mereka.


Ilham dan Azam pun menoleh ke arah yang Rara tunjuk.


"Apa itu Nur ya, kenapa dari belakang terlihat dari belakang seperti mirip dengannya" batin Azam


"Apa aku hanya terbayang-bayang dengannya saja ya" ujarnya lagi


"Astaghfirullah, mana mungkin dia ada disini" batinnya lagi


"Zam.. Azam..." ujar ilham memanggil temannya


"Eh iya ada apa ham?" balas Azam setelah sadar


"Kenalin ini sepupuku, namanya Rara" ujar ilham memperkanalnya prempuan tadi


"Ra ini temanku namanya Azam" ujar ilham memperkenalkan Azam


"Hai Zam, aku Rara sepupu kak Ilham" sapa Rara dengan mengulurkan tangannya


"Azam" balas Azam cuek tanpa memperdulikan Rara. Hingga membuat Rara pun menarik tangannya kembali


"Kenapa tidak kamu ajak kesini temanmu Ra?" tanya ilham


"Oh dia sedang bertemu dengan kliennya kak, takutnya kalau diajak kesini malah mengganggunya" balas Rara


"Oh iya kak, kakak sekarang masuk ke universitas mana?" tanya Rara


"Aku dengan Azam masuk ke universitas J" balas Azam


"Oh sama lah kak artinya, aku pun masuk kesana, temanku yang itu juga sama" balas Rara


"Ra..." panggil teman Rara dengan melambaikan tangannya tanda meminta Rara untuk kembali ketempat ia duduk tadi


"Nur, apa itu dia?" batin Azam

__ADS_1


"Tapi tidak, dia kan masih SMA sekarang, lagian kata sepupu ilham temannya juga sudah kuliah sekarang" batinnya lagi


"Kak aku ke temanku dulu ya, sampai jumpa besok" ujar Rara meninggalkan ilham dan Azam


__ADS_2