
Setelah proses pembelajaran dalam 1 semester usai, kini hari-hari yang ditunggu para murid-murid sekolah pun tiba. Ya, liburan sekolah tentunya
Masih dengan Nur yang saat ini sedang ada dirumah bersama kedua orang tuanya, tante dan adik satu-satunya yaitu Fatih.
Sebelumnya kedua orang tuanya sudah datang dari luar kota untuk menemui anak mereka. Namun itu tidak lama karena suatu hal pekerjaan Bapaknya
"Nak, bapak sama ibu dan adekmu harus kembali ke kota D, bapak tidak bisa lama-lama disini, dan harus kembali nanti sore" ucap bapaknya yang membuat Nur merasa sedih dan berat, namun Nur menepisnya karena itu adalah pekerjaan Bapaknya.
"Baik pak, tapi Nur mau meminta sesuatu dari Bapak dan Ibu" balasnya
"Katakanlah nak, tumben anak ibu minta sesuatu? padahal tidak pernah ya pak?" goda ibunya dengan menoleh ke bapaknya
"Begini pak, bu, Nur ingin kepesantren, apakah boleh?" ucapnya dengan sedikit memohon kepada kedua orang tuanya
"Boleh saja nak, tapi apakah kamu tidak berat nanti? sedangkan sebentar lagi anak kebanggaan bapak ini akan ujian dan lulus tentunya" balas bapaknya dengan menyubit pipi Nur
__ADS_1
"Kok anak bapak saja, anak ibu lah pak, iya kan Nur?" timpal ibunya yang tidak terima akan ucapan bapaknya dan dibalas senyuman oleh Nur
"Tidak pak bu, lagi pula tante Dinda akan segera menikah, jadi aku tidak kesepian nantinya" balas Nur kepada kedua orang tuanya
"Baiklah kalau itu keinginan dan kemauan anak bapak ini" ucap bapak Nur dengan memeluk Nur
Hati Nur pun merasa senang, karena dalam fikiran dan hatinya, ia tidak boleh hanya pintar dan bisa pada pelajaran sekolah formal, tapi ia harus menguasai ilmu agama fikirnya.
Nur pun kembali ke kamarnya, diraihnya sebuah buku yang berjudul Mawas Diri dan sebuah tasbih yang pernah Azam berikan untuknya.
"Dari yang aku capai selama ini, masih banyak kekuranganku, terlebih dalam agama" lanjutnya
"Bismillah, aku akan menuju pesantren dan memulai belajar agama disana"lanjutnya dengan memandangi baju dalam lemarinya, dan segera ia masukkan kedalam tas dan kopernya.
"Tok..tok..tok.."
__ADS_1
"Kak Nur... ini aku fatih adikmu yang paling ganteng" ujar seseorang dari balik pintu kamarnya
Nur pun membuka pintu kamarnya dan ia dapati adiknya di depan pintu kamarnya dengan mengerucutkan bibir tanda orang sedang kesal
"Kau kenapa dek?" tanyanya tanpa salah
"Kakak ini adek dirumah gak ditemenin" balas Fatih dengan kedua tangan ia sedekapkan di depan badannya
"Uluh, uluh.. adek kakak yang jelek" balas Nur dengan mencubit pipi adeknya
"Ayo kak kita keluar, nyari udara segar, dan kakak harus traktir makanan enak untukku sebelum aku, bapak dan ibu harus kembali nanti" ujar Fatih dengan menyeret tangan kakaknya itu
"Aduh dek pelan-pelan dong, kakak nanti jatuh lho" ujar Nur meminta adiknya untuk pelan-pelan.
Usia mereka tak kalah jauh memang, saat ini usia Nur 12 tahun mau menginjak 13 tahun dan sudah berada dikelas 3 SMP, sedangkan adiknya Fatih usia 10tahun dan masih berada di kelas 10 sekolah dasar. Hanya sekitar 2 tahun usia mereka terpaut, namun karena kepandaian Nur, Nur selalu loncat kelas, dan sementara adiknya dengan kecerdasan rata-rata ia hanya mampu sekolah dengan aturan seperti biasa
__ADS_1