Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
28. Primadona Baru 4


__ADS_3

Jam istirahat usai, kini siswa baru pun kembali ke ruang gedung tadi.


"Hai Nur.. kenalin aku Toni" ujar seseorang yang menyapanya dengan tiba-tiba


"Hai Nur, aku Dani"


"Aku Roy"


"Aku Evan"


Dan masih banyak lagi uluran tangan dari teman-teman barunya, namun Nur tidak menerima seorang pun uluran tangan mereka


"Saya Nur kak" balasnya dengan menelungkupkan tangan dan menunduk


"Hati abang meleleh dek, senyummu itu" ujar Toni dengan gaya pingsan pura-puranya disusul Dani dan Roy dengan mengikuti gaya Toni


"hah lebay kalian.." ujar Evan


"Hati abang juga dek.." timpal Evan dengan mengikuti gaya teman-temannya itu


Sontak membuat ketiga teman baru Nur, yang tak lain adalah Rani, Reni dan Ani pun tertawa, namun Nur hanya dengan senyum dan berlalu.


Hari MOS pertama usai, kini hari kedua


Nur turun dari mobil dengan supir yang mengantarnya. Seketika pun 3 teman


barunya menghampirinya


"Hai Nur,selamat pagi" sapanya seperempak

__ADS_1


"Selamat pagi kakak kakak" balas Nur


"Ayo Nur, sebelum jam masuk, kita makan kue buatan ibuku" pinta Ani dengan menarik tangan Nur dan disusul oleh yang lain


"Ini untukmu Nur, dan ini untuk kalian" ujar Ani memberikan masing-masing satu kue kapada teman-temannya


"Wah.. ini dadar gulung kesukaan ku kak" ujar Nur dengan bersemangat memakan kue kesukaannya itu


"Benarkah? kalau begitu ini ambil lagi" balas Ani dengan antusias.


"Iya kak, ini enak, aku boleh pesan gak kak?" balas Nur masih menyantap kuenya


"Boleh, boleh, nanti aku minta ibuku buatkan lagi untukmu"


"Yah habis, padahal enak loh" ujar Nur dengan sedih menatap wadah kue yang sudah kosong


"Maaf ya kak aku habisin, habisnya aku suka kali, tapi aku gak tahu cara buatnya" ujar Nur meminta maaf


"Baiklah, sebagai gantinya nanti kita makan bersama lagi di kantin ya, tapi makan nasi goreng saja ya, jangan bakso nanti perut kalian gak kenyang" balas Nur


Saat jam masuk pun berbunyi, kini semua siswa baru pun sudah berkumpul di ruang gedung yang sama dengan hari pertama MOS.


Kini semua siswa baru diarahkan untuk meminta tanda tangan kakak osis sejumlah 15 tanda tangan plus nama lengkap kakak osisnya.


"Silakan kalian minta tanda tangan kakak osis beserta nama, dan jabatan osisnya" ujar Andrea


Siswa baru pun silih berganti meminta tanda tangan dari kakak osisnya itu, banyak yang kesulitan karena kakak osis enggan memberikan tanda tangannya


Namun berbeda dengan Nur, ia justru dipusingkan oleh teman-teman barunya yang kebanyakan laki-laki yang menawarkan tanda tangan kakak osisnya yang telah mereka dapat. Nur pun hanya menggeleng setiap tawaran menghampirinya.

__ADS_1


Ia dengan pemikirannya menuju ruang guru disekolahnya dan sebelumnya meminta izin dari guru yang ada di kelas untuk mencatat nama-nama dan jabatan osis disekolahnya


Kini ia sudah mengantongi 14 nama dengan, hanya tinggal 1 nama yang belum ia tanda tangani.


"Andrea Hiran"


"Apa itu kakak kelas yang menyapaku kemarin dan menjadi ketua osis disini ya?" batin Nur


Namun ia berkeliling tidak menemukannya, hingga hampir semua sudut sekolah telah ia kelilingi hanya untuk mencari 1 orang


"Dug.." tak sengaja Nur menabrak seseorang dan ia pun memegangi keningnya yang sakit


"Kamu tidak apa-apa Nur?" ujar seseorang yang telah ia tabrak


"E.. tidak apa-apa kak, maaf" balas Nur, dan seketika orang itu pun berlalu


"Kak..!!" teriaknya seraya memanggil orang yang ia tabrak


"Kakak, kak Andrea Hiran bukan? bisakah aku meminta tanda tangannya" ujar Nur dengan menyodorkan selembaran kertas


"Ini" balas Andrea dengan cuek dan berlalu


Dengan selembaran kertas yang sudah lengkap tanda tangannya itu, Nur pun kembali.


"Nur, bagaimana punya mu, apakah sudah lengkap semua?" tanya Rani


"Sudah kak ini" balas Nur


"Yah aku kurang 1, kak Andrea tidak mau menandatanganinya, kan sebel" balas Rani

__ADS_1


"Sama, kami pun kurang 1 dan orang yang sama, kami mintai dia malah pergi" ucap pasrah dari Reni dan Ani


__ADS_2