Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
82. Penikahan


__ADS_3

1 bulan berlalu, kini Zalwa sudah dinyatakan benar-benar pulih


Hari pernikahan pun telah tiba. Pernikahan pun digelar di kota D atas kesepakatan kedua belah pihak, pernikahan itu sangatlah mewah dengan mengundang orang-orang dekat, bahkan rekan bisnis baik orang tuanya maupun dari Azam dan Zalwa


Zalwa pun sedang didandani dikamarnya oleh MUA yang terkenal di kota itu, dipoleskannya beberapa bedak dengan tekstur natural atas permintaan pengantian perempuan itu


"Wah nona sangat cantik, pasti suami nona nanti akan terpesona" puji MUA itu


"Hm terimakasih mbak" balas Zalwa dengan malu


Sementara Azam ia sedang berhadapan langsung dengan penghulu serta papi nya Zalwa, Rahman


"Apakah sudah siap?" tanya penghulu


"Insyaallah siap" balas Azam yakin


"Baiklah mari kita mulai, silakan tuan Rahman"


ujar penghulu itu menyilakan Rahman untuk menjabat calon menantunya


"Bismillah" ucap Rahman dengan menarik nafasnya


"Ya Muhammad Azam bin Malik Ibrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya yang bernama Zalwa Kania Sanjaya binti Rahman Sanjaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai" ucap Rahman dengan menggenggam tangan Azam


"Saya terima nikah dan kawinnya Zalwa Kania Sanjaya binti Rahman Sanjaya dengan mas kawin tersebut tunai" ucap Azam lantang


"Bagaimana saksi?" tanya penghulu


"SAH"

__ADS_1


"SAH"


"SAH"


jawab orang-orang yang berada di sana secara serempak


Kini Azam dan Nur alias Zalwa pun sudah resmi menjadi sepasang suami istri yang halal di mata agama dan sah secara negara


Zalwa pun keluar dengan di dampingi oleh Nurma dan Laili, mereka pun menuruni anak tangga, banyak mata yang melihat akan kecantikan pengantian perempuan itu


"Subhanallah indah sekali ciptaanMu Ya Allah" ucap Azam tanpa sadar, dan membuat orang-orang tersenyum


Tanpa disadari oleh Azam, Zalwa sudah duduk di sampingnya


"Assalamu'alaikum ya zauji" salam Zalwa dengan tersenyum kemudian menunduk


"Wa'alaikumsalam ya zaujati" balas Azam dengan tersenyum setelah ia sadar


Dengan ragu Zalwa mengulurkan tangannya, ada rasa bedebar dalam hatinya, hingga tangannya nampak gemetar saat akan menyalami tangan pasangan yang sudah halalnya itu


Azam yang menyadari kegugupan istrinya ia pun dengan pasti langsung meraih tangan istrinya itu


Setelahnya Zalwa pun menciup telapak tangan suaminya itu, Azam pun tersenyum, dibalasnya dengan mencium kening istrinya itu, setelahnya tangan kanannya memegang kening dan membacakan do'a


Seketika debaran dalam hati Zalwa semakin terasa, pipinya kini sudah berubah menjadi merah merona


"Terimakasih sudah menerimaku untuk menjadi suamimu ya zaujati" ucap Azam lembut dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Zalwa


Setelahnya Azam pun melantunkan surah Ar-Rahman dengan pasti

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim"


"Ar-rahman...."


Ayat demi ayat pun dibacakan dengan merdu oleh Azam, banyak orang yang terbuai dengan suara merdu Azam


Tanpa disadarai Zalwa pun menitikkan air matanya


"Subhanallah sungguh merdu suara yang Engkau titipkan kepadanya Ya Allah, jadikan lah ia panutan dan imam untukku" batin Zalwa dengan berdoa dan dengan masih menatap ke arah suaminya


Hingga bacaan al-qur'an itu telah usai dibacakan oleh Azam, banyak orang yang memuji akan suara merdu Azam


Azam pun menghampiri istrinya, kemudian memberikan air minum yang sebelumnya sudah dibacakan surah Ar-Rahman itu


"Terimakasih" balas Zalwa dengan memenim air pemberian suaminya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2