
Setelah beberapa bulan pernikahan berlalu. Kebahagian menyelimuti kedua pasangan dengan bahagia.
Namun ada yang janggal dengan perubahan wajah Khairani Nur alias Zalwa Kania Sanjaya.
"Brukk...." tiba tiba Zalwa terjatuh saat hendak bangun dari tidurnya.
"Sayang..." panggil Azam dengan khawatir
"Bangunlah... bangun sayang.." pangil Azam berulang. Namun Zalwa tak kunjung bangun dan ia pun terkejut tatkala melihat darah mengalir dari hidung Zalwa.
Sesegara Azam pun membawa nya ke rumah sakit terdekat.
" Dok... dokter... tolong istri saya" Ucapnya dengan air mata berlinangan
"Tunggu disini pak, kami akan tangani pasien dengan sebaik mungkin"
1 jam ...
2 jam...
pun berlalu hingga namun belum ada tanda tanda dokter keluar.
"Zam bagaimana keadaan Zalwa?" tanya ke 4 orang tua Zalwa, orang tua Azam, Dito dan Fatih secara bersamaan
"Belum tahu " ucapnya frustasi
" Sabar Zam, sebaiknya kita berdoa semoga Zalwa baik baik saja" ucap Dito
"Ayo kak kita sholat dulu dan berdoa untuk kesembuhan kak Zalwa" Ajak Fatih.
Kemudian Azam, Dito, dan Fatih pun ke mushola
Tak lama mereka pun kembali ke depan ruangan Zalwa dimana sedang ditangani. Namun ke 6 orang tua semuanya menangis bahkan Momy Ibu dan Mama para ibu orang tua pingsan histeris.
Dengan langkah gontai dan berlari ke 3 nya menghampiri
"Bagaiaman Zalwa?" tanya Azam memastikan
"Yang sabar Zam..." balas papi Rahman dengan sedih
"Zalwa tidak dapat diselamatkan, ia sudah meninggalkan kita semua" lanjutnya lagi dengan tidak bisa menahan air matanya
__ADS_1
"Tidak, tidak mungkin, Zalwa ku tidak mungkin" ujar Azam dengan menerobos pintu ruangan
Dinpandanginya wajah kekasih yang teramat ia cintai itu. Dibelainya hingga dipeluknya tubuhnya itu. Seakan ia tak rela melepaskannya.
"Kenap kamu tinggalkan aku Zal, kenapa Zal?" tanya Azam dengan menggoyangkan badan Zalwa
"Sabar Zam, jangan seperti itu. Kasihan Zalwa" ucap Dito menenangkan
.
.
.
.
Keesokkanya mereka mengantarkan ke pemakaman Zalwa.
Keluarga, Sahabat, Rekan Kerja bahkan semuanya merasa terpukul atas kepergian Zalwa.
Bahkan langit pun seolah ikut menangis mengiri pemakamannya.
"Ayo Zam, kita pulang, hujan mulai deras" Ucap Dito
Setelah nya mereka pun kembali ke rumah.
#Pov Azam
Sepi sungguh rasanya sepi tiada lagi seseorang yang menemaninya saat ini.
Dipandanginya foto saat pernikahan mereka.
Rasanya baru kemarin mereka berasama.
Canda, tawa, suka dan duka mereka jalani bersama beberapa bulan terakhir.
Namun kini tiada yang mendampinginya. Hanya kekosongan yang ia rasakan.
Sekilas bayangan dari ia awal bertemu dengan sosok Zalwa terngiang dalam benak kepalanya.
"Aku menunggumu lama Zalwa, menunggu untuk bersamamu"
__ADS_1
"Menunggu dan menanti dengan waktu tak terhitung rasa kesepian dan rindu"
"Rasa kagum ku membawaku lebih menyimpan hati untukmu"
"Menunggu dan memastikan hanya akulah
yang menggenggam tangan mu Zalwa"
"Namun sekarang aku harus melepaskan mu menjauh dari pandanganku"
"Mengapa kamu tinggalkan aku Zalwa.."
"Tidak kah kamu merasa hidupku kosong tanpamu" Ucapnya berderai air mata
Hatinya sungguh rapuh tatkala Zalwa meninggalkannya untuk selamanya.
"Kini aku merasakan saat luka yang paling dalam adalah Ku Genggam Namun Menjauh, menjauh untuk selamanya....."
#Selesai
.
.
.
.
.
.
Terimakasih atas berkenan untuk membaca novel karya Aslami.
Dan mohon maaf apabila lama tidak up. Dan membuat semua menunggu. Tulisan yang masih banyak typonya.
Terimakasih untuk dukungangannya.
Next ke novel selanjutnya akan diusahakan.
Terimakasih untuk semuanya
__ADS_1