Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
42. Apakah ini cinta?


__ADS_3

Setelah dia antarkan pulang oleh Azam. Nur pun kembali dan masuk ke dalam kamarnya, dilihatnya sebuah tasbih dan buku yang pernah Azam berikan untuknya. Sekilas terukir senyuman yang indah dibibirnya


"Ya Allah aku ini kenapa, saat dekat dengan kak Azam hatiku terasa tenang namun juga gugup" batin Nur dengan masih menatap tasbih dan buku pemberian Azam


"Apakah ini cinta?" batinnya lagi dengan masih tersenyum


"Astaghfirullah, tidak. Pasti ini hanya rasa kagum saja, usiaku juga belum cukup untuk membahas mengenai itu" lanjutnya lagi


*****


Sementara Azam ia sedang tersenyum-senyum mengingat akan makan malam pertamanya, ya bagaimana ia tidak bahagia, gadis yang ingin selalu ia jumpai saat ini ia bisa jumpai setiap hari saat di kampus. Bahkan tadi pun ia makan malam bersama dengannya


"Rasa apa ini, kenapa aku bahagia sekali?" ujarnya dengan tersenyum-senyum


"Apa kah Nur juga merasakan hal yang sama denganku?"


"Tapi bagaimana jika tidak?" lanjutnya bingung


"Agh tidak, seharusnya ia merasakan hal yang sama denganku"


Diambilnya handphonnya pada saku celananya


"Hai Nur, apakah sudah tidur?" pesannya namun ia urungkan


"Apa tidak mengganggunya ya"


"Mungkin ia sudah tidur" ujarnya lagi hingga ia terlelap


Pagi ini seharusnya ia hanya ada jam kelas siang, namun Azam sengaja untuk tetap berangkat pagi hanya ingin melihat dan menemui seseorang yang ia rindukan.


Sesampainya di gerbang kampus, ia melihat sosok gadis kecil yang tak lain adalah Nur, dilihatnya gadis itu sedang fokus pada layar laptopnya, sesekali ia fokus pada kayar handphonnya.

__ADS_1


Dihampinya ia dengan disusul ilham temannya


"Assalamu'aikum Nur" sapanya


"Wa'alaikumsalam kak Azam, kak ilham" balas Nur


"Sedang apa disini?" tanyanya


"Oh ini kak sedang melanjutkan beberapa gambaranku kak" balas Nur


"Hai Nur" sapa seseorang yang tiba-tiba menghampiri mereka


"Oh hai kak Andrea" balas Nur


"Bukankah laki-laki ini yang waktu itu menggandeng paksa Nur saat di resto dulu?" batin Azam bertanya-tanya


"Ayo Nur kita ke kantin, temanmu Sisi sudah menunggumu disana" ujar Andrea


"Oh iya kak ayo, sebentar aku bereskan ini semua dulu" balas Nur dengan cepat ia membereskan barang-barangnya


Sesampainya di kantin, benar saja Sisi dan Rara sudah menunggu mereka


"Kau lama sekali sih Nur, perutku sudah lapar nih menunggumu" tukas Rara


"Iya maaf kak tadi ada keperluan sebentar" balas Nur dan duduk di sampaing Rara dan Sisi


"Inikan laki-laki yang saat di resto bersama Nur waktu itu" batin Andrea


"Kenapa laki-laki ini melihatku seperti itu?" batin Azam


"Nur...." ucap Azam dan Andrea bersamaan

__ADS_1


Nur pun mengalihkan pandangannya ke Azam dan Andrea


"Ya kak Azam, kak Andrea" balas Nur


"Bisakah.." ucap Azam dan Andrea bersama lagi dan itu membuat Rara,Sisi, Ilham dan juga Nur menjadi bingung atas sikap 2 orang itu


"Silakan kak Azam dulu ada apa kak?" ujar Nur


"Yes, akhirnya aku dulu" batin Azam


"Kak" panggil Nur


"Bisakah kita berbicara berdua Nur?" tanya Azam


"Maaf kak, tapi aku belum menyelesaikan makananku" balas Nur, Azam pun hanya tertunduk


"Bisakah kita makan berdua Nur?" ujar Andrea


"Maaf kak, kita saat ini sedang makan bersama bukan?" balas Nur


"Kalian ini kenapa sih, sudah ayo Nur kau ke kelasmu saja, bukan kah kau ada jam masuk pagi ini?" tanya Rara sembari mengajak Nur untuk pergi dari kantin itu


Nur pun pergi dengan di gandeng oleh Rara dan disusul oleh Sisi


"Kan karenamu dia jadi pergi" ujar Andrea


"Bukannya karenamu ya?" balas Azam


"Sudahlah ayo kita pergi dari sini, kalian kalau mau berantem atau adu mulut bukan disini" ujar ilham melerai


"Aku memiliki saingan saat ini. Apa laki-laki ini juga memiliki perasaan yang sama sepertiku terhadap Nur?" batin Azam

__ADS_1


"Tidak boleh" lanjutnya lagi


"Aku tidak izinkan jika Nur harus bersamanya" batin Andrea


__ADS_2