Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
83. Resepsi


__ADS_3

Setelah melangsungkan akad dengan penuh khitmat, kini baik Zalwa maupun Azam mereka mengganti pakaian masing-masing untuk acara resepsi mereka.


"Tok...tok..." pintu diketuk


"Boleh masuk?" tanya Azam


"Silakan kak" balas Zalwa


Azam pun masuk ke dalam kamar yang sedang ditempati oleh Zalwa, kemudian mendekat


"Terimakasih" ucap Azam sembari mencium kening istrinya


"Terimakasih kembali" balas Zalwa sembari tersenyum, dalam hatinya pun merasakan gemuruh hati yang bahagia


"Mari kita ke bawah, orang tua kita dan yang lain pasti sudah menunggu" Azam berucap dengan menyodorkan tangannya, Zalwa pun menggandengnya


Mereka pun menghampiri para orang tua dan menuju ke tempat resepsi diadakan, banyak pasang mata yang kagum akan kedua mempelai


"Selamat berbahagia ya sayang, semoga rumah tangga kalian sakinah mawaddah dan warohmah, jadilah istri yang baik untuk suamimu" ucap Nurma


"Terimakasih mom" balas Zalwa dengan memeluk Nurma


"Maafkan papi yang belum bisa membuatmu bahagia sayang, hanya do'a yang bisa kami haturkan untukmu" lanjut Rahman


"Tidak seperti itu pi, terimakasih untuk semuanya, Zalwa menyayangi kalian" ucap Zalwa dengan memeluk Rahman


"Kami titip Zalwa padamu nak, jaga dia, lindungi dia, sayangi dia. Dan jika memang kamu tak lagi menginginkannya pulangkan lah ia kepada kami secara baik-baik, jangan kamu bentak ia apalagi memukulinya" ucap Rahman pada Azam

__ADS_1


"Insyaallah Azam akan menjaga putri kalian mom, pi" balas Azam dengan memeluk Rahman


"Semoga hidup kalian selalu damai dan dikaruniai keturunan yang sholeh dan sholehah, maaf kan bapak sama ibu tidak bisa memberikan apa-apa, hanya doa yang menyertai kalian" ujar Furqon dan Laili, kemudian disusul oleh Malik dan Ira


"Bang, aku titip kakakku, jaga dia selalu, jangan buat ia sedih, jika sesuatu terjadi padanya, maka aku yang akan menjadi orang pertama untuk melawanmu" ujar Fatih kepada Azam


"Insyaallah aku akan menjaga kakakmu" balas Azam


"Kak, baik-baik ya, semoga keluarga kakak bahagia selalu, dan jangan lupakan aku" ucap Fatih dengan memeluk kakaknya, mereka pun menangis bahagia


"Terimakasih adikku tersayang, kakak tidak akan pernah melupakan kalian, dimana pun kakak berada" balas Zalwa dengan tersenyum


Rasa haru dan bahagia pun menyelimuti kedua mempelai, banyak dari pihak keluarga, saudara maupun rekan bisnis yang mengucapkan selamat atas pernikahan kedua sepasang yang telah halal itu


"Kamu lelah?" tanya Azam


"Duduklah, pakaianmu pasti berat, jadi tetap duduk saja, jika nanti ada tamu yang kemari, biar aku saja yang berdiri"


"Aku tidak apa-apa kak, tidak enak pula jika harus duduk terus"


"Tidak apa-apa, duduklah" ujar Azam dengan membantu Zalwa untuk duduk


"Tapi..."


"Ya sudah kita berdua duduk saja, aku juga lelah" ujar Azam


"Terimakasih ya kak"

__ADS_1


"Harusnya aku yang berterimakasih kepadamu, karena kamu mau menerimaku"


"Terimakasih ya zaujati" ucap Azam dengan mencium tangan istrinya


"Terimakasih kembali ya zauji" balas Zalwa dengan menunduk karena tersipu malu


"Ehem..ehem.."


Suara deheman dari seseorang pun membuayarkan adegan romantis itu


"Pengantin baru ini mah selalu romantis, seperti perangko, lem nya gak mau misah"


"Syafa" ujar Zalwa bahagia karena sahabat lamanya datang pada acaranya


"Masih ingat ternyata, kirain deh udah lupa" ejek Syafa


"Mana mungkin, aku merindukan fa" Zalwa berucap sembari merentangkan tangannya


"Aku juga merindukanmu, kamu sekarang tambah cantik dan tumbuh tinggi" balas Syafa dengan memeluk sahabatnya itu


"Lihat Zam, istri istri kita saling berpelukan, kita gak berpelukan nih seperti mereka" ujar ilham


"Gak maulah, masa tomat makan jeruk" tukas Azam, mereka pun terkekeh sembari melihati istri-istri mereka yang sedang temu kangen itu


"Terimakasih sudah memberikan rasa kedamaian dan mau merimaku gadis kecil" batin Azam sembari memandang ke arah istrinya itu


"Semoga kita bisa bahagia selalu"

__ADS_1


__ADS_2