Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
49. Gadis Sejuta Impian 2


__ADS_3

"Tok..tok..."


"Masuk" jawab Nur setelah ada seseorang yang mengetuk pintunya


"Maaf nona, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ujar Dewi


"Suruh masuk saja mbak" balas Nur


"Selamat pagi nona Nur, senang bertemu dengan anda" balas seseorang prempuan dan mengulurkan tangannya


"Senang bertemu dengan anda nyonya, silakan duduk" balas Nur seraya mempersilakan


"Maaf ada yang bisa saya bantu nyonya?" tanya Nur


"Jangan panggil nyonya nona Nur, saya ibu nya Ani hanya ingin berterima kasih karena nona Nur sudah membantu usaha kue saya, bahkan sekarang usaha saya cukup berkembang" ujar ibunya Ani


"Alhamdulillah jika begitu ibu, apakah kak Ani saat ini sudah kuliah bu?" tanya Nur


"Iya non Nur, berkat bantuan nona, saat ini ia bisa kuliah, saya bersyukur sekali" ujar ibunya Ani dengan senyum bahagia


"Saya juga senang kalau begitu bu, sering-seringlah kemari bu, dan ajak kak Aninya" balas Nur sopan


"Iya nak sekali lagi terimakasih. Ini nak kue buatan ibu, ibu dengar dari Ani bahwa non Nur suka dengan kue dadar gulung" ujar ibu nya Ani dengan mennyerahkan sekotak kue isi dadar gulung


"Wah alhamdulillah sudah lama bu saya tidak makan dadar gulung, terlebih saat di luar negri bu" balas Nur dengan mata berbinar


"Silakan dimakan nak, mumpung masih hangat"

__ADS_1


"Terimakasih ya bu" ujar Nur dengan mengambil sebuah dadar gulung


"Sama-sama non, jika non Nur suka, besok akan ibu bawa kan lagi" ujar ibu nya Ani tulus


"Tok...tok.."


"Masuk" balas Nur


"Maaf nona mengganggu waktunya, pertemuan dengan klien akan segera diadakan nona" ujar Dewi


"Oh iya mbak Dewi, silakan tunggu sebentar lagi saya sholat dzuhur dulu ya" pinta Nur


"Baik nona, saya permisi dulu" ujar Dewi pamit


"Mbak Dewi silakan ini dicicipi dulu dadar gulung dari ibu nya kak Ani, sisihkan beberapa untuk saya, dan sisanya bagi saja dengan karyawan yang lain" ujar Nur


"Baik sekali kamu nak" batin ibu nya Ani


"Maaf bu, sebentar lagi Nur mau menemui klien, ibu boleh menunggu disini terlebih dulu, nanti biar diantar supir atau adik saya bu" ucap Nur


"Tidak usah non, ibu nunggu diluar saja sebentar lagi Ani datang menjemput ibu, kalau begitu ibu pamit dulu ya non" pamit ibu nya Ani dan diangguki oleh Nur


"Silakan bu, hati-hati" balas Nur


Dengan segera Nur pun mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat dzuhur terlebih dulu, setelah usai ia mengganti pakaiannya dan memoles bedak tipis ke raut wajahnya. Dengan gamis berwarna biru, dan jilbab senada, serta dengan sepatu berwarna putih yang dan tas yang senada, menampilkan gadis yang sederhana namun anggun.


"Mbak Dewi ayo berangkat" ajak Nur

__ADS_1


"Iya mari non" balas Dewi dengan tersenyum


"Mbak Dewi minta tolong dadar gulung yang saya minta sisihkan untuk saya dibawa ya mbak" pinta Nur


"Oh iya ini non, sudah saya siapkan" balas Dewi


"Semuanya saya pamit dulu, Assalamu'alaikum" sapa dan pamit Nur kepada semua karyawannya


"Wa'alaikumsalam" balas mereka serempak


"Subhanallah, non Nur baik pisan ya"


"Iya, mana ramah pisan"


"Nona Nur baik ya" bisik karyawannya


"Iya, masih muda tapi sudah punya usaha sendiri"


"Sudah lulus kuliah di usia mudanya juga"


"Kalau saya punya anak laki-laki sudah saya kenalkan sama non Nur"


"Mana mau non Nur dengan anakmu"


"Non Nur saya rasa bukan orang yang pilih-pilih, siapa tahu kan jodoh"


Kira-kira seperti itu lah bisik-bisik karyawan Nur

__ADS_1


__ADS_2