Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
23. Perpisahan yang akan menyimpan rindu


__ADS_3

Sesaat selepas berpelukan dari adik tersayangnya, Nur pun segera bersiap, karena 1 jam lagi pemberangkatannya.


Ditatapnya kedua orang tuanya yang sedang duduk menunggu di ruang keluarga. Nur pun menghampiri kedua orang tuanya dengan adiknya yang menggandeng tangannya


"Pak, Bu, Nur pasti akan rindu dengan kalian" ujar Nur seraya memeluk kedua orang tuanya itu


"Kami juga pasti akan merindukanmu nak" ujar bapaknya dan diangguki oleh ibu dan Fatih, hingga Fatih pun memeluk ketiga orang yang ia sayangi


"Ayo nak, kita segera berangkat, nanti kamu telat, dan ketinggalan pesawatnya" ajak bapaknya dan dengan segera disusul oleh ibu, Fatih dan juga Nur.


Didalam perjalanan mereka selalu bercengkrama meski terbesit belum kerelaan untuk berpisah dengan Nur. Meski sudah berulang kali Nur harus berpisah dari keluarganya, namun setiap kali mereka akan berpisah, pasti saja akan ada drama yang cukup menyedihkan. Namun, mereka setidaknya selalu memberikan kapan setiap hari meskipun melalui telephone atau pun berkabar yang lain.


Namun, karena Nur sekarang di pesantren, maka tidak akan bisa kedua orang tuanya itu untuk memberikan kabar dan saling kabar setiap hari.


Sesampainya tak lama pesawat pun akan berangkat, dengan segera Nur yang diantar keluarganya itu bersiap, dan lagi-lagi terjadi tetesan air mata pada dirinya dan ketiga orang yang ia sayangi itu


"Nur pamit dulu ya pak, bu" ujar Nur seraya menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya, tak lupa ia memeluknya


"Aku pamit ya dek, kakak titip bapak sama ibu, kamu harus berbakti kepada mereka" ujar Nur dan dibalas pelukan erat oleh adiknya

__ADS_1


"Pasti kak, kakak jaga diri ya" balas Fatih dengan menyeka air mata dirinya dan kakaknya


Tak lama, Nur pun sudah memasuki pesawat yang akan mengantarkannya kembali ke kota A tempat ia tinggal dan belajar sekarang


"Aku pasti akan merindukan kalian, semoga kalian akan sehat selalu" batinnya dengan menatap ke luar jendela pesawat


Tanpa sadar ia mengeluarkan air mata lagi dan lagi,


"Ini tidak akan lama, pasti akan bertemu kembali dengan mereka" batinnya dengan semangat dan ia pun mengulas senyum


Setelah pesawat mendarat, ia sudah dijemput oleh temannya Nayla dan Syafa


"Hai Nur, apa kabar? aku rindu denganmu..." ujar Nayla dan seketika memeluk Nur


"Aku juga merindukanmu pao-pao pipi" timpal Syafa dan tak kalah memeluk Nur


"Alhamdulillah aku baik, ayo kita segera pergi, aku sudah lapar ini" balas Nur dan diangguki oleh kedua temannya


Hingga menuju rumah makan, mereka pun saling bergandengan, bagaikan tiga serangkai bunga dengan pakain berbeda yang mereka kenakan, dan membuat nuansa ceria untuk gambaran mereka.

__ADS_1


"Besok kita sudah masuk sekolah lagi nih, padahal aku ingin berlama lama saja liburannya" ujar syafa ditengah-tengah perbincangan mereka


"Kamu kan akan berlibur kembali fa, kalau kami harus berjuang untuk ujian" timpal Nayla


"Hehe iya juga ya" ujar syafa dengan senyum giginya


"Tapi artinya bentar lagi aku akan jarang dong bertemu dan bersama kalian" timpalnya dan dengan raut sendu


" Makanya kamu harus giat belajar fa, agar kamu segera menyusul kami" timpal Nur dengan menyemangati teman yang dulu datu kelas dengannya, namun sekarang menjadi adik kelasnya itu


Meski syafa lebih tua 1 tahun diatas Nur, dan sekarang menjadi adik kelasnya, namun syafa melarang Nur untuk memanggilnya kak, karena syafa tidak mau di anggap tua eh temannya


Hingga sampai pesantren, kedua temannya itu pun berpamitan kepada Nur


"Kami pulang dulu ya Nur, sampai jumpa besok" ujar Nayla dan lagi-lagi memeluk sahabatnya itu,


"Kami pasti rindu denganmu Nur, meskipun besok bertemu" ujar syafa tak mau kalah. Hingga mereka bertiga pun berpelukan. Dan tak lama saling melepas.


"Lagi-lagi perpisahan ini menjadikan rindu dan rindu lagi" batinnya setelah mobil yang ditumpangi kedua sahabatnya itu mengilang, dan dengan segera ia masuk kedalam pesantren

__ADS_1


__ADS_2