
Jam makan siang pun menghampiri, dimana mata kuliah pertama sudah ia lewati.
Ia melihat pada layar hanphone nya nampak sudah Rara temannya menunggu di kantin untuk makan siang bersama.
Tak lama ia pun beranjak dari kelasnya menuju kantin.
"Kak Sisi ayo kita ke kantin" ajak Nur
"Tidak Nur, aku sudah membawa bekal" balas Sisi teman barunya
"Kalau begitu ayo temani makan dikantin, bawa saja bekalmu kak" ujarnya lagi
"Ee... a..ku.." ujar Sisi terbata dan seketika menghentikan langkah Nur
"Ada apa kak? Apa ada masalah?"
"Aku tidak punya uang untuk membeli makanan Nur, aku kuliah pun menghandalkan beasiswa dan karena aku beruntung saja" ujar Sisi menceritakan
Sejenak Nur pun merasa kasihan pada temannya itu.
"Sudah ayo aku saja yang traktir, dan bekalmu buatmu saja nanti sepulang kuliah kak" ujar Nur sembari memaksa Sisi
Sezampainya dikantin benar saja Rara sudah menunggunya bersama kedua orang laki-laki
"Siapa yang bersama kak Rara ya?" batin Nur
"Nur... sini.." teriak Rara melambaikan tangan ke arahnya
"Ayo kak Sisi, kak Rara sudah menungguku" ujar Nur dan langsung menarik tangan Sisi
__ADS_1
"Assalamu'alaikum" sapa Nur dan dibalas serempak oleh Rara dan 2 temannya
"Wa'aikumsalam"
"Maaf ya kak lama menunggu, kenalin kak ini kak Sisi teman sekelasku" ukar Nur mengenalkan Sisi tanpa melihat kedua teman Rara di depannya
"Rara"
"Sisi"
ujar mereka serempak
"Oh ya kenalin ini sepupuku dan temannya" ujar Rara menunjuk 2 orang di depannya
"Deg.. apa itu kak Azam" batin Nur setelah pandangan tak sengaja melihat wajah salah satu orang di depannya
"Ini kak ilham sepupuku, dan temannya Azam" timpal Rara lagi
"Sisi"
ujar ilham dan sisi memperkenalkan, namun tidak dengan Azam dan Nur yang mereka hanya saling pandang dan berdiam
"Nur... nur..." panggil Rara
"Eh iya kak, maaf" jawab Nur seraya menunduk
"Saya Nur kak" ujar Nur memperkenalkan diri seraya mengatupkan tangannya
"Nur adik kelas dulu kan Zam?" tanya ilham memastikan dan ia langsung menepuk bahu Azam
__ADS_1
"Benar kan Zam?" tanya ilham lagi sontak membuat Azam terkejut
"Benarkah kamu Nur?" tanya Azam tak percaya karena ia mengira Nur masih SMA meski sesekali mereka berchatingan
"Iya kak, aku Khairani Nur adik kelas kalian dulu" balas Nur dengan tertunduk
"Sejak kapan kamu disini?" tanya Azam lagi tak percaya
"Aku.." ucapan Nur pun terpotong
"Wah jadi kalian saling mengenal nih? Jadi Nur dulu adalah adik kelas kalian kak?" tanya Rara
"Hahaha sekarang bukan adik kelas lagi, tapi satu angkatan dong kalau begitu" ujar Rara dengan tertanya, bagaimana mungkin adik kelas kak ilham bisa seangkatan dengan sepupunya sekarang bahkan dirinya
"Apa??!" ujar ilham dan Azam serentak
"Iya, Nur ini adalah teman seangkatan kita, ia juga adalah teman yang berasamaku sewaktu di restoran tempo hari lalu" ujar Rara menjelaskan
"Jadi kira sekarang bisa bersama Nur, asyik" balas Azam tanpa sengaja
"Apanya kak?" tanya Nur bingung
"Ah tidak, tapi bagaimana kamu bisa sekarang sudah kuliah? bukan kah kemarin kamu masih SMA?" tanya Azam
"Aku loncat kelas lagi kak" balas Nur jujur
"Jadi usiamu sekarang berapa Nur?" tanya Sisi
"15 kak sebentar lagi 16" jawab Nur
__ADS_1
"Wah benar-benar masih mudah kamu Nur, bahkan baru seusia sepupuku" balasnya