Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
79. Teman


__ADS_3

Keessokannya Zalwa beserta Dito sudah siap dengan pakaian dan barang yang akan mereka bawa.


Merekapun menuruni tangga untuk menghampiri keluarga Zalwa yang berada di meja makan


"Assalamu'alaikum semua" sapa Zalwa dengan senyum khas manisnya


"Wa'alikumsalam anak ibu" balas Laili


"Wa'alaikumsalam anak bapak" balas Furqon


"Wa'alaikumsalam kakak tercantik dan termanisku" balas Fatih dengan manghampiri kakaknya seraya mencubit kedua pipi Zalwa


"Aduh dek sakit" ujar Zalwa


"Hehe habisnya gemes sama kakak, kapan kita berantem lagi kak?" tanya Fatih


"Ye masa mau berantem mulu, kamu aja sudah lebih besar dari pada kakak, jadi sekarang yang harus mengalah adalah kamu" ujar Zalwa mengejek seraya duduk di samping Laili


"Ah kenapa kakak yang duduk di samping ibu, itu kan tempat dudukku" ujar Fatih tidak terima


"Wleekk" ejek Zalwa, dan membuat Fatih cemberut


Laili dan Furqon hanya tersenyum melihat itu, anak-anaknya dulu suka saling mengejek karena masalah sepele tapi mereka sangat menyayangi satu sama lain


"Sudah sudah ayo sarapan dulu, nanti kita terlambat ke bandara" ujar Laili menengahi


"Oh iya dimana kakakmu Zal?, belum terlihat" tanya Laili


"Mungkin masih ngebo bu" jawab Zalwa santai


"Memang ada kebo di rumah kak?" tanya Fatih menimpali ucapan kakaknya


"Ada" jawab Zalwa singkat


"Tih coba kamu panggil Dito untuk sarapan" perintah Furqon


"Iya pak, Fatih panggilkan" balas Fatih seraya pergi meninggalkan mereka


"Tok...tok..." tiba-tiba terdengar suara ketukan

__ADS_1


pintu dari depan rumah


"Siapa itu ya" ujar Laili


"Biar Zalwa saja bu yang buka pintunya" ujar Zalwa seraya berdiri dan membukakan pintu


"Assalamu'alaikum"


"Wa'ala...ikumsalam" balas Zalwa seraya membukakan pintu


"Eh kak Ani, ibu, kakak-kakak semua, mari silakan masuk" ajak Zalwa dengan menyalami ibu Ani dan memeluk Ani


Setelah mereka masuk, mereka pun dipersilakan duduk


"Ini nak Nur kan? Subhanallah tambah cantik saja kamu nak" tanya Ibu Ani seraya memuji Zalwa


"Alhamdulillah bu ini saya, terimakasih atas pujiannya'' balas Zalwa dengan tersenyum


"Ini kue kesukaanmu nak, sudah lama kue nya tidak pernah kamu cicipi" ujar ibunya Ani lagi


"Terimakasih bu, sudah merepotkan ibu" balas Zalwa dengan menerima kue itu


"Tidak nak, tidak merepotkan, ibu seneng bisa lihat kamu lagi"


"Alhamdulillah setiap hari selalu ada pelanggan" balas ibunya Ani


"Oh ya Nur eh maksudnya Zalwa, jam berapa kamu berangkat?" tanya Ani


"1 jam lagi kak" balas Zalwa


"Eh ada tamu, Zal ayo ajak semua untuk sarapan bersama" ujar Laili


"Mari sarapan terlebih dulu bu, kak Ani dan semuanya" ajak Zalwa


"Tidak usah Zal kami tadi sudah sarapan kue ditoko ibu" ujar mereka serempak


"Kamu makanlah dulu, perjalananmu juga jauh" ujar Ani


"Kalau begitu permisi sebentar saya makan terlebih dulu ya semuanya" pamit Zalwa

__ADS_1


15 menit pun telah usai


"Ayo dek, nanti terlambat" ajak Dito


"Kakak itu yang bangunnya siang" balas Zalwa


"Sudah ayo, buruan nanti ketinggalan pesawat loh" balas Dito


"Kalau begitu Zalwa bersama kak Putra maksudnya kak Dito pamit dulu ya semuanya" pamit Zalwa


"Kami akan mengantarmu sampai bandara Zal" ujar Ani


"Benarkah?" tanya Zalwa senang


"Tentu, itu lihat saja kami sudah siap dengan 3 mobil di depan"


Tak lama pun mereka sampai di bandara


"Kami pamit masuk dulu ya semuanya, sampai jumpa di lain waktu" pamit Zalwa


"Assalamu'alaikum" salamnya


"Wa'alaikumsalam" balas mereka serempak


"Hati-hati Zal, kami pasti merindukanmu..!!" ujar Ani berteriak dengan menitikkan air matanya


Zalwa pun hanya membalas dengan tersenyum sambil melambaikan tangannya


"Teman-temanmu sangat menyayangi mu ya dek" ujar Dito saat sudah dalam pesawat


"Begitulah kak, aku pun juga sangat menyayangi mereka seperti mereka adalah keluargaku sendiri" balas Zalwa dengan sendu


"Kamu beruntung banyak teman" ujar Dito lagi


"Iya, kakak lupa, kalau aku suka melompat jadi banyak teman" ujar Zalwa terkekeh


"Iya ya, kalau kakak hanya punya teman akrab itu 2 orang" jawab Dito santai


"Ya ampun hanya 2 orang saja kak? memang tidak bosan gitu?" tanya Zalwa

__ADS_1


"Ya kadang sih bosan, cuma yang akrab hanya mereka berdua, yang tulus berteman hanya mereka saja" Balas Dito


Mereka pun bercerita satu sama lain, namun tanpa disadari Dito, Zalwa sudah tertidur dalam pesawat itu


__ADS_2