Kugenggam Namun Menjauh

Kugenggam Namun Menjauh
56. Pertunangan


__ADS_3

Berbeda dengan keadaan Nur yang masih terbaring di ranjang rumah sakit. Kini Azam tidak memiliki pilihan selain menuruti kemauan orang tuanya, lebih tepatnya perintah papa nya.


"Mari kita persilakan dan kita saksikan untuk kedua pasangan melalukan pertukaran cincin" ujar MC mempersilakan


Dengan ragu Azam mengambil sebuah cincin dari kotak yang dibawa oleh salah satu orang dari papanya. Namun, bukan dengan segera ia mengambilnya, justru hanya memandang dengan tatapan kosongnya.


"Ya Allah, aku sungguh tidak bisa melakukan ini, hatiku berbeda dan tak sejalan dengan kemauan papa, aku harus bagaimana ini?" tanyanya dalam hati


Tak lama ia masih menunduk


"Silakan tuan Azam, untuk memasangkan cincin ke jari pasangan anda" ujar MC memberitahukan, namun masih saja Azam enggan untuk menyutujuinya


Saat dalam lamunan, tak lama muncul sahabat dekatnya, ya dia adalah Ilham


Ilham hanya memandangi sepasang orang yang akan melakukan pertunangan itu, sungguh dari dalam lubuk hatinya ia merasa sakit, dan ingin sekali rasanya ia mengacaukan acara itu, tapi ia tak mampu karena itu adalah acara sahabat dekatnya dan tak lain juga acara yang sama adalah acara orang yang ia sayangi selama ini.


"Aku ikhlaskan ia, jika ia adalah yang terbaik untukmu zam, aku hanya mampu menyayanginya, tapi tidak mampu menjaganya" batin ilham memandang mereka berdua dengan mata berkaca-kaca. Karena tak sanggup menahannya ia pun berlalu dan beranjak pergi meninggalkan acara itu.


"Aku sungguh tidak bisa"ujar Azam dengan lantang


Dan sontak semua mata memandang kepadanya. Bahkan kedua orang tuanya, terutama papanya melotot ke arahnya, sembari beranjak ke arah anaknya itu


"Apa yang kau lakukan Zam?" tanya papanya


"Bukan kah kau kemarin sudah menyetujuinya?!" tanya papanya lagi dengan intonasi yang tinggi


"Maaf pa, aku tidak bisa" balas Azam

__ADS_1


Kesabaran Malik papa Azam sungguh hampir habis, bagaimana mungkin permintaan yang semula telah disetujui oleh putranya itu, justru dibatalkan oleh putranya, sungguh ingkar, itulah yang difikiran Malik.


"Kau anak yang..." ujar Malik seraya mengangkat sebelah tangannya untuk menampar anaknya itu


"Cukup om...!!'' ujar seseorang yang disebelah Azam yang seharusnya melakukan pertunganan dengan Azam


Mendengar itu, Malik pun menurunkan tangannya


"Maaf kan kami om, sebenarnya kami..." balas Syafa, ya yang akan di jodohkan dengan Azam yang tak lain adalah Syafa, dia sahabat Nur sewaktu smp, bahkan sampai saat ini pun mereka masih bersahabat


Sekelabat ucapan Syafa menggantung, ia melihat sosok yang ia sangat kenal beranjak pergi.


"Kak ilham..!!!" teriaknya, namun yang dipanggil tidak menoleh. Syafa pun menyusulnya dan meninggalkan Azam


"Kak ilham..!!!"


Mendengar itu ilham pun menoleh dan berhenti, ditatapnya orang yang ia cintai itu


"Selamat atas pertunganmu fa, semoga kedepannya kau akan hidup bahagia" balas Ilham pada syafa yang berada di depannya


"Apa maksudmu kak?" tanya syafa dengan menitikkan air matanya


"Cukup fa, jangan menangis, ini adalah takdir, aku akan bahagia jika kau bersamanya" ujar ilham


Tanpa membalas ucapan ilham, syafa pun menggandeng tangan ilham untuk masuk ke acara itu


"Maaf kan kami semuanya, bolehkah acara nya dilanjut?" tanya Syafa

__ADS_1


"Tapi pasanganku diganti" ujar syafa lagi


"Dia adalah pasanganku" ujar syafa lagi dan lagi seraya menatap wajah ilham


"Apa maksudmu nak? bagaimana dengan nak Azam sayang?" tanya ayah syafa


"Maafkan Syafa yah, tapi antara syafa dan kak Azam tidak saling mencintai, syafa hanya mencintai kak ilham, dan kak Azam juga sudah mencintai orang lain yah" balas Syafa dengan meminta maaf


Lalu ayah syafa mendekati Azam, Pak Malik beserta istrinya


"Apakah yang dikatan syafa adalah benar nak Azam?" tanyanya memastikan dan diangguki oleh Azam


"Benar om, saya tidak bisa melukai hati sahabat dan sahabat dekat seseorang yang saya cintai om, jadi izinkan mereka untuk melaksanakan acara ini" balas Azam dengan tersenyum


"Ku mohon pa, jangan paksakan kami" ujar Azam memohon ke papanya


"Baiklah Zam, tapi kamu harus menyetujui persyaratan papa yaitu menggantikan pekerjaan papa, kamu harus mau menjadi pimpinan perusahaan papa tanpa penolakan, papa sudah ingin pensiun dan mau melanjutkan proses pacaran dengan mamamu ini" ujar Malik tersenyum dengan menggoda istri yang berada di sampingnya itu


"Baiklah pak, Azam menyetujuinya" ujar Azam lega


"Silakan untuk kedua pasangan memasangankan cincin di jari masing-masing" ujar MC dengan mengarahkan Syafa dan Ilham


Kedua pasangan itu pun dengan senang tanpa ragu memasangkan cincin di jari pasanganya


"Kita beri tepuk tangan yang meriah kepada kedua pasangan yang sedang berbahagia, semoga kedepannya bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya" ujar MC dengan dibarengi tepuk tangan para tamu undangan


"Terimakasih Zam, kau sahabku yang terbaik" ujar ilham seraya memeluk Azam

__ADS_1


__ADS_2