
"Kak sebelum kita ke rumah sakit, kita mampir ke situ ya kak" ajak Zalwa seraya menunjuk sekerumpulan anak-anak
"Kita ngapain dek?" tanya Dito
"Kita kasih baju-baju tadi ke mereka kak"
"Baiklah ayo, kakak temanin" balas Dito mengalah, dan ia pun memberhentikan mobilnya
"Hai adik-adik" sapa Zalwa
"Hai juga kak" balas anak-anak itu serempak
"Kalian lagi ngapain disini?" tanya Zalwa
"Kami mengamen kak, buat makan dan setor uang ke bos kami" balas salah satu anak
"Memang kalian tidak sekolah dek?" tanya Dito
"Kami tidak punya uang untuk sekolah kak"
"Ya Allah, kasihan sekali anak-anak ini" batin Zalwa
"Adik-adik ini kakak bawa beberapa baju buat kalian, kalian bagi ya" ujar Zalwa memberikan beberapa paper bag nya
"Dan ini dek, kamu beli makanan dulu ya sama kakak itu, hitung berapa semua temanmu, dan pesanlah untuk mu dan teman-temanmu ya dek" ujar Zalwa kepada anak yang tadi menjawab pertanyaannya itu seraya memberikan sejumlah uang kepadanya
Anak itu pun pergi bersama Dito ke sebuah warung yang tak jauh dari sana, sementara Zalwa masih menunggu dengan anak-anak yang lain
"Namamu siapa dek?" tanya Zalwa kepada salah satu anak kecil yang berjilbab itu
__ADS_1
"Zahra kak" balas anak itu dengan munduk
"Kenapa kamu diam saja dek, itu teman-teman mu mereka pada berbagi baju, dan lihatlah mereka juga tertawa" ujar Zalwa
"Zahra rindu ibu kak" balas anak itu yanh bernama Zahra seraya menitikkan air mata
"Memang ibu adek kemana?" tanya Zalwa dengan mengusap air mata anak itu
"Ibu meninggal setelah bapak kak"
"Jadi kamu sudah tidak memiliki keluarga dek?" tanya Zalwa lagi dan dibalas anggukan oleh anak itu
"Ya Allah kasihan sekali mereka" batin Zalwa
Tak selang lama Dito bersama anak tadi pun sudah menenteng 4 kantong yang lumayan besar, 3 ditangan Dito dan 1 lagi di tangan anak itu
"Kakak" panggil Zahra kepada anak itu
"Itu kakakmu dek?" tanya Zalwa
"Bukan kak, dia hanya kakakku disini, saat itu aku berjalan sendiri di jalan, dan kak Adit yang mengajakku kemari kak" jelas Zahra
Setelah membagikan makanan itu kepada yang lain, kini anak yang bernama Adit pun menghampiri Zahra
"Ayo dek, kakak sudah lapar sekali, ayo kita makan buruan dek" ajak Adit
"Iya kak, ayo" balas Zahra seraya mereka membuka bungkusan makanan itu
Zalwa dan Dito pun hanya memperhatikan mereka makan
__ADS_1
"Kakak mau?" tanya Zahra kepada Zalwa
"Tidak dek, kakak sama kakak itu bisa makan nanti, habiskan ya dek" ujar Zalwa tersenyum
"Ya Allah malang sekali mereka, dan kamu dek mulia sekali hatimu, terimakasih sudah memberikan pelajaran dalam hidup kakak ya dek" batin Dito dengan menatap anak-anak jalanan itu dengan beralih menatap adiknya Zalwa
"Kak kami sudah selesai makan, terimakasih ya kak" ucap anak-anak itu serempak dan tersenyum ke arah Zalwa dan Dito
"Sama-sama adik-adik, kita foto duluk yuk" ajak Zalwa dan dengan senang anak-anak itu pun menurut
"Kak fotoin kami ya" pinta Zalwa ke Dito, Dito pun dengan segera memfoto mereka, setelah beberapa foto dia ambil, Zalwa pun meminta Dito untuk bergantian dengan nya
"Sini kak gantian, pasti kakak nanti terlihat yang paling tua" pinta Zalwa seraya mengejek
"Hish kau ini dek" kesal Dito namun ia menurut
Setelah acara sesi foto, mereka pun pamit
"Adik-adik, kami pamit dulu ya, kalian hati-hati, nanti insyaallah jika ada kesempatan kami akan kemari lagi. Assalamu'alaikum. Da..." pamit Zalwa dengan melambaikan tangan nya
"Wa'alaikumsalam kak, Da..." balas mereka serempak dengan ukiran senyuman tulus dari wajah mereka
"Kamu kok gak sayang dek, ngeluarkan uang lebih dari 5 juta hanya untuk mereka dek" ujar Dito setelah di dalam mobil
"Kakak ini ngomong apa sih kak, di dalam rezky kita ada bagian untuk mereka, dan hari ini rezky ku sedang alhamdulillah Allah kasih lebih kak, penjualan baju di butik ku cukup banyak, jadi lebih baik aku berbagi dengan mereka" balas Zalwa dengan menatap ke arah luar jendela mobil
"Terimakasih ya dek" ujar Dito tiba-tiba
"Terimakasih untuk apa kak?" tanya Zalwa
__ADS_1
"Terimakasih kamu sudah memberikan pelajaran mengenai berbagi kepada kakak, besok kalau kita ada rezeki lebih, kita kunjungi mereka ya dek, dan ingat ajak kakak ya dek" ujar Dito dengan tersenyum, Zalwa pun mengangguk