
Kembali kepada Nur seorang gadis dengan sejuta mimpi-mimpinya, meski usianya masih muda dan tergolong kecil, gadis itu dapat mandiri dengan penghasilan sendiri, ya dia tak hanya pandai dalam pelajaran disekolah namun juga memiliki segudang kemampuan, salah satunya dia adalah seorag pelukis kecil yang sudah menjual beberapa hasil karyanya yang ia buat sendiri.
Kini Nur setelah sepulang sekolah dan izin terlebih dulu dari pesantren, dia izin untuk keluar dan membeli beberapa perlengkapan melukis ditemani Nayla dan Syafa yang diantar oleh sopir pribadi Nayla
Nayla dan Syafa menunggu Nur digerbang pesantren, tak lama Nur pun mengampiri mereka dengan baju ala anak pesantren
"Wah kau cantik Nur" ujar Nayla kagum
"Iya, apa lagi lesung pipi nya itu, aduh gak nahan aku mencubitnya" balas Syafa dengan mencubit Nur
"Aduh sakit fa" balas Nur mengaduh dan mengusap pipi nya yang memerah karena cubitan
"Pao pao lesung pipi" ujar Syafa dengan mencubit ulang pipi Nur hingga Nayla pun terkekeh akan kelakukan kedua temannya itu
Kini mereka sedang berada disebuah toko untuk membeli perlengkapan melukis yang dimaksud oleh Nur, setelah selesai memilih ia pun menuju kasir dan membayarnya, tanpa disengaja ada seseorang yang menabraknya
"Bruk..." Nur pun menoleh dan mendongak melihat seseorang yang telah menabraknya tadi, hingga membuat lengannya sakit, namun untung barang yang ia bawa tidak jatuh
__ADS_1
"Nur... ya kau Nur kan?" tanya seseorang yang telah menabraknya
"Iya, kakak siapa ya?" balasnya
"Aku ilham, kakak sepupunya Haikal dan sekaligus teman Azam" balas seseorang itu yang tak lain adalah ilham
"Oh iya kak, maaf aku baru mengingatnya" balasnya seraya menunduk
Setelah urusan dikasir pun usai, kini baik Nur dan Ilham pun pamit untuk kembali ke tujuan mereka masing-masing.
Setelah berada di pesantren, kedua temannya pun pamit. Menjelang maghrib semua santri dan santriwati berlalu lalang menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. Hingga usai penyetoran hafalan oleh Nur dan santriwati yang lain. Nur kembali ke kamarnya setelah sholat isya dan diikuti ketiga temannya
Nur membuka perlengkapan dan bahan melukis yang ia beli tadi sore
"Itu apa Nur?" tanya Luna
"Oh ini alat untuk melukis Nur." balasnya santai
__ADS_1
Kini Nur pun fokus untuk melukis sesuatu dan tak membutuhkan waktu yang lama, sekitar hampir 2 jam lukisan itu telah ia selesaikan dengan baik
"Subhanallah Nur, bagus sekali" ujar Luna kagum
"Iya Nur, indah" timpal Ina dan Tata bersamaan. Nur pun hanya tersenyum memandangi hasil karyanya itu
"Sempurna.." batin Nur dengan mengeringkan hasil lukisannya
"Memang lukisan ini untuk apa Nur?" tanya Ina
"Ini insyallah akan aku jual dan aku rencana menjualnya ke seseorang yang sudah lama aku kenal, dan kebetulan dia memeliki sebuah galeri lukisan di kota ini dan kota D" tuturnya menejelaskan
"Karena akan ada ada acara lelang lukisan di kota D, maka seseorang itu memintaku untuk membuat sebuah lukisan yang akan ia pamerkan dan ia lelangkan nantinya disana" timpalnya lagi
"Wah pasti disana banyak sekali lukisan yang indah seperti lukisamu ini ya Nur?" ujar Tata dengan masih takjup dan memandangi lukisan Nur
"Tentu saja, disana banyak sekali lukisan dan tentunya hasil karya dari beberapa orang" balas Nur dengan senyum lesung pipi nya itu
__ADS_1